Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
360.Dirumah Niah & David S2.


__ADS_3

Ralin geleng-geleng kepala, Kenan dan Kevin malah ikut senyam-senyum.


"Kenapa harus nanti?" tanya Niah lagi.


"Ini bersifat rahasia!" David menutup mulut Niah dengan jari telunjuknya.


"Bersifat rahasia apasih?" kata-kata Niah terpotong.


"Sudah jangan bahas masalah ini, Niah kamu makan buburnya terus minum obat ya!" sambung David agar Niah tidak terus bawel mempertanyakan barang tersebut.


"Niah kalaupun aku jelasin sekarang pasti otak kamu tidak bakal sampai." Batin David dalam hatinya.


Ralin melirik kearah Niah lalu memperhatikan wajah cantik Niah. Bibir Niah terlihat pucat membuat Ralin kawatir.


"Kak David menyuruh Kak Niah makan bubur, terus minum obat. Apa Kak Niah sedang sakit?" Pikir Ralin dalam hatinya.


"Kak Niah...." panggil Ralin dengan suara pelan.


Niah menoleh melihat Ralin lalu tersenyum pada Ralin.


"Iya Alin ada apa?" Tanya Niah.


"Kak Niah sedang sakit?" Tanya Ralin.


"Tidak Alin, kakak memang tadi minta dibuatkan bubur sama Kak David." jawab Niah yang terpaksa berbohong.


"Tapi Kak David menyuruh kakak minum obat." Ralin semakin penasaran.


Jika Niah bilang pada Ralin kalau dirinya sedang sakit, pasti Ralin akan mengadu pada kedua orang tau Niah. Dan pasti orang tua akan sangat kawatir.


"Itu hanya obat Vitamin, soalnya kakak kecapean." jelas Niah yang kembali berbohong.


"Oh iya kalian sudah sarapan belum?" Tanya David yang sengaja mengalihkan pembicaraan Ralin.


"Belum kak kita buru-buru tadi kesini." jawab Kevin.


"Iya kak sengaja mau numpang sarapan dirumah kakak." sambung Kenan yang membuat Niah tertawa.


Ralin melirik Kenan dengan tatapan kesal, Kenan malah menyunggingkan senyum manisnya pada Ralin.


"Calon suamiku jangan buat malu." Omel Ralin karena Kenan bilang mau menumpang sarapan dirumah kakaknya.


"Sudah-sudah tunggu sebentar aku pesankan makanan lewat aplikasi online dulu." lerai David agar Ralin dan Kenan tidak sampai berdebat.


"Aku ambil ponsel dulu." pamit David yang langsung berlalu pergi ke kamarnya.


Niah berpindah tempat duduk ke sebelah Kevin, Kevin sudah memasang wajah kesalnya.


"Pasti Kak Niah mau mengintrogasiku." Pikir Kevin dalam hatinya.


"Kakak jauh-jauh ih, kakak bau iler belum mandi." Kevin mengusir Niah secara halus dari sebalahnya duduk.


"Hush kamu ini." Niah menjitak Kevin dengan pelan.


"Sakit kakak." Kevin memegangi bekas yang dijitak oleh Niah tadi.


Ralin dan Kenan mereka berdua saling melempar senyum. Dalam hati Ralin aku yakin Kak Niah pasti bakal nanyain tentang Valin.


"Kenapa Valin tidak kamu ajak?" Tanya Niah dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Kak Niah..." kata-kata Kevin terpotong.


"Kalian mau pesan makanan apa?" Tanya David tiba-tiba, membuat Kevin tersenyum senang.


"Kak David kamu datang disaat yang tepat." Batin Kevin dalam hatinya.


"Pesan apa saja yang enak kak, tenang kak nanti aku dan Kenan akan menghabiskan semuanya." jawab Kevin dengan senyum manisnya.


"Baiklah, aku akan pesan makanan yang enak-enak." jawab David.


David duduk disamping Niah, lalu segera memesan makanan melalui aplikasi online yang ada diponselnya. David memesan beberapa makanan untuk mereka semuanya.


Setelah selesai memesan makanan David menaruh ponselnya diatas meja.


"Tunggu aku sedang pesan dulu makanannya, Oh iya istriku kamu makan bubur kamu dulu ya!" David beranjak dari tempat duduknya menuju ruang makan untuk mengambilkan bubur buat Niah.


"Kak David perhatian sekali ya kak, aku jadi pingin punya suami seperti Kak David." kata Ralin yang terus senyam-senyum, Kenan menatap Ralin dengan tatapan kesal.


"Terus saja puji laki-laki lain dihadapanku." Gumam Kenan dalam hatinya.


