
"Sebenernya siapa yang menelpon Niah?" David pemasaran."Riko, Riko siapa? Awas saja Niah jika kamu sampai macam-macam dibelakangku, Jangan harap kamu akan selamat." Kesal David dalam hatinya.
David langsung menaruh ponsel Niah ditelinganya.
"Hallo ini siapa?" Tanya David dengan tegas.
Mendengar suara yang begitu tegas membuat Riko merasa kaget.
"Apa ini laki-laki yang dijodohkan oleh Orangtua Niah dengan Niah." Batin Riko.
Riko tidak tahu kalau Niah sudah menikah, Riko hanya tahu Niah dijodohkan saja, Karena dirinya juga tidak diundang ke acara pernikahan Niah dan David.
"Aku tanya ini siapa?" Tanya David yang kembali dengan nada tegas.
"David sudah, Ini banyak orang tidak enak, Lagian itu hanya orang tidak penting." Niah mencoba membujuk sang suami agar segera mengakhiri panggilan telponnya.
Tanpa menjawab David langsung menarik tangan Niah, Kini David membawa Niah ke taman dekat pusat perbelanjaan tersebut.
Niah terus bawel pada David, Membuat David semakin kesal akhirnya David membungkam mulut Niah dengan kecupan dibibirnya, Membuat Niah langsung diam.
"Diam, Atau aku akan melakukannya lagi." Ancam David, Kini Niah memegangi bibirnya yang baru saja dicium oleh sang suami.
"Ini adalah ciuman pertamaku, Tapi kamu mengambilnya begitu saja." Keluh Niah sedih.
Niah sedih karena ciuman pertamanya diambil oleh David, Laki-laki yang belum mencintainya sama sekali.
Riko langsung mematikan saluran teleponnya, Lalu David langsung menelpon kembali menelpon no Riko.
Riko mengangkat telponnya kembali.
"Sial dia menelponku lagi." Batin Riko.
"Jawab pertanyaanku ini siapa?" Tanya David dengan nada yang sudah sangat kesal.
"Apa ini laki-laki yang dijodohkan dengan Niah?" Bukannya menjawab Riko malah balik bertanya.
"Aku suaminya Raniah Putri Ardiyansyah." David mempertegas ucapannya.
"Oh jadi kalian sudah menikah." Jawab Riko dengan begitu enteng.
"Aku Riko, Tanyakan saja pada Niah! Dia tahu aku ini siapa? Dan yang jelas aku ini laki-laki yang masih ada dalam hatinya." Jawab Riko yang tentunya membanggakan dirinya.
"Dasar br*ngsek, Sekali lagi kamu berani menelpon istriku aku akan membunuhmu!" ancam David dengan nada yang sudah mengebu-gebu.
"Istrimu itu masih terlalu mencintaiku, Dan dia menikah denganmu itu semua karena terpaksa." Jelas Riko dengan nada lantang.
David langsung mematikan saluran teleponnya dengan kesal. Kini tatapan David begitu kesal pada sang istri.
David melihat Niah memegangi bibirnya yang tadi dicium oleh dirinya untuk membungkam mulut Niah yang begitu bawel dan membuat David kesal, Akhirnya David menutup mulut Niah dengan ciuman.
"Apa aku tadi aku sungguh menciumnya?" Batin David karena tidak sadar dirinya telah mencium wanita yang kini menjadi istrinya.
"Kenapa? Apa kamu tidak suka aku menciummu? Apa laki-laki s*alan itu sudah menciummu lebih dulu?" Dengan David kesal David mengeluarkan berbagai pertanyaan.
"Niah jawab!" Bentak David yang membuat Niah sadar dari lamunannya.
"David pelankan suaramu! Tidak enak di dengar oleh banyak orang." Pinta Niah dengan nada lembut.
__ADS_1
"Kita pulang sekarang!" David langsung mengandeng tangan Niah, David langsung membawa Niah menuju keparkiran mobil.
"Bukankah kita mau belanja oleh-oleh buat mama dan papa?" Tanya Niah dengan suara pelan.
