
Silvia tersenyum bahagia mendengar pernyataan dari mulut Ria, Silvia memeluk Rian dengan erat.
"Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu untuk kedua kalinya" ucap Silvia, sambil memeluk tubuh kekar Rian dengan erat.
"Aku pegang janjimu sayangku, malam ini ikutlah denganku menghadiri acara kantor bersama semua rekan bisnisku, disana nanti juga ada Rama dan Istrinya" ucap Rian pada Via, Rian memang salah satu pemegang saham dikantor Rama hanya saja Rian lebih fokus pada usaha kulinernya yang saat ini sedang dia jalankan.
Via menganggukkan kepalanya mengerti dengan ucapan Rian, laki-laki yang saat ini udah resmi menjadi kekasihnya lagi bahkan lebih dari itu.
"Aku janji sayangku, ayo kita pulang" ajak Via, karena memang sudah waktunya pulang kerja
Tidak terasa ternyata Via sudah mengobrol dengan Rian berjam-jam, untung hari ini pasien sedang sepi dan Via tidak ada janjian dengan pasien.
Rian bangun dari tempat duduknya dan mengikuti langkah kaki Via untuk keluar dari ruangannya.
Diparkiran mobil.
"Masuklah, hati-hati" ucap Rian, yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk Silvia.
"Pakai mobil kamu, lalu mobil aku bagaimana?" tanya Via, karena Via kerja membawa mobil setiap hari.
"Nanti aku suruh pegawai aku untuk mengurus mobilmu, mana kunci mobilmu" jawab Rian, sambil meninta kunci mobil Via.
__ADS_1
Setelah beberapa saat orang suruhan Rian datang untuk membawa mobil Via ke rumahnya Via.
"Arsya, nanti kamu bawa mobil ini dibelakang mobilku ya" ucap Rian pada Arsya, sambil memberikan kunci mobil tersebut.
"Baik tuan" jawab Arsya, dan menerima kunci mobil tersebut.
Akhirnya Rian melajukan mobilnya dan arsya mengikuti dibelakang mobilnya. setelah beberapa saat sampailah didepan rumah Via.
Rian memberhentikan mobilnya dan langsung turun dari mobilnya untuk membuka kan pintu mobilnya untuk Via, sedangkan Arsya sudah memarkirkan mobilnya digarasi rumah Silvia.
"Kamu masuklah, nanti jam setengah 7 aku jemput kamu ya" ucap Rian, sambil mencium kening Via dengan lembut.
Melihat kejadian tersebut Arsya pun langsung menutup mata dengan kedua tangannya.
Setelah selesai urusannya dengan Via, Via pun sudah masuk ke dalam rumah sedangkan Rian langsung pulang bersama Arsya.
"Ini kamu yang menyetir" ucap Rian sambil memberikan kunci mobilnya pada Arsya.
Arsya menerima kunci mobil tersebut, sedangkan Rian sudah masuk kedalam mobil dan kali ini Rian duduk disamping Arsya.
"Tuan, tidakkah lebih baik tuan duduk dibelakang" ucap Arsya dengan penuh hati-hati, apalagi ini pertama kalinya Arsya satu mobil dengan Rian yang tak lain adalah bos nya ditempat kerja.
"Tidak apa-apa, aku disini saja kamu tidak
__ADS_1
perlu merasa risih atau tidak enak" ucap Rian yang memang tau kalau saat ini pegawainya sedang merasa canggung dengan dirinya, apalagi seorang Rian yang kemana-mana jarang sekali memakai supir dan hampir tidak pernah.
Arsya pun menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya untuk langsung menuju Kerumah bosnya.
"Arsya, apa kau sudah punya pacar?" tanya Rian tiba-tiba, membuat Arsya kaget dan gugup untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"A..aku sudah punya pacar tuan" jawab Arsya terbata-bata, karena ini kali pertamanya Arsya ngobrol langsung dengan bos nya.
"Pacar kamu paling suka ngapain?" tanya Rian ingin tau.
"Pacar saya, paling suka kalau saya ajak jalan-jalan ke tempat-tempat yang indah tuan" ucap Arsya dengan jujur.
"Benda apa yang paling pacar kamu sukai?" tanya Rian penasaran, Arsya bingung harus menjawab apa? karena pacarnya suka semua benda yang Arsya kasih pada dirinya.
"Banyak tuan, hanya saja aku lebih sering memberikan pacar aku boneka tuan buat nemenin dia tidur" ucap Arsya sambil tertawa kecil pada Rian.
Rian pun tersenyum pada Arsya.
"Terimakasih Arsya" ucpu Rian, sambil menepuk pundak Arsya dengan pelan.
Ntah apa yang akan diberikan Rian pada silvia, hanya Rian yang tau semuanya.
Bersambung
__ADS_1