
Rama dan ana pun akhirnya makan dulu setelah berbelanja baju hamil untuk ana.
Ditempat makan yang ada dipusat perbelanjaan, rama dan ana pun duduk disalah kursi pelanggan.
Pelayan pun langsung menghampiri ana dan rama dan memberikan buku menu makanan pada mereka berdua.
"Silahkan nona, tuan mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut dengan sopan.
"Saya, pesan ini dan minumnya ini ya mas" ucap rama pada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut pun mencatat pesanan rama dibuku yang ada ditangannya.
"Kamu, mau pesan apa sayang?" tanya rama pada ana yang masih memilih menu-menu makanan yang ada buku menu.
"Kalau saya pesan makanan ini dan minumannya ini ya mas" ucap ana pada pelayan tersebut, pelayan tersebut pun mencatat pesanan ana.
"Maaf mas, makanan istri saya jangan pedas ya mas. terimakasih" ucap rama memberi tahu pada pelayan tersebut dengan begitu sopan. pelayan tersebut pun mengerti maksud rama dan meninggalkan meja rama dan ana untuk menyiapkan pesanan keduanya.
Pesanan ana dan rama sudah datang, dan mereka berdua menikmati makanan dengan begitu lahap dan penuh kehangatan.
Dirumah sakit, tempat silvia berkerja.
Rian hari ini sengaja pergi kerumah sakit tempat silvia bekerja, karena rian ingin mengajak silvia ketemuan dan membicarakan hal penting pada silvia. rian pun langsung menuju keruangan silvia dan kebetulan sekarang sedang jam istirahat makan siang.
"tuk..tuk.." rian mengetuk pintu ruang kerja silvia dengan pelan, silvia yang sedang makan siang didalam ruangan pun bangun dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Siapa yang datang pada jam istirahat seperti ini" guman silvia, sambil menuju ke pintu ruangan kerjanya yang memang dikunci setiap jam makan siang.
"Iya tunggu sebentar" ucap silvia sambil membuka pintu yang terkunci, dan ketika pintu terbuka silvia merasa begitu kaget karena ternyata yang datang ada rian laki-laki yang silvia sangat cintai.
Ketika melihat silvia berdiri dan bengong karena melihat kedatangan rian, rian pun langsung memeluk silvia dengan begitu erat, dan masuk kedalam ruangan silvia lalu menutup dan menguncinya kembali. kali ini silvia hanya diam dan tidak melakukan penolakan apapun, karena memang dirinya yang masih kaget dan ntah apa yang ada dipikiran silvia saat ini.
"Via, kenapa kamu pergi waktu itu? aku merasa sangat kehilanganmu, via aku merindukanmu, bahkan aku menunggumu sampai saat ini" ucap rian panjang lebar dengan semua kenyataan yang ada.
Via pun hanya terdiam mencerna setiap ucapan rian, namun rian lebih mempererat pelukannya pada via karena rasa kangennya begitu dalam. dan bertemu via untuk kedua kalinya itu seperti mimpi bagi dirinya.
Silvia pun perlahan-lahan melepaskan pelukannya dari rian, setelah terlepas via pun mengajak duduk rian disofa yang berada diruang kerjanya.
"Duduk dulu, mari kita bicarakan semuanya baik-baik aku juga bingung mau menjelaskan darimana dulu padamu ian" ucap silvia, sambil memegang kedua tangan rian.
"Via, jujur padaku apa benar kamu sudah menikah diluar negeri sana?" tanya rian tiba-tiba, rian sangat penasaran dengan pernikahan silvia benar atau tidak.
Silvia pun mencoba mengatur nafasnya dan memulai membuka pembicaraan dengan begitu serius.
"Darimana kamu tahu aku akan melarangmu pergi? apa aku melarang kamu untuk mengejar cita-citamu selama ini via? aku rasa kamu salah dengan pemikiranmu itu dan jika kamu tetap berpamitan padaku maka aku akan selalu mendukungmu" ucap rian, rian merasa kecewa dengan pemikiran silvia gadis yang selama ini rian cintai.
"Tentang pernikahan, itu semua tidak benar kakeku sengaja menyebarkan gosip tersebut karena, aku mau kamu bisa ngelupain aku selamanya rian" ucap silvia yang sudah mulai meneteskan air matanya.
Rian pun tidak tahu harus berbicara apalagi pada silvia untuk saat ini, namun rian langsung menghapus air mata silvia dengan jari tangannya dan menarik silvia kedalam pelukannya.
"Jangan menangis, aku tidak mau melihatmu menangis via" ucap rian, sambil mengusap-usap punggung silvia yang berada dalam pelukannya saat ini.
"Aku sudah melakukan banyak kesalahan, aku hanya memikirkan diriku saja dan tidak memikirkan dirimu yang waktu itu ada di sampingku, aku salah rian, aku salah" ucap silvia dengan nada tersedu-sedu.
Hati rian pun rasanya benar-benar campur aduk saat ini, namun di dalam hati rian hanya ada silvia seorang.
__ADS_1
"Apa kamu mau menebus kesalahanmu via" tanya rian tiba-tiba dengan nada begitu lembut, silvia pun melepaskan pelukannya dari pelukan rian.
"Apa aku bisa menembus semua kesalahanku rian?" ucap silvia, namun air matanya masih mengalir dipipi lembut silvia.
"Tentu saja, jika kamu mau memulai dari awal lagi untuk bersamaku" ucap rian, sambil memegang kedua pipi silvia dengan kedua tangannya.
Silvia pun sekarang merebahkan kepalanya dipangkuan rian, ntah harus merasa senang atau sedih yang jelas dihati silvia juga hanya ada rian seorang.
"Rian aku mau memulai semuanya dari awal, aku akan perbaiki semuanya kesalahanku selama ini padamu" ucap silvia, rian mengusap rambut silvia dengan begitu lembut.
"Apakah ini mimpi, silvia bisa berada dipangkuanku saat ini" guman rian, yang masih tidak percaya. penantian rian 5 tahun ini akhirnya terbayar sudah karena ternyata Silvia belum menikah dan mau memulai dari awal lagi bersama dirinya.
"Via, apakah aku tidak sedang bermimpi bisa bertemu dengan dirimu lagi?" tanya rian, rian mengangkat kepalanya silvia dari pangkuannya dengan kedua tangannya. rian pun mendekatkan wajahnya kepada wajah silvia.
Silvia pun tersenyum melihat tatapan laki-laki yang dicintainya masih sama seperti dulu.
Silvia pun, memegang kedua pipi rian dengan kedua tangannya dan memperdekat wajahnya ke wajah rian.
"Kamu sedang tidak bermimpi, ini memang aku silvia, silvia mu yang dulu dan masih sama seperti dulu" ucap silvia, silvia pun meng*ucup b*bir rian dengan singkat.
Namun rian menarik tengkuk leher silvia dan kembali menc*um bibir silvia dengan begitu lembut perlahan-lahan silvia pun membalas c*uman rian dengan lembut.
"Aku mencintaimu silvia" ucap rian yang sudah melepaskan c*umannya.
Silvia pun tersenyum malu, karena ini pertama kalinya berc*uman dengan rian.
"Terimakasih rian, aku juga sangat mencintaimu" ucap silvia, yang sekarang sudah duduk disamping rian sambil menyandarkan kepalanya dibahu rian.
Rian pun bahagia karena penantiannya selama ini tidak sia-sia.
__ADS_1
Selamat pagi semuanya 🙏🙏 author suka telat up jadi perbab author akan bikin dobbel ya yang biasanya 500/bab sekarang author 1000/bab😁😁🙏🙏