Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
425.Reynaldi Hardiyanto S2


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu juga sudah berlalu. Malam yang indah membuat suasana malam ini begitu tenang.


Vano dan Vina yang sedang duduk di sofa ruang keluarga, tiba-tiba Vina merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Ahh, sakit sekali." Rintih Viana dengan suara lirih.


"Kamu, kenapa sayang?" Tanya Vano, tatapan matanya begitu kawatir.


"Apa, kamu mau melahirkan?" Tanya Vano lagi, dia semakin panik.


"Aduh, mana mama dan papa tidak di rumah lagi. Aku harus segera membawa Vina ke rumah sakit." Batin Vano dalam hatinya.


Vano mengangkat tubuh Vina dan membawanya ke dalam mobil, dia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit dengan perasaan takut dan sangat panik, Vano berusaha tenang.


Mendengar istrinya terus merintih-rintih kesakitan, membuat hati dan perasaannya semakin tidak tenang.


"Tahan sayang, sebentar lagi sampai di rumah sakit." Pinta Vano, dia terus fokus menyetir.


Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, akhirnya Vano sampai di rumah sakit, Vina langsung di bawa masuk ke dalam ruang persalinan dan Vano duduk menunggu Vina melahirkan.


"Selamatkan anak dan istriku, mudah-mudahan keduanya baik-baik saja." Doa Vani dalam hatinya.


Di dalam ruang persalinan Vina sedang berjuang melahirkan anak pertamanya dengan kuat.


Vano mengabari kedua orang tuanya, kalau Vina sedang melahirkan dirumah sakit dan Via dan Rian, langsung bergegas menuju ke rumah sakit.


Vano juga mengabari para sahabatnya untuk meminta doa-doa pada mereka, para sahabatnya Vano merasa bahagia mendengar kabar bahagia Vina sedang melahirkan.


Vano sungguh gelisah, dia mondar-mandir tidak jelas kesana-kemari.


"Vina, berjuanglah! Aku mencintaimu." Vano terus berbicara sendiri, kini dia menjatuhkan tubuh dengan lemas sambil bersandar bangku tempat duduk.


Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Vina suara tangisan bayi terdengar dan Vina melahirkan seorang jagoan kecil yang sangat tampan.


Dokter bergegas keluar dari dalam ruangan persalinan untuk memberikan kabar bahagia ini pada Vano yang sedari tadi sudah gelisah menunggunya.


"Tuan Vano." Panggil Dokter.


"Saya Dok," Vano beranjak dari tempat duduknya, dia menghampiri sang Dokter.

__ADS_1


"Selamat istri anda sudah melahirkan dengan selamat dan anaknya laki-laki." Sang Dokter tersenyum pada Vano.


Seketika raut wajah Vano menjadi bahagia dan dalam hatinya terus mengucapkan rasa syukur.


"Anakku, selamat datang dunia ini nak." Batin Vano dalam hatinya.


"Saya permisi dulu tuan, istri dan anak anda akan segera di pindahkan ke ruangan rawat inap. Jadi mohon di tunggu ya tuan, nanti anda bisa melihatnya setelah mereka di pindahkan." Kata sang Dokter dan dia kembali ke dalam ruang persalinan.


Vano duduk di kursi tunggu, hati dan perasaannya begitu lega tiba-tiba ada rombongan datang dan ternyata itu para sahabatnya yang datang. Mereka datang tanpa anak-anak mereka, karena anak-anak mereka di titipkan kepada kakek dan neneknya di rumah. Sengaja mereka tidak membawa anak-anak mereka, karena takut rewel di rumah sakit.


Tapi tenang saja, biarpun mereka semua pergi ke rumah sakit. Mereka sudah menyetok asi untuk anak-anak mereka.


"Kalian," sapa Vano wajahnya tampak bahagia.


"Iya kita, siapa lagi kak?" Jawab Kevin untuk mewakili semuanya.


"Vina masih di dalam ruang persalinan, tunggu Vina di pindahkan dulu baru kita bisa melihatnya!" Vano memberitahukan pada semuanya.


