
Beberapa hari kemudian, sudah beberapa hari ini Alena bersikap manja terus dengan Bagas.
Bagas mau berangkat kerja namun Alena dengan begitu manjanya melarang Bagas untuk berangkat kerja, bahkan Alena lagi-lagi meminta sarapan dirumah Rama dan Ana.
"Sayang, Aku berangkat kerja dulu ya" pamit Bagas, yang seperti setiap harinya Dia lakukan.
"Aku mau Kamu dirumah saja sayang, pokoknya Aku tidak mau ditinggal-tinggal sama Kamu hari ini" rengkek Alena, sambil mengalungkan tangannya ke leher Bagas.
"Kenapa Alena, Beberapa hari ini terus bersikap manja padaku" gumam Bagas.
"Sayang, Aku harus berangkat kerja" kata Bagas dengan begitu lembut.
Alena hanya memanyunkan bibirnya, tanpa menjawab perkataan Suaminya.
"Kamu kenapa?" tanya Bagas, sambil membelai lembut pipi Alena.
"Aku mau sarapan dirumah Ana pagi ini" rengkek Alena, dengan wajahnya yang begitu menggemaskan.
"Sudah beberapa lama Alena sepertinya aneh, ini kedua kalinya Alena minta sarapan dirumah Ana dan Rama" gumam Bagas, yang memikirkan sikap istrinya.
"Tidak enak sayang, kalau makan ditempat mereka terus" Bagas menolak keinginannya Alena.
Tiba-tiba Alena menujukan wajah sedihnya, membuat Bagas bingung.
"Tapi Aku mau sarapan ditempat Ana, Aku tidak mau tau" rengkek Alena, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Baiklah ayo kita kerumah mereka sekarang" ajak Bagas, yang langsung menggandeng tangan Alena.
Ntah kenapa Alena? yang tadi hampir menangis sekarang merasa begitu senang.
Akhirnya mau tidak mau, Bagas langsung mengajak istrinya kerumah Rama dan Ana.
Kini Bagas melangkahkan kakinya, tidak butuh waktu lama akhirnya Bagas dan Alena sampai dirumah Rama.
"Tok...tok..." Bagas mengetuk pintu.
Rama, Rehan, Ayu dan Ana sedang sarapan pagi bersama hari ini. mendengar ketukan pintu Rehan langsung keluar menuju ke depan untuk membukakan pintu.
"Ceklek..." Rehan membuka pintu rumahnya.
Betapa terkejutnya, ternyata yang datang adalah Bagas dan Alena.
"Kak Bagas masuklah!" pinta Rehan.
Kini Bagas dan Alena melangkahkan kakinya menuju keruang makan.
"Bagas, Alena, ada apa?" tanya Ana dengan suara yang begitu lembut.
"Ana, Aku hanya ingin sarapan dirumah kalian saja" jawab Alena, dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Ana tersenyum mendengar jawaban dari Alena, lalu langsung mempersilahkan Alena dan Bagas untuk duduk.
"Alena, Bagas, duduklah! mari sarapan bersama" jawab Ana sambil tersenyum pada Bagas dan Alena.
"Tunggu sebentar! Aku ambilkan piring untuk kalian dulu" kata Ayu, yang langsung bangun dari tempat duduknya untuk pergi ke dapur mengambil piring.
Setelah mengambil piring, Ayu langsung berjalan menuju ke meja makan.
"Ini piring untuk kalian, makanlah yang banyak kebetulan Aku dan Kakak Ipar hari ini masak banyak" kata Ayu, dengan menujukan senyum manisnya.
Alena tersenyum pada Ayu.
__ADS_1
"Terimakasih ya Yu" kata Alena, dengan raut wajah yang begitu senang.
"Bagas, Kenapa Kamu diam saja? Kamu juga makan yang banyak" kata Rama, yang melihat Bagas hanya diam saja memperhatikan istrinya.
"Maaf ya, Tuan Rama istriku merepotkan sekali" jawab Bagas, yang merasa tidak enak.
Rama dan Rehan saling melepar senyum mereka.
"Tidak usah minta maaf, kalian boleh sarapan Disini kapanpun kalian mau" kata Rama, dengan senyumnya yang begitu tulus.
Setelah selesai sarapan, Rama dan Rehan pamit dengan istri-istri mereka untuk segera berangkat ke kantor.
"Sayang, Aku berangkat dulu ya" pamit Rama, sambil mencium kening Ana.
"Iya hati-hati dijalan ya, cepet pulang" jawab Ana, sambil membenarkan dasi suaminya.
Rehan juga berpamitan dengan Ayu.
"Sayang, Aku berangkat dulu ya" pamit Rehan, sambil mencium bibir Ayu dihadapan semuanya.
"kenapa melakukan ini" protes Ayu, dengan wajahnya yang begitu merah.
"Untuk semangat pagi hari sayang" jawab Rehan, sambil mencubit pipi Ayu.
"Dasar Anak ingusan!!" omel Rama, sambil menggelengkan kepalanya.
