
Ana, Ayu, Rama dan Rehan asik mengobrol apalagi ayu yang sudah lama tidak bertemu dengan ana.
"Aku yang baru sekali aja pusing ana" Ucap ayu yang memang kesal dengan Rama dan Rehan karena terus menggodanya.
"Kelak akan terbiasa menjadi sebuah keluarga ayu sayang" Ucap mami tiba-tiba.
"Ahh mami paling bisa deh" Ucap Rehan penuh semangat.
"Mami kapan datang?" tanya Rama.
"Mami sudah dari tadi, tapi kalian asik mengobrol" Ucap mami pada semuanya.
"Ayu kapan datang sayang" Ucap mami.
"Udah dari tadi tante" Ucap ayu sopan sambil menyalami tangan mami.
"Apa yang kamu bawa sayang, seperti enak aromanya juga sangat wangi nak, boleh Tante mencobanya" Ucap mami pada ayu.
"Silahkan Tante, tunggu sebentar ya tante aku ambil mangkok dan sendok buat Tante" Ucap ayu pada mami, ayu pun pergi ke dapur untuk mengambil benda tersebut.
__ADS_1
"Mami apakah dia cantik" Ucap rehan pada mami.
"Cantik sayang, dia juga sangat sopan" Ucap mami pada Rehan.
"Mam, rehan menyukai gadis itu" Ucap Rama pada maminya.
"Tidak apa-apa jika kau menyukainya mami akan melamarkan dia buat kamu nak" Ucap mami pada Rehan yang memang tak melarang anaknya berhubungan dengan wanita mana saja dan tidak pernah melihat status perempuan yang dipacari oleh anaknya
"Lampu hijau sudah menyala" Ucap rehan dengan penuh semangat.
"Tante, ini mangkok dan sendoknya" Ucap ayu dengan nada lembut.
"Ayu, bisa tolong bantu Tante membukanya" Ucap mami pada ayu dengan sengaja.
"Aduh calon mantu idaman banget kamu nak, Apakah kamu sudah punya pacar nak" Ucap mami pada ayu ingin tau.
"Belum Tante" Jawab ayu singkat.
"Baguslah nak kalo seperti itu, jadi Rehan masih ada kesempatan untuk mendekatimu" Ucap mami apa adanya.
__ADS_1
"Hehe, Tante bisa saja" Ucap ayu yang merasa malu.
*Kenapa satu keluarga memojokkanku seperti ini, ana juga tidak menolongku" Guman ayu dalam hati.
"Ana, sudah sore aku harus pulang takut kemalaman" Ucap ayu pada ana namun ucap ayu malah menjadi topik pembicaraan.
"Nak ayu tidak usah kawatir, ada Rehan yang siap mengantarmu pulang" Ucap mami yang sengaja mendekat Rehan dan ayu.
"Benar, apa kata mami!! ayu rehan akan mengantarmu pulang nanti" Ucap ana pada ayu.
Ana juga merasa Rehan laki-laki yang pantas buat ayu apalagi keluarga Rehan tidak pernah memandang kaya atau miskin dan itu membuat ayu tidak akan terluka lagi dan ayu tidak akan beranggapan semua orang kaya itu sama saja, sama seperti dulu menggap Rama sama seperti Angga nyatanya Rama tidak seperti itu. ana ingin ayu membuka hatinya untuk rehan.
"Iya ana, tapi aku rasa aku harus pulang sekarang karena masih ada urusan" Ucap ayu memberi alasan Bohong pada ana, Karena ayu ingin segera pergi dari tempat itu atau Rehan akan mengolok-oloknya dengan penuh kemenangan.
"Baiklah ayu padahal aku masih sangat merindukanmu" Ucap ana pada ayu.
Akhirnya ayu berpamitan dengan semuanya yang ada disitu, termasuk mami Rehan.
"Nak ayu, sering-serinlah main kesini" Ucap mami dengan nada lembut sambil memeluk ayu dan mencium kedua pipi ayu.
__ADS_1
Rehan mengantar ayu pulang menuju rumahnya untuk yang kedua kalinya Rehan mengantarkan ayu kerumahnya.
Allahamdulillah bisa up banyak hari ini, terimakasih ya buat pembaca setia yang sudah meninggal jejak dikarya author 🙏🙏