
Akhirnya Vano dan Vina bangun dari tempat tidur mereka, dan langsung menuju ke dapur untuk membuat mie instan cabe dua.
Di dapur, mereka saling bercanda sambil memasak mie instan yang Vina inginkan.
"Sayang, kenapa harus pakai dua cabe?" Tanya Vano, ia sedang memotong cabe untuk direbus bersama mie instan yang sedang ia masak, untuk sang istri.
"Aku tiba-tiba pingin pakai dua cabe." Jawab Vina, ia sudah tidak sabar menikmati mie instan dengan dua cabe itu.
Vina yang biasanya tidak suka makan pedas, bahkan setiap kali ia makan pedas pasti mencret, tapi ntah hari ini ia tiba-tiba ingin makan mie instan pakai cabe.
Setelah beberapa lama, akhirnya mie instan itu jadi. Vano menuangkan mie instan itu ke dalam mangkok dan sekarang siap di nikmati berdua.
Vano dan Vina, menikmati mie instan berdua dimeja makan dengan begitu romantis.
"Sayang, setelah makan mie instan aku pingin makan bakso pedas." Kata Vina sambil menikmati mie instannya.
"Nanti kamu bisa mencret jika kamu makan pedas terus, kamu kan paling tidak bisa makan pedas. Tapi hari ini kamu begitu aneh." Jawab Vano, ia tidak mau kalau istrinya sampai sakit.
"Aku tidak mau tahu, aku mau makan bakso pedas pokoknya." Rengek Vina, matanya sudah berkaca-kaca, membuat Vano merasa tidak tega.
"Baiklah, kita makan bakso pedas." Jawab Vano, ia akhirnya menuruti apa mau istrinya.
Setelah selesai makan mie instan, Vano langsung mengajak Vina pergi makan bakso pedas.
David dan Niah.
David hari ini mengajak Niah ke kantor, iya dia mau bertemu dengan klien cantik jadi Niah ikut suaminya ke kantor.
Kini mereka sudah sampai dikantor, David langsung mengajak Niah keruang mitting. Diruang mitting sudah ada gadis cantik yang sudah menunggu David.
Penampilannya begitu sexy, badannya begitu bagus, parasnya begitu cantik. Kalau di bandingkan dengan Niah ya pasti cantikan wanita itu, secara Niah sedang hamil jadi badan Niah tidak sebagus tubuh wanita itu.
"Selamat siang Tuan David." Sapanya dengan begitu lembut.
"Selamat siang, Nona Livi." David membalas sapaannya dengan lembut juga.
Niah menatap Livi dengan tatapan tidak suka, iyalah pasti. Soalnya tatapan Livi pada David begitu mesra.
"Oke, klien dia cantik sekali. Kalau aku sedang tidak hamil pasti aku juga bisa secantik dia." Batin Niah dalam hatinya.
"Nona Livi, kenalkan ini istri saya." David memperkenalkan Niah pada Livi.
"Kenalkan nona, saya Livi." Livi menjulurkan tangannya, ia menjabat tangan Niah.
__ADS_1
"Kenalkan saya Raniah." Jawab Niah, ia tersenyum pada Livi.
Niah duduk disebelah David. David memulai mittingnya dengan Livi dengan serius tapi sorot mata Livi begitu genit pada suaminya.
"Haruskah, dia menatap suamiku seperti itu?" Batin Niah dalam hatinya.
Niah tetap tenang, tapi sekali-kali ia melirik Livi dengan tatapan kesal.
Dalam hati Livi, ternyata Tuan David sudah punya istri. Aku kira dia masih lajang sungguh padahal dia sangat tampan, aku juga mau jadi istrinya. Haruskah aku jadi istri keduanya? Tapi apa Tuan David mau denganku? Tapikan aku masih cantik dan tentunya aku dan istri Tuan David itu pasti cantikan aku.
Setelah beberapa lama, akhirnya mitting selesai. Livi berjabat tangan dengan David, sambil berjabat tangan ia memainkan tangan kekar David. Membuat David merasa geram.
"Haruskah, dia memainkan tanganku?" Batin David dalam hatinya.
Niah merasa sangat kesal, ia melihat David dan Livi rasanya ingin menjambak rambut Livi.