"Tidak ada belanja kita pulang sekarang, Kalau perlu kita langsung pulang kerumahku." Jawab David yang sudah merasa sangat kesal gara-gara sih Riko.
"Tapikan...."
"Tidak ada tapi-tapi, Ayo kita pamit dengan semua keluargamu!" David langsung memotong perkataan Niah dan langsung mengangkat tubuh Niah menuju ke mobil.
David dibuat kesal oleh Riko, Niah juga begitu bawel membuat David tambah kesal. Bahkan David juga berniat mengajak Niah pulang ke kotanya hari ini karena amarah David.
"David turunkan aku, Malu dilihat banyak orang!" Niah meronta-ronta meminta David menurunkannya, Namun David tidak memperdulikannya.
David sadar banyak mata yang menatap dirinya dan istrinya. Namun David tidak memperdulikan sama sekali, Yang David pedulikan hanya rasa kesalnya saja.
Niatnya mau jalan-jalan cari oleh-oleh, Ini malah ada masalah yang membuat David begitu marah pada sang istri.
Sesampainya diprakirakan mobil, David langsung membuka pintu mobilnya, Lalu menaruh Niah di jok mobil dengan kasar.
"Pak kita pulang sekarang." Ucap David pada sang supir yang hari ini mengantarkan dirinya dan Istrinya.
"Baik Tuan." Jawab sang supir, Yang langsung menyalakan mesin mobilnya menuju kediaman keluarga Ardiyansyah.
Sesampainya dirumah David dan Niah langsung turun dari mobilnya, Lalu mereka bergandengan tangan masuk kedalam rumah. Iya biar bagaimanapun mereka tidak ingin memperlihatkan pertengkaran atau perdebatan mereka di depan semua keluarganya.
"Loh kok kalian sudah pulang?" Tanya Rama yang sedang duduk sambil menonton televisi.
"Iya pa, Niah perutnya sakit jadi kita pulang." Jawab David yang terpaksa berbohong pada sang papa mertua.
"Niah kamu makan pedas?" Tanya Rama dengan nada kawatir.
"Dasar gara-gara kamu aku jadi berbohong pada papaku." gumam Niah dengan kesal.
"Niah kamu istirahat saja, David temanin istrimu dikamar ya!" Rama menyuruh Niah untuk istirahat, Rama juga menyuruh David menemani Niah didalam kamarnya.
"Baik pa." Jawab David dengan sopan.
David dan Niah bergandengan menuju ke kamar mereka, Sesampainya dikamar David langsung mendorong Niah hingga terduduk di sofa dengan begitu kasar.
"Kamu ini kenapa sih?" Tanya Niah dengan nada membentak.
"Pintu kamar kunci dulu!" Niah sedang kesal tapi sempat-sempatnya menyuruh sang suami mengunci pintu kamarnya.
David langsung menuju ke pintu, Dengan cepat David langsung mengunci pintu kamarnya.
"Kamu tadi tanya aku kenapa?" Tanya David dengan tatapan kesal.
"Kamu marah-marah tidak jelas." Cetus Niah begitu saja.
"Kamu bilang apa? Aku marah-marah tidak jelas, Aku tanya siapa Riko itu?" David memegang dagu Niah dengan tatapan kesal David bertanya pada Niah.
"Lepaskan ih!"
"Bagian mana saja yang laki-laki br*ngsek itu sentuh Niah?" Teriak David dengan suara yang menggema.
Gara-gara telpon dari Riko, Kini David benar-benar marah pada Niah.
__ADS_1
"David bukankah dalam surat perjanjian yang kamu buat kamu tidak mau aku mengusik hidupmu, Begitu juga denganku aku tidak mau kamu mengusik hidupku!" Jelas Niah dengan tegas.
Mata David sudah mulai memerah, Kini dirinya sungguh dikuasai oleh amarah.
"Aku yang membuat surat perjanjian itu, Dan aku bisa merobeknya kapan saja." David tidak mau mengalah.
David mengelus bibir Niah dengan jari telunjuknya, Membuat Niah merasa kesal.