"Baiklah." Jawab semuanya dengan kompak.


Kini mereka semua duduk di ruang tunggu sambil mengobrol.


"Terimakasih semuanya." Jawab Vano dengan begitu sumpringah.


Vano melihat David, lalu tersenyum pada David.


"Vid, apa kamu masih cemburu padaku?" Ledek Vano, karena David begitu cemburuan.


"Ntahlah, memangnya kenapa?" Tanya David, dia tampak cuek tapi hatinya tetap tidak rela jika Niah di dekati oleh Vano.


"Kamu kan anaknya kembar cewek semuanya tuh, anak aku kan laki-laki. Bolehlah bapaknya tidak dapat mamanya sih kembar tapi anakku dapatin salah satu dari anakmu." Jawab Vano, dia senyam-senyum, membuat Niah menggelengkan kepalanya.


Dalam hati Niah, Dasar Vano apa maksud dia anaknya mau di jodohkan dengan salah satu anakku? Tapi itu pasti akan lucu, mudah-mudahan salah satu anakku berjodoh dengan anaknya Vano dan Vina.


"Maksud kamu, kamu mau menjodohkan anakmu dan anakku?" Tanya David, dia melihat Vano dengan sorot mata tidak percaya.


"Iya seperti itu, lagian tidak salah jika kita jodohkan anak kita Vid." Tutur Vano, sambil tersenyum pada Niah.


Kevin dan Kenan saling melempar tawa mereka, Ralin dan Valin mereka sudah pergi dari tempat itu karena enggan mendengar percakapan konyol mereka.

__ADS_1


"Vano, jika anakku mau dengan anakmu maka mari kita besanan setelah anak-anak kita besar nanti!" Jawab Niah, membuat David agak terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.


"Sudah-sudah, sekarang kita lihat bayi kamu dan istri kamu!" Ajak David, agar Vano tidak membicarakan soal perjodohan padahal anak-anak mereka masih bayi.


Mereka semua masuk ke dalam ruang rawat Vina, betapa bahagianya Vina melihat para sahabatnya datang menjenguknya dirinya.


"Istriku, terimakasih." Vano memegang tangan Vina lalu mencium kening Vina dengan ciuman hangat.


"Sama-sama suamiku, ini anak kita. Kamu mau kasih nama dia siapa?" Tanya Vina, anaknya saat ini berada di pangkuannya.


"Namanya Reynaldi Hardiyanto." Jawab Vano sambil tersenyum.


Vina tersenyum bahagia, menurutnya nama yang diberikan oleh suaminya untuk anaknya itu nama yang bagus.


"Kita panggil dia Rey," Vina tersenyum bahagia, membuat semua yang ada di ruangan itu juga ikut tersenyum bahagia.


Vina melihat para sahabatnya tidak datang dengan anak-anaknya, tumben sekali biasanya kemana-mana ekornya ikut dan hari ini tumben anak-anak mereka tidak ikut.


"Kemana, anak-anak kalian?" Tanya Vina.


"Mereka sama nenek dan kakek mereka." Jawab Niah mewakili semuanya.


Via dan Rian tiba-tiba datang, betapa bahagianya mereka akhirnya mereka punya cucu yang sangat tampan.


"Mama, papa." Sapa Vina dengan lembut.


"Vina sayang, mana cucu mama?" Via langsung mengambil Rey dari pangkuan Vina, kini dia duduk di tengah-tengah Niah dan Valin.


Ralin, Niah dan Valin, mereka sangat gemas melihat Rey sangat tampan dan sangat mirip dengan papanya.


"Vina, namanya siapa nak?" Tanya Via, yang belum tahu nama cucunya.


"Reynaldi Hardiyanto, ma." Jawab Vina dengan lembut.


Hari ini di ruangan rawat inap VIna, semuanya dengan kehadiran baby Reynaldi Hardiyanto anaknya Vano dan Vina, Rey terlahir sangat tampan seperti papanya.


Vina dan Vano juga sangat bahagia, akhirnya mereka resmi menjadi orang tua sama seperti yang lainnya.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2