Tidak berapa lama David kembali membawa satu bubur mangkok, satu gelas air putih dan obat untuk Niah minum, David membawa semuanya dengan nampan.


"Sayang makan dulu!" David menaruh nampan yang ada di kedua tangannya diatas meja. Lalu David kembali duduk disamping Niah.


"Aku suapin ya." kata David.


"Tidak usah, aku makan sendiri saja." tolak Niah dengan halus.


"Suapin aja kak biar romantis." cetus Ralin dengan senyum menggemaskan.


Kenan hanya geleng-geleng kepala.


"Sabar Ken!" pinta Kevin yang melihat wajah kesal Kenan.


"Jangan main romantis-romantisan di depan kalian nanti rumahku bisa banjir gara-gara penuh dengan iler kalian." ledek Niah dengan jail.


Niah memakan buburnya, lalu meminum obatnya.


15 menit kemudian makanan pesanan David Akhirnya sampai.


Semuanya berpindah keruang makan untuk menikmati sarapan pagi bersama.


"Kalian makan yang banyak!" suruh David.


"Siap kak kita akan menghabiskan semuanya." jawab Kevin dengan semangat.


Mereka semua makan dengan penuh nikmat, setelah selesai makan semuanya kembali duduk diruang tengah.


"Vin, kok Valin tidak ajak?" Tanya David pada Kevin.


Kali ini Kevin benar-benar tidak bisa lari dari pertanyaan itu. Dalam hati Kevin tadi istrinya sekarang suaminya.


"Alin memangnya Valin siapa?" bisik Kenan ditelinga Ralinsyah.


"Kak Valin itu kekasihnya Kak kevin, calon suamiku." Ralin kembali berbisik pada Kenan.


Kenan senyam-senyum, ternyata diam-diam Kevin sudah punya kekasih resmi.


"Cie Valin." cetus Kenan.

__ADS_1


"Kak David, Valin sedang sibuk." jawab Kenan yang tentunya berbohong. Karena sebenarnya Kevin tidak tahu Valin sedang apa?


"Ken, aku tanya kapan kamu akan menikahi calon istrimu yang manja itu." ledek Kevin yang langsung ditatap kesal oleh Ralin.


David hanya tersenyum dalam hati David ternyata mereka semua begitu dekat.


"Besok kita nikah ya Alin kalau bangunnya tidak kesiangan." Kenan membalas ledekan Kevin.


Ralin memayunkan bibirnya, lalu beranjak pergi dari hadapan semuanya.


"Kak Niah, Alin mau pulang." pamit Ralin dengan wajah yang menggemaskan.


Niah menatap Ralin dengan tatapan bingung.


"Apa Alin marah dengan candaan Kenan?" Batin Niah dalam hatinya.


"Kok pulang?" Tanya Niah bingung.


"Alin mau tidur kak biar tidak kesiangan bangunnya, biar besok Alin bisa menikah dengan calon suami Alin." jawab Alin yang lagi-lagi membuat semuanya begitu gemas.


"Dasar kamu ini." Omel Niah pada Ralin.


Ralin berlalu meninggalkan rumah Niah, Ralin juga meninggalkan Kenan dan Kevin. Tapi dengan cepat Kenan mengejar Ralin.


"Kak aku kejar Ralinsyah dulu." pamit Kenan yang langsung berlalu pergi mengejar Ralin.


"Dasar gadis polos." Batin Kenan dalam hatinya.


Kevin hanya diam saja, Niah dan David sama-sama melihat kearah Kevin.


"Kamu tidak ikut mengejar Ralin?" Tanya Niah pada Kevin.


"Sudah ada calon suaminya yang mengejarnya Kak, mending aku duduk." jawab Kevin dengan santai.


"Kamu tidak boleh duduk saja!" cetus David yang membuat Kevin menatapnya dengan tatapan bingung.


"Lalu aku harus apa kak?" Tanya Kevin dengan tatapan bingung.


"Kenan mengejar cinta calon istrinya." cetus Niah dengan jail.


"Iya kamu jangan mau kalah. Kamu juga harus kejar cinta Valin." sambung David dengan tawa penuh kemenangan.


Setelah Ralin dan Kenan pergi, kini Niah dan David malah menjaili Kevin.


"Kak aku pulang dulu." pamit Kevin dengan sopan.


"Kok pulang?" Tanya Niah dan David secara bersamaan.


"Aku mau mengejar cinta Valin." jawab Kevin yang langsung berlalu pergi meninggalkan Niah dan David.


Setelah semuanya pergi, kini tinggal David dan Niah.


"Sayang ke kamar yuk!" ajak David.


"Mau ngapain?" Tanya Niah malas.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2