
Ana tersenyum melihat tingkah laku suaminya pada sekertarisnya tapi wajar saja karena Rama dan Bagas sudah seperti saudaranya sendiri.
"Sayang, darimana kamu mendapatkan foto-foto ini?" tanya Ana tiba-tiba.
"Ada seseorang yang mengirimkannya ke kantor tadi" jawab Rama dengan nada kesal.
"Tapi semua ini terasa aneh sayang" Kata Ana tiba-tiba dengan nada bingung.
Rama terdiam dan mencerna omongan istrinya dengan baik.
"Maksud kamu ana?" tanya Rama ingin tau.
"Kejadian pagi ini kataku terasa aneh dan Angga tiba-tiba menolongku saat kejadian tadi pagi dihalte bis" jawab Ana yang tidak menyeseleseikan ucapannya.
"Sayang, katakan dengan jelas tadi pagi pas kamu kesini ada insiden apa?" tanya Rama ingin tau.
__ADS_1
"Tadi pagi dihalte bis ada beberapa preman-preman yang menggangguku dan aku berlari meminta pertolongan tapi tempat itu begitu sepi sampai akhirnya aku terkepung oleh mereka dan tertangkap oleh mereka, mereka memegangi tanganku dengan erat bahkan ada yang membelai pipi wajah juga dengan tangannya dan tiba-tiba Angga datang menolongku padahal kan tempat itu sangat jauh dari rumah Angga" Cerita Ana pada Rama.
"Kurang ajar berani sekali dia menganggu istriku, apa kamu terluka sayang??" ucap Rama yang merasa bersalah sudah kesal dengan istrinya hanya karena sebuah foto yang tidak tau asal usulnya.
"Hanya kaki aku sedikit sakit tapi tidak apa-apa sayang, Aku yakin sayang pasti ini adalah ulah seseorang untuk membuat kita saling benci atau mungkin orang itu ingin memisahkan kita, kamu pikirkan saja sayang disaat kejadian seperti ini terus tiba-tiba ada orang yang mengirim foto tersebut, aku yakin ini pasti sudah direncanakan" Ucap Ana pada Rama yang penuh keyakinan.
"Iya sayang, aku akan menyelidiki semua ini sayang" Ucap Rama sambil mengobati kaki ana yang terluka.
Rama menelpon Bagas.
Setelah beberapa menit Bagas sampai diruangan Rama.
"Tuan boleh saya masuk" tanya Bagas.
"Silahkan Bagas, Bagas kamu selidiki kasus ini dan berikan aku hasil secepatnya" Ucap Rama sambil memberikan foto-foto yang ada dimeja pada Bagas.
__ADS_1
"Aku yakin tuan, ini tidak hanya satu orang pasti mereka bekerja sama untuk merencanakan semua ini tuan" Ucap Bagas penuh keyakinan.
"Kita selidiki saja, tapi jangan gegabah. Ana kamu bersikap biasa saja dan pura-pura tidak tahu, jika Angga ingin menemui maka temui dia sayang kita ikuti permainan mereka" Ucap Rama pada ana.
"Tapi nanti kamu marah lagi padaku gara-gara aku bertemu dengan Angga" Keluh Ana pada Rama.
"Tidak sayang, ini untuk kepentingan kita jadi aku tidak akan marah. aku ingin orang dibelakang semua ini muncul jadi kita harus memancingnya keluar" Ucap Rama pada ana memberi pengertian.
Ana setuju dengan ide yang dibuat oleh suaminya, Ana juga tidak mau sampai salah paham lagi dengan Rama. apalagi gara-gara kesalahan pahaman kemarin ana kehilangan janinnya yang baru berusia 6 minggu.
"Sayang, kamu pulangnya tunggu aku saja ya aku tidak akan mengizinkan kamu pulang sendirian sayang" Ucap Rama yang kawatir pada ana dengan kejadian tadi pagi.
Rama meminta Ana untuk selalu pergi dengan supir mulai sekarang dan tidak akan mengizinkan ana untuk naik bis lagi karena takut kejadian yang sama akan terulang.
Bersambung
__ADS_1