"Alena, Aku juga butuh Semangat pagi seperti Rehan" rengkek Bagas, dengan sikap manjanya.
Alena malah bersikap jutek pada suaminya.
"Aku tidak mau ngasih" jawab Alena dengan jutek.
Kini Rama dan yang lainnya, menatap kearah Bagas dan Alena.
"Kamu apain Alena sampai manja begitu" tanya Ana, sambil tersenyum jail.
"Pasti Kak Bagas, sudah memeletnya" timpal Rehan.
"Iya jangan-jangan Alena kena pelet" saut Ayu, dengan tawanya.
Bagas hanya menghela nafasnya mendengar berbagai perkataan dari para sahabatnya.
"Iya Alena, kena pelet cintaku jadi gini" jawab Bagas, dengan penuh kemenangan.
"Sudah, Kamu libur saja! Aku tidak mau nanti Alena mengeluarkan suara yang cempreng dirumahku ini" kata Rama, yang mengingkat teriakan Alena waktu itu saat mereka camping bisa membuat gendang telinganya pecah.
"Tapi hari inikan, ada metting penting Tuan" jawab Bagas.
Rama menepuk pundak Bagas.
"Kamu tidak usah kawatir, nanti Aku akan mengurusnya" kata Rama, sambil tersenyum pada Bagas.
Bagas membalas senyuman Rama, kini Rama dan Rehan pergi meninggalkan Bagas dan yang lainnya, untuk segera berangkat ke kantornya.
Bagas dan yang lainnya kembali melanjutkan sarapan mereka. setelah selesai sarapan Bagas dan Alena pamit pulang dengan Ana dan Ayu.
"Ana, Ayu, terimakasih ya" kata Alena dan Bagas secara bersamaan.
"Sama-sama, lain kali jika mau sarapan disini datang saja ya" jawab Ana, sambil tersenyum pada Ana dan Ayu.
Alena dan Bagas tersenyum pada Ana dan Ayu.
__ADS_1
"Siap, Aku juga tidak tau kenapa akhir-akhir ini Aku sering pingin makan ditempat kalian" kata Alena dengan jujur.
"Iya Alena akhir-akhir ini juga Alena selalu bersikap manja padaku, padahal tidak biasanya Alena manja berlebihan seperti akhir-akhir ini" cerita Bagas pada Ana dan Ayu.
"Tidak apa-apa manja sama Suami sendiri ini bukan Suami wanita lain" protes Alena.
Alena langsung menarik tangan Bagas, untuk segera pulang dari rumah Ana.
"Kita pulang dulu ya, jika kita tetap disini maka Suamiku akan terus membuka aib ku" pamit Alena, sambil berjalan menuju kedepan.
Ana dan Ayu saling melempar senyum mereka.
"Dasar mereka ini" kata Ayu sambil menggelengkan kepalanya.
"Ada saja yang mereka ributin ya Yu" saut Ana.
Ana dan Ayu langsung menuju ke taman belakang, Karena pagi ini ART masuk jadi Ana dan Ayu tidak ada kerjaan sama sekali. jadi mereka mengobrol sambil berkebun.
"Ayu, kita tanam cabe aja kali ya disini" saran Ana.
"Boleh, biar tidak ada cabe-cabean masuk rumah nanti" saut Ayu.
"Kamu bisa saja Yu" jawab Ana.
Kini keduanya asik berkebun, karena tidak ada kerjaan lain.
Dirumah Bagas dan Alena.
Bagas dan Alena baru saja sampai dirumah mereka, Alena dan Bagas sedang duduk di sofa ruang keluarga.
Alena merebahkan kepalanya dipaha Bagas.
"Kamu itu kenapa sih manja terus akhir-akhir ini?" tanya Bagas, yang merasa istrinya lebih manja biasanya.
"Aku juga tidak tau, tapi Aku lagi pingin dekat-dekat sama Kamu terus" jawab Alena, sambil mencium tangan Bagas.
Bagas membelai rambut Alena.
"Tapi kalau Aku ngajak main diranjang, Kamu nolak" kata Bagas, karena beberapa kali Alena menolaknya.
Alena tersenyum pada Bagas.
"Aku sedang males sayang, nanti kalau sudah tidak malas Aku pasti mau" jawab Alena.
"Sekarang, Aku libur kerja terus kita mau ngapain?" tanya Bagas.
"Aku mau bermanja-manja dengamu hari ini" jawab Alena, dengan senyum manisnya.
"Aku manjain Kamu diranjang ya" kata Bagas, yang masih berusaha mengajak Alena untuk bercinta.
Alena terdiam, lalu mencium bibir Bagas.
"Cup..." satu ciuman mendarat dibibir Bagas.
"Aku tidak mau, Aku hanya ingin terus melihat wajah tampanmu saja" jawab Alena.
Akhirnya Bagas menyerah dengan usahanya, dan hari ini Bagas hanya menuruti apa kemauan istri tercintanya.
"Sudahlah coba lagi besok" gumam Bagas, karena Alena menolak untuk bermain diranjang.
Bersambung 🙏
__ADS_1