"Apa laki-laki itu pernah menikmati bibir mungil ini?" Tanya David yang membuat hati Niah begitu tersentak.
"Jangan menyentuhnya, Singkirkan tanganmu!" Cetus Niah yang langsung menepis tangan David agar berhenti menyentuh bibir miliknya.
David geleng-geleng kepala, Kini David berpikir bahwa sang istri sudah pernah berciuman dengan Riko.
"Apa hanya laki-laki br*ngsek itu saja yang boleh menikmati bibir manismu? Tapi aku sebagai suamimu tidak boleh menyentuhnya, Papa aku rasa kamu salah menjodohkanku dengan gadis murahan ini." Dengan rasa kesal yang menyelimuti hatinya, Lagi-lagi David mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati Niah.
David tidak tahu selama ini Niah selalu menjaga kesuciannya, Dan Niah hanya ingin melakukan semua yang pertama kali dengan suaminya nanti.
Mungkin Niah berpacaran dengan Riko beberapa bulan, Namun Niah tidak pernah mau disentuh oleh Riko kecuali tangan, Riko sering memegang tangan Niah.
"Apa kamu sudah selesai menuduhku dengan hal menjijikkan seperti itu?" Cetus Niah yang langsung berlalu dari hadapan David.
Niah beranjak dari sofa tempat dirinya duduk, Lalu pergi ke depan meja rias, Kini Niah duduk dikursi meja rias.
"Haah menuduh, Aku yakin mungkin kamu juga sudah tidur dengannya." Jawab David yang kembali melayangkan tuduhan-tuduhan tidak benar pada Niah.
Niah sengaja diam agar David juga diam, Namun diamnya Niah membuat David makin semena-mena munuduhkan hal yang tidak pernah Niah lakukan selama ini.
"David jaga mulutmu! Aku ini anak dari keluarga terhormat dan aku tidak pernah melakukan hal menjijikkan seperti itu sebelum aku menikah!" Tegas Niah dengan tatapan kesal.
"David, Kamu benar-benar ya! Menuduhku seenaknya sendiri." Batin Niah kesal.
"Apa jangan-jangan Tuan David Pratama yang suka seperti itu dengan banyak wanita, Wajarlah dia seorang pengusaha terkenal, Berita juga sering memberitakan bahwa Tuan muda David Pratama, Itu playboy." Cetus Niah yang pernah mendengar berita di televisi kalau laki-laki yang sekarang sudah sah menjadi suaminya itu Playboy.
"Itu hanya gosip." Tegas David yang membuat Niah tertawa.
"Gosip di televisi, Di dunia nyata kita tidak pernah tahu." Jawab Niah yang diiringi dengan tawanya.
David Pratama memang terkenal playboy, Hanya saja David paling anti disentuh oleh wanita-wanita j*lang yang sering menemaninya saat di club' malam.
David juga pernah digosipkan dengan beberapa model cantik, Namun ntah itu benar atau tidak itu hanya David yang tahu.
David mendekatkan dirinya ke Niah, Lalu menempelkan dagunya pada punggung Niah.
"Jika punyamu masih bersegel buktikan padaku!" Bisik David dengan pelan.
"Aku akan memberikannya, Ketika dirimu sudah mencintaiku, Aku tidak mau anakku lahir karena terpaksa." Jawab Niah tegas.
David langsung menyingkirkan dagunya dari punggung Niah.
"Hari ini kita pulang, Dan aku mau setalah pulang dari sini kita langsung tinggal dirumahku saja!" Ajak David dengan tegas.
"Satu lagi, Aku tidak menerima penolakan darimu!" Tegas David.
Akhirnya mau tidak mau hari ini Niah dan David langsung pulang ke kotanya, Dengan jet pribadi peninggalan dari kakeknya David.
Niah dan David langsung berpamitan dengan keluarga besarnya, Sebenarnya semua heran dengan kepulangan Niah yang begitu mendadak, Namun Niah hanya bilang kalau suaminya ada pekerjaan yang harus diurus dan tidak bisa ditinggalkan.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