Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
214.Tidak ingin menyia-nyiakan.


__ADS_3

Dikantor Rama.


Waktu menunjukkan setengah 7 malam tapi Rama, Rehan dan Alvin belum pulang dari kantor karena mereka malam ini melakukan lembur kerja.


Rama, Rehan dan Alvin sedang berada diruangan Rama.


Diruangan Rama.


"Tuan Rama, untuk tugas yang anda berikan sudah saya selesaikan!!" ucap Alvin, sambil menyerahkan lembaran kertas yang sudah tertata rapi di dalam map.


"Terimakasih Alvin!!" jawab Rama, sambil menerima berkas-berkas tersebut dari tangan Alvin.


Rama mengecek berkas-berkas tersebut dengan begitu teliti sedangkan Rehan dan Alvin sedang saling asik mengobrol.


"Rehan, dikantor beredar gosip kamu dan Rahel pacaran" ucap Alvin dengan nada pelan.


"Biarkan saja Alvin!! lagian itu tidak benar aku juga sudah punya calon istri" jawab Rehan.


Tiba-tiba Rama memanggil Rehan dan Alvin.


"Rehan, Alvin sudah hampir jam 7 malam ayo kita pulang!! untuk kerjaan kita lanjutkan besok saja" Ucap Rama pada Rehan dan Alvin.


"Baiklah tuan!!" jawab Rama.


"Oke, ayo kita pulang!! akhirnya aku akan bertemu dengan kasur" jawab Rehan penuh semangat.


Alvin hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Rehan yang tidak lain adalah teman sekantornya.


"Rehan, kau mau bertemu dengan kasur saja sangat bahagia!! aku yang mau ketemu dengan istriku saja biasa saja" ledek Rama penuh dengan kejailan.


Rehan langsung menatap tajam ke arah Rama.


"Dasar obat nyamuk!!" kesal Rehan, yang sekarang setiap kali kesal dengan kakak nya selalu menyebut kakaknya dengan sebutan obat nyamuk.


"Dasar lalat pengganggu!!" balas Rama.


"Lalu aku ini apa?"celetuk Alvin.


"Kamu tembok!!" jawab Rama dan Rehan bersamaan.


"Seumur-umur kerja dikantor Rama group, aku baru pernah melihat tuan Rama mau bercanda seperti ini!!" guman Alvin dalam hati.


Setelah perdebatan kecil itu selesei akhirnya mereka langsung bergegas untuk pulang, Alvin langsung menaiki mobilnya untuk menuju Kerumahnya sedangkan Rama dan Rehan membawa mobil sendiri-sendiri.


"Ayo kita balapan kak!!" ajak Rehan dengan nada menantang.


"Baik, apa taruhannya?" tanya Rama.


"Tlaktir makan siang besok dikantor!!" jawab Rehan.


"Baiklah!!" jawab Rama setuju.


Akhirnya mereka balapan dari kantor menuju kerumah.


Dirumah Rama dan Ana.


Rama dan Rehan baru saja pulang dari kantor bersama, biarpun mereka pakai mobil yang berbeda tetapi mereka sering sekali pulang beriringan. apalagi kali ini mereka melakukan balapan dari kantor untuk cepat sampai rumah lebih dulu..


Akhirnya Rama menang!!


"Aku menang, ingat tlaktir makan siang besok!!" ucap Rama mengingatkan.

__ADS_1


"Iya kak!!" jawab Rehan singkat.


Ana yang melihat Suaminya dan Adik iparnya sudah pulang, langsung pergi menghampiri mereka.


"Apa yang kalian obrolkan?" tanya Ana ingin tau.


"Rehan kalah balapan sayang!!" jawab Rama dengan nada meledek.


"Kak Rama curang kak Ana!!" Rehan berbohong.


Ana tidak mau perdebatan mereka berlanjut.


Akhirnya Ana langsung mengajak keduanya untuk makan malam bersama, setelah selesai makan malam Rehan langsung masuk ke kamarnya begitu juga dengan Ana dan Rama mereka juga langsung masuk kedalam kamarnya.


Dikamar Rama dan Ana.


"Sayang, aku mandi sebentar habis itu langsung tidur ya!!" ucap Rama, karena memang sudah mengantuk.


Ana sedang duduk ditempat tidur.


"Iya sayang, aku juga sudah mengantuk sekali!!" jawab Ana dengan nada pelan.


Rama pergi menuju ke kamar mandi sedangkan Ana membaringkan tubuhnya ditempat tidur.


Setelah beberapa menit akhirnya Rama keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sudah tertidur.


Rama selesei berganti baju dengan baju tidur, Rama langsung membaringkan tubuhnya disamping Ana.


