Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
316.Saling mengacam S2.


__ADS_3

Sedang asik tertawa, Tiba-tiba ada seseorang yang menatap Niah dan Vano dengan tatapan begitu kesal.


Kini tatapan orang itu benar-benar membunuh, Karena tatapannya begitu tajam.


Niah yang masih mengandeng tangan Vano, Dengan cepat langsung melepaskannya.


"Untuk apa dia datang kesini?" batin Niah, Yang terus menatap laki-laki yang ada dihadapannya.


Laki-laki tampan, Tinggi dan dengan gaya songongnya berjalan menuju kearah Niah sambil membawa bingkisan ditangannya.



Visual David.


David langsung menarik tangan Niah dengan kasar, Membuat Niah merintih kesakitan.


"Apa-apaan sih dia ini?" batin Niah.


"Sudah main pegang-pegang tangannya?" tanya David dengan tatapan sinis.


Iya biarpun David tidak menyukai Niah, Tapi tetap saja biar bagaimanapun Niah adalah calon istrinya.


"Apasih kamu ini, Siapa yang main pegang-pegangan," elak Niah yang berusaha melepaskan tangannya dari tangan David.


David melirik Niah, Lalu tersenyum dengan begitu menyebalkan pada Niah.


"Terus tadi apa yang aku lihat, Ingat ya kamu adalah calon istri David Pratama jadi jangan ganjen apalagi sampai macam-macam dengan laki-laki lain!" tegas David, Yang membuat Niah merasa sangat kesal.


"Iya iya lepaskan tanganku!" bentak Niah dengan tatapan kesal.


David langsung menarik tangan Niah untuk masuk kedalam rumahnya, Namun sebelum masuk kedalam rumahnya David berkata pada Vano.


"Lain kali jangan pegang-pegang tangannya lagi atau aku akan mematahkan tanganmu," ancam David dengan tatapan tajam.


"Dan jika kamu sampai menyakiti hati Niah, Aku akan membunuhmu," Vano balik mengancam David, Membuat David tambah kesal.


Kini Vano dan David saling mengancam satu sama lain. Karena tidak mau meneruskan pertarungan sengitnya dengan Vano, David langsung menarik tangan Niah untuk masuk kedalam rumahnya.


Akhirnya David dan Niah masuk kedalam rumah Niah, Sedangkan Vano masih berdiri tegak lalu Kenan dan Ralinsyah menghampiri Vano yang sedang berdiri.


"Kak Vano," panggil Kenan.


"Dia calon suaminya Niah," kata Vano.


Ralin dan Kenan mereka berdua sangat terkejut, Apalagi selama ini mereka tidak pernah melihat Niah membawa laki-laki kerumahnya dan sekarang Vano bilang laki-laki yang tadi adalah calon suami Niah.


"Tapi kakak yang tadi sangat tampan," biarpun merasa terkejut tapi Ralin masih sempat mengungkapkan rasa kagumnya pada laki-laki itu.


Ralin terus senyam-senyum, Membuat Kenan merasa agak kesal.


"Heyy, Jangan memuji laki-laki lain dihadapan calon suamimu!" omel Kenan, Sambil menjewer telinga Ralin.

__ADS_1


Ralin langsung memegangi telinganya, Agar Kenan melepaskannya.


"Sakit ih," rintih Ralin yang langsung menatap Kenan dengan tatapan begitu mengemaskan, Membuat Kenan ingin sekali mencicipi bibir mungil Ralin.


"Makanya jangan berani-beraninya, Memuji laki-laki lain dihadapan calon suamimu," Kenan kembali mengomeli Ralinsyah.


Ralin hanya menatap Kenan dengan tatapan kesal, Lalu menjulurkan lidahnya.


"Dasar aneh, Katanya tidak mau menjadi calon suamiku tapi giliran aku memuji laki-laki lain, Langsung merasa kesal," gumam Ralin.


Vano yang memperhatikan mereka dari tadi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ken, Makanya kalau suka itu jangan gengsi kalau ujung-ujungnya cemburu seperti itu," Ledek Vano dengan tawa jailnya.


"Kak Vano yang sedang kebakaran api cemburu," Kenan kembali meledek Vano.


Vano tidak menjawab ledekan Kenan, Kini Vano langsung pulang menuju kerumahnya. Sedangkan Ralin dan Kenan, Mereka kembali melanjutkan perdebatan mereka.


Dirumah Raniah.


David langsung menyapa kedua orang tua Niah dengan begitu sopan, Sedangkan Niah hanya diam saja disamping David.


"Om, Tante, Maaf ya saya datang tiba-tiba sekali, Oh iya om ini ada bingkisan dari Mama untuk om dan tante," Kata David dengan begitu sopan pada Ana dan Rama.


