
Ayu pun terkejut mendengar ucapan mami rehan yang begitu semangat akan pernikahan dirinya dan rehan.
"Mami, kalau rehan menikah nanti rehan mau membeli rumah didekat kak rama ya" Ucap rehan, karena rehan ingin dekat dengan kakaknya dan ayu juga pasti akan senang karena bisa lebih sering bertemu dengan ana.
"Mami sih, terserah kamu aja nak" Jawab mami, mami yang memang orangnya tidak ribet jadi apapun kemauan anaknya selalu dituruti selagi itu baik untuk anaknya.
Tiba-tiba rama dan ana datang, ana membuka pintu depan namun tidak ada orang satupun, ana dan rama pun menuju ruang tengah dan melihat mami, rehan dan ayu sedang asik mengobrol.
"Ay...yu" Teriak ana.
"Ana, Kamu apa kabar?" Tanya ayu dengan nada begitu bahagia, karena sudah lama tidak bertemu.
"Aku baik ayu, aku sangat merindukan kamu" Ucap ana sambil memeluk erat tubuh ayu.
Ayu pun memeluk erat tubuh ana.
"Ana tunggu, sepetinya kamu agak gemukan sekarang" Ucap ayu tiba-tiba.
__ADS_1
Ana pun tersenyum pada ayu, membuat ayu penasaran. karena biasanya ana kalau ayu bilang ana agak gemukan pasti akan manyun dan banyak bertanya.
"Ayu, sekarang aku sedang hamil"Ucap ana penuh kelembutan dan tersenyum manis pada sahabatnya.
"Sungguh, ana mendengarmu hamil rasanya aku ingin sekali segera menikah" Ucap ayu, penuh antusias.
"Calon adik iparku, tenang saja adikku yang tampan ini siap untuk menikahi secepatnya, iyakan rehan?" Ucap rama pada ayu dan rehan.
Pipi ayu pun langsung merah mendengar ucapan rama, namun rehan begitu bersemangat dan langsung menjawab ucapan kakaknya dengan senang hati.
"Benar, apa kata kak rama, aku siap menikahi kamu kapan saja ayu" Ucap rehan, penuh kemenangan. apalagi melihat muka ayu yang begitu merah seperti udang rebus itu membuat rehan begitu bersemangat.
Akhirnya semuanya pun menuju meja makan dan segera memakan apa yang disajikan oleh maminya.
"Huek..huek.." Seperti biasa ana merasa mual mencium bau makanan yang ada.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya rama.
__ADS_1
"Ana, nanti periksa ke dokter saja ya biar dikasih obat mual dan vitamin untuk ibu hamil" Ucap mami penuh perhatian.
"Aku tidak apa-apa ram, iya mami nanti aku akan periksa ke dokter" Ucap ana pada rama dan juga mami.
Ana pun memutuskan untuk pindah dari meja makan, karena memang ana setiap kali bau makanan pasti akan merasa sangat mual.
"Mami dan yang lainnya, ana keruang tengah dulu ya kalian lanjutkan makannya" Ucap ana, yang masih menahan rasa mualnya.
"Sayang, kamu sungguh tidak apa-apa?" Tanya rama masih dengan nada khawatir.
"Tidak apa-apa sayang, kamu lanjutkan makan kamu ya sayang aku keruang tengah dulu" Ucap ana pada suaminya.
Rama pun menganggukan kepalanya pada ana dan ana pun langsung pergi menuju ruang tengah.
"Ayo kalian makan dulu, biarkan ana beristirahat saja diruang tengah" Ucap mami pada semuanya.
"Makan bersama, namun tanpa ana. sayang maafkan aku ya karena kehamilan kamu, kamu harus merasakan mual-mual, kadang sakit, pokoknya perjuangan kamu untuk menjadi seorang ibu itu membuat aku sadar kalau wanita itu adalah mahluk yang begitu kuat dan sabar" Guman rama dalam hati.
__ADS_1
Selamat malam semuanya, maaf ya baru up lagi authornya baru selesai kerjanya 😘😘 pokoknya buat para pembaca yang selalu kasih semangat buat author terimakasih ya semuanya 🙏🙏