Malam ini tidak ada obrolan manis atau romantis diantara mereka karena mereka sudah sama-sama mengantuk.


*Dikamar Rehan.


"Rehan, ayolah kita pergi jalan berdua!!"


"Rehan, bales pesanku!!"


Melihat pesan dari Rahel, Rehan hanya mengabaikannya dan langsung menghapusnya.


"Gedek banget sama Rahel!!!" kesal Rehan.


Rehan langsung melempar ponselnya ketempat tidur dan sekarang sibuk dengan laptopnya.


Rehan membuka laptopnya dan langsung melihat foto Ayu dan dirinya dilayar laptopnya.


"Rahel kamu itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Ayu!!" puji Rehan dengan penuh kebanggaan.


Malam semakin larut, akhirnya Rehan menuju ke ranjang tempat tidurnya untuk segera tidur.


Bagas dan Alena.


Mereka baru selesai makan malam bersama dan sekarang sudah berada dikamar peninginapan mereka.


"Sayang, besok kita pulang ya!!" ajak Bagas.


"Tapi aku masih mau disini!!" rengkek Alena.


Bagas tau Alena belum mau pulang dari bulan madunya namun Bagas juga harus kembali bekerja.


"Sayang, tapi adonan kita belum jadi" Ucap Alena, agar Bagas membatalkan kepulangan mereka besok pagi.


"Sayang kamu tidak usah khawatir, nanti kita lanjutkan membikinnya dirumah!!" jawab Bagas, sambil menggigit telinga Alena dengan lembut.

__ADS_1


Bagas mulai jail dengan goda-godaan yang dirinya lontaran buat istrinya.


"Sayang!!" rengkek Alena.


"Jangan merengek!!" goda Bagas.


Alena yang sudah membaringkan tubuhnya diatas kasur, tiba-tiba Bagas memeluk Alena dari belakang.


Bagas memeluk Alena sambil menekan-nekan kedua gunung kembar Alena dengan tangannya.


"Sayang lepaskan!!" rengkek Alena.


"Tidak mau, aku ingin kita membuat adonan sebelum pulang dari bulan madu kita!!" ucap Bagas, yang semakin memperkuat tekanannya.


"Ahh sakit sayang!!" rintih Alena.


"Aku tidak bisa menahannya kalau kamu disampingku sayang" ucap Bagas dengan jujur.


Bibir Bagas mulai menciumi bibir Alena dengan penuh kenikmatan, Bagas menjelajahi tubuh istrinya seperti biasanya. sehingga desahan dan erangan keluar dari mulut keduanya.


"Sayang, aku sudah tidak tahan!!" keluh Bagas.


Alena hanya menganggukkan kepalanya, Bagas yang mengerti maksud Alena akhirnya Langsung membuka s*k*langan Alena dengan lebar dan langsung memasukkan bagian itunya kedalam alat sensitif Alena.


Biarpun sudah tidak sesempit waktu pertama kali, tapi keduanya merasakan nikmat yang begitu nikmat.


Malam ini Bagas main dengan sedikit kasar, setelah keduanya sama-sama mencapai puncaknya akhirnya Bagas terkulai lemas disamping Alena.


"Terimakasih sayang" ucap Bagas.


Alena menganggukkan kepalanya.


"Sudah puas belum sayang?" tanya Bagas.


"Sudah sayang!!" jawab Alena yang memang sudah merasa kelelahan.


Bagas tersenyum mesum pada Alena.


"Sayang, aku masih mau!!" rengkek Bagas.


Tanpa mendengarkan jawaban dari istrinya, akhirnya Bagas memulai aktivitasnya untuk kedua kalinya.


"Sayang!!!"


"Tahan sayang!!" jawab Bagas.


Akhirnya Bagas mencapai puncaknya dan kini Alena terkulai lemas karena permainan Suaminya.


Bagas membaringkan tubuhnya disamping Alena.


"Sayang maaf!! aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan bulan madu kita!!" sesal Bagas, karena melihat Alena sekarang terkulai lemas disampingnya.


Alena tersenyum pada Bagas, sambil membelai pipi Bagas dengan lembut.


"Sayang, kamu tidak perlu minta maaf padaku!! ini sudah tugasku menjadi istrimu" jelas Alena penuh kasih sayang.


"Aku tidak ingin kamu mencari kesenangan diluar sana Bagas!! jadi aku akan berusaha meladeni dan melayanimu dengan baik!!" kata hati Alena.


Akhirnya malam ini Bagas merasa sangat puas, Alena juga merasa sangat senang karena bisa menjadi istri yang baik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2