Ana tersenyum pada David, Lalu langsung menerima bingkisan dari tangan David.


"Terimakasih ya nak, Bilang sama Mama nanti!" Ana menerima bingkisan tersebut dari tangan David, Lalu langsung mengucapkan terimakasih pada David.


"Tidak usah repot-repot Tante, David kesini cuma mau mengajak Niah fitting baju pengantin disuruh Mama dan Papa," jawab David yang sudah duduk di sofa.


"Oh begitu, Niah kamu cepetlah siap-siap!" jawab Ana, Yang langsung menyuruh Niah agar segera bersiap-siap.


Biarpun dengan perasaan malas, Tapi Niah langsung muruti perkataan Mamanya. Ana juga langsung bangun dari tempat duduknya mengikuti Niah masuk kedalam kamarnya.


"Kenapa tidak mengabari kalau mau fitting baju pengantin hari ini?" tanya Rama pada David.


"Iya Om, Ini mumpung aku cutti kerja jadi kata Papa hari ini saja," jelas David dengan sopan.


David dan Rama melanjutkan ngobrol mereka, Rama juga menceritakan masa kecil Raniah yang suka ngompol padahal sudah kelas 1 SD, Membuat David tertawa sejadi-jadinya dihadapan calon mertuanya.


Niah dikamar sibuk dandan, Setelah beberapa lama akhirnya Niah selesei.


Niah terlihat begitu cantik dengan gaun warna coklat susu, Sambil digandeng oleh Ana. Niah berusaha tersenyum agar kedua orang tuanya tidak tahu jika sebenernya Niah tidak bahagia dengan perjodohan ini.


"Itu Niah sudah siap," kata Rama sambil melihat kearah Niah.


David langsung menghentikan tawanya, Lalu melihat kearah Niah. David langsung menelan Silvananya dengan begitu kasar.


"Cantik sekali," kagum David dalam hatinya.


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Niah.

__ADS_1


"Aku hanya menertawakan cerita gadis yang masih suka ngompol padahal sudah kelas 1 SD." jelas David yang kembali mengeluarkan tawanya.


Niah langsung mengerucutkan bibirnya, Lalu melihat kearah sang Papa dengan tatapan kesal.


"Papa ih, Papa buat Niah malu," kesal Niah, Yang langsung disambut tawa oleh Rama.


"Sudahlah nak, Untuk apa kamu malu Papakan bercerita pada calon suamimu," lerai Ana, Agar Niah dan Rama tidak sampai berdebat.


Ana hanya diam, Tiba-tiba David langsung mengambil tangannya.


"Ayo berangkat, kenapa kamu diam saja?" ajak David, Sambil bertanya pada Niah.


Niah hanya menganggukkan kepalanya, Lalu David langsung berpamitan dengan kedua calon mertuanya dengan sopan.


David dan Niah langsung masuk kedalam mobil, Lalu David langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Membuat Niah hanya menajamkan matanya karena merasa takut.


"Pelankan mobilnya, Apa kamu mau membunuhku?" pinta Niah yang terus memejamkan matanya, Karena merasa takut.


"Jika aku membunuh sekarang, Maka aku tidak bisa bersenang-senang denganmu setelah menikah nanti," jawab David dengan tegas.


Dalam hati Niah, Niah hanya berkata.


"Bertemu denganmu itu adalah musibah bagiku," gumam Niah.


"Terserah kamu saja," jawab Niah malas.


Sesampainya di butik, David dan Niah Langsung turun dari mobil. Lalu David langsung mengandeng tangan Niah masuk kedalam butik.


Melihat David yang datang semua pegawai dibutik tersebut, Langsung membungkukkan sedikit kepalanya untuk menyambut kedatangan David.


David dan Niah langsung duduk di sofa yang sediakan oleh butik tersebut, Sambil menunggu baju pengantin yang akan dicoba oleh Niah.


"Kenapa tidak bilang kalau hari ini kamu mau mengajakku fitting baju pengantin?" tanya Niah sambil melihat kearah David.


"Mumpung aku cutti kerja, Lagian Mama dan Papaku juga ngomong terus suruh fitting baju pengantin," jawab David.


David melihat kearah Niah, Dengan tatapan tajam membuat Niah jadi salah tingkah.


"Matanya sudah seperti singa yang mau menerkam mangsanya," gumam Niah.


"Siapa laki-laki tadi?" tanya David dengan tatapan mata yang begitu tajam.


Niah tersenyum-senyum, Membuat David menggelengkan kepalanya.


"Dasar tidak waras ditanya malah senyam-senyum sendiri," gumam David.


Setelah beberapa lama para pegawai butik membawakan baju pengantin untuk Niah coba.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🙏

__ADS_1


__ADS_2