"Maaf, nona tolong lepasankan tangan suami saya! Apa harus berjabat tangan lama-lama." Sindir Niah, ia melirik Livi dengan lirikan tajam.
Dengan cepat Livi melepaskan jabatan tangannya dari tangan David.
"Dasar, istrinya Tuan David sungguh tidak sopan." Gerutu Livi dalam hatinya.
"Maaf Nona Livi, mitting sudah selesai saya langsung pamit pulang ya! Soalnya istri saya takut kecepaan takut dia kelelahan." Pamit David dengan nada lembut.
Niah semakin geram, sungguh Livi itu mencari-cari kesempatan untuk mendekati suaminya. Hati Niah sudah berperang ia sudah merasa takut jika David sampai tergoda dengan wanita lain.
"Sayang, anak kamu minta pulang. Katanya pingin dielus-elus sama diajak ngobrol sama papanya." Niah menatap David dengan tatapan begitu manja.
David tersenyum, lalu ia menganggukkan kepalanya.
"Nona Livi, maaf saya harus pulang. Soalnya istri saya minta pulang." Pamit David dengan sopan, Livi menganggukkan kepalanya.
"Kenapa sih, istrinya harus diajak?" Tanya Livi dalam hatinya.
"Iya Tuan David, saya juga pamit pulang." Jawab Livi, nadanya agak ketus dan berlalu pergi begitu saja dari hadapan Niah dan David.
Setelah Livi keluar dari ruangan mitting, David dan juga langsung pulang menuju rumahnya.
Saat bertemu dengan Livi tadi, Niah rasanya cemburu sekali. Apalagi melihat sorot mata Livi pada suaminya sungguh Niah mencokel kedua bola mata milik Livi.
"Dasar, dikira aku tidak tahu. Kamu sedang mencari-cari kesempatan untuk mendekati suamiku?" Batin Niah dalam hatinya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya David dan Niah sampai di rumah mereka. Kini mereka sedang duduk diruang tengah sambil menonton televisi, Davis juga sedang mengelus-elus perut Istrinya sambil mengajak anaknya mengobrol di dalam perut sana.
__ADS_1
Kevin dan Valin.
Kevin dan Valin baru saja sampai rumah, Kevin sedang duduk bersama Valin dan ada Rama dan Ana.
"Kalian, darimana?" Tanya Ana dengan nada lembut.
"Mama, aku habis dari rumah sakit. Dan aku punya kabar bahagia untuk kalian." Kata Kevin, matanya menujukan sorot mata bahagia.
"Siapa yang sakit?" Tanya Niah dengan begitu kawatir.
"Mama, Valin hamil." Jawab Kevin, ia tersenyum bahagia.
"Hamil?" Ana terkejut, ia langsung memeluk Valin dengan penuh kasih sayang.
"Kamu, sungguh hamil nak?" Ana memastikan.
"Iya ma, Valin sedang hamil." Jawab Valin, membuat Rama juga ikut tersenyum bahagia.
Hari ini Ana dan Rama, mendapat kabar bahagia kehamilan Valin. Mereka sungguh bahagia karena akan mendapatkan cucu lagi dari anak mereka.
Ralin dan Kenan.
Kenan sungguh girang, ia teriak-teriak memanggil orang tuanya padahal ia dan Ralin masih dihalaman rumahnya.
"Mama, papa, cepat keluar Ralin hamil ma, pa." Kenan teriak-teriak.
Alena, Bagas, Ayu dan Rehan, mereka yang kebetulan sedang makan siang dirumah Alena dan Bagas. Mereka langsung keluar bersama dari dalam rumah.
"Kenapa sih nak, kamu berisik sekali?" Tanya Bagas, ia menatap kesal Kenan.
"Mama, papa, Ralin hamil." Jawab Kenan dengan begitu bahagia.
"Apakah itu benar nak?" Tanya Ayu dan Alena secara bersamaan.
"Iya mama benar, aku hamil." Jawab Ralin, ia tersenyum bahagia.
Alena dan Ayu, langsung memeluk Ralin. Mereka bahagia dengan kabar kehamilan Ralinsyah.
Bagas dan Rehan juga sangat bahagia, akhirnya mereka akan segera punya cucu.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1
Maaf ya baru up, habis acara 7 bulanan kakak ipar, sibuk banget dari tadi 🙏