Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
117. Mengantar makan siang.


__ADS_3

Ana tidak menyangka ternyata Angga meminta ketemuan hanya untuk mengakui kejahatannya.


"Aku tahu Angga tidak sejahat itu, siapa wanita yang dimaksud oleh Angga yang Angga maksud tadi" Ucap ana pada diri sendiri yang merasa sangat penasaran.


Ana pun melihat jam pada ponselnya dan sekarang sudah menunjukkan pukul 10.30 Ana pun berhenti disalah satu restauran kesukaan suaminya.


"Pak, kita berhenti direstauran itu ya" Ucap ana pak Ujang, sambil menunjukkan restauran tersebut.


Pak Ujang pun memberhentikan mobilnya ana pun langsung turun dari mobilnya.


"Tunggu nona, saya bukakan pintu dulu" Ucap pak Ujang yang hendak turun dari mobilnya.


"Tidak usah pak saya sendiri aja" Jawab ana dan langsung membuka pintu mobilnya.


Ana pun segera memesan beberapa makanan kesukaan suaminya, hari ini ana berniat untuk mengantarkan makanan siang buat suaminya


Pesanan ana pun sudah siap dan ana langsung membayar pesanan tersebut lalu setelah selesai ana langsung menuju ke mobil untuk menuju kantor Rama.

__ADS_1


"Ayo pak jalan, oh iya pak saya juga membelikan makan siang untuk bapak. makanlah kan nanti" Ucap ana dengan nada sopan pada pak Ujang.


"Nona ana, terimakasih ya makanannya" Ucap pada Ujang dengan nada senang.


Pak Ujang bahagia, karena majikannya menikahi gadis yang sangat baik dan sangat tulus mencintai rama beda dengan wanita-wanita yang dulu pernah dikencani oleh rama.


Sampelah dikantor Rama, ana pun langsung masuk kedalam ruangan Rama semua orang kantor Rama tau ana adalah istrinya Rama jadi bebas masuk keluar kantor ini.


Tuk..tuk..


"Boleh saya masuk" Ucap ana dengan nada lembutnya, Rama yang langsung mengenali suara Rama akhirnya langsung bangun dari tempat duduknya dan membukakan pintu untuk istrinya.


"Iya sayang, habisan tiba-tiba aku pingin melihatmu sayang sekalian aku mengantarkan makan siang untukmu" jawab ana sambil menunjukkan makanan yang ditenteng oleh dirinya.


"Duduklah ayo kita makan dulu" Ajak ana pada suaminya, Rama pun mengikuti istrinya.


"Sayang, tadi bagaimana ketemu Angga?" Tanya Rama tiba-tiba.

__ADS_1


"Angga meminta ketemuan hanya ingin mengakui kejahatannya saja, kamu ingat kejadian dihalte bus Angga memang bagian dari rencana waktu itu. namun kata Angga ada orang lain dibelakang Angga katanya dia ingin berusaha memisahkan kita. tapi Angga tidak mau memberi tahu siapa orang itu" Ucap ana menjejakkan tadi apa yang diucapkan oleh Angga waktu ketemu.


"Kenapa Angga mengakui kejahatannya?" Tanya Rama pada ana.


"Angga akan memulai hidup barunya diluar negeri sayang dan Angga bilang Angga tidak mau membawa di dosanya" Ucap ana menirukan apa yang diucapkan oleh Angga.


Perut Rama pun tiba-tiba bunyi kruyuk.. kruyuk, ana yang mendengar itupun tersenyum pada Rama.


"Makan dulu sayang, itu cacing diperutmu sudah pada demo" Ucap ana yang membuat Rama tertawa.


"Sayang, kamu juga makanlah sini aku suapin" Ucap Rama sambil menyuapkan makanan pada mulut ana.


*Ini perut kok rasanya tidak enak terus ya dari kemarin* Guman ana, namun ana tidak mau menceritakan pada suaminya karena takut suaminya merasa kawatir.


"Sayang, aku udah kenyang" ucap ana dengan nada pelan.


"Kamu baru makan sesuap sayang" Jawab rama, namun ana juga tidak mau memaksakan makan banyak karena memang perutnya sedang tidak enak.

__ADS_1


Selamat malam buat para pembaca setia, maaf ya kalo cerita author tidak jelas atau masih acak-acakan 🙏🙏


__ADS_2