Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
209. Masak bareng.


__ADS_3

Bagas dan Alena telah sampai ditempat tujuan, disebuah pedesaan yang masih begitu indah dan asri.


Alena sedang berdiri melihat pemandangan yang ada disekelilingnya tiba-tiba Bagas memeluk Alena dari belakang.


"Apa kamu suka tempat ini sayang?" tanya Bagas, tepat ditelinga Alena.


Alena tersenyum pada Bagas.


"Aku suka sayang" jawab Alena.


"Oh iya Bagas, kita kan sudah menikah apa kamu sudah siap menggantikan posisiku sebagai direktur diperusahanku?" tanya Alena tiba-tiba.


Bagas berpikir sejenak.


"Tentu sayang, tapi jangan sekarang ya!! tunggu sampai kamu hamil dulu baru aku gantikan posisi kamu, karena biar bagaimanapun tuan Rama masih sangat membutuhkanku!! bahkan aku belum membicarakan masalah ini dengan tuan Rama, jadi tuan Rama juga belum merekrut sekertaris baru untuk menggantikanku!!" jelas Rama pada Alena.


Biar bagaimanapun Rama sudah sangat baik pada Bagas, bahkan Rama sudah menganggap Bagas seperti saudaranya sendiri. itulah mengapa Bagas berat untuk meninggalkan pekerjaannya, namun keadaannya sekarang berbeda Bagas sudah menikah jadi Bagas juga harus bertanggung jawab akan istrinya.


Dan Bagas juga tidak bisa menolak untuk menggantikan posisi istrinya sebagai direktur diperusahan istrinya, apalagi Alena nantinya ingin fokus mengurus keluarga kecilnya jadi itu lebih bagus dan dengan senang hati Bagas menerima keputusan istrinya.


Alena tersenyum pada Bagas dengan sangat manis.


"Maka buatlah aku cepat hamil sayang!!" pinta Alena dengan nada menggoda.


Bagas mencium pipi Alena dengan lembut.


"Apa kamu sudah untuk punya anak?" tanya Bagas dengan nada lembut.


"Untuk saat ini belum sayang, tapi ya kalau Allah ngasihnya cepat aku akan terima sayang!!" jawab Alena dengan senang hati.


Hari semakin sore, akhirnya Bagas mengajak Alena ke tempat penginapan yang sudah Bagas pesan.


"Iya sayang, kamu benar anak adalah rejeki jadi kapan saja dia hadir diperut kamu ya aku akan menerimanya!!" jawab Bagas.


Alena mencubit hidung Bagas dengan keras.


"Aduh.. sayang kenapa kamu mencubit hidungku?" kesal Bagas dengan rintihannya.


"Lagian kamu, ya kamu harus menerimanya kamu kan yang membuatnya ada didalam perutku nanti" ucap Alena dengan nada kesal, namun tetap menggemaskan.


"Baik.. baiklah maafkan aku jika aku salah bicara tadi" sesal Bagas.


"Aku maafkanmu sayang, sekarang ayo kita masuk ke kamar!!" ajak Alena.


Bagas dan Alena menuju ke kamar yang sudah dipesan oleh Bagas.


Sampai dikamar Bagas dan Alena langsung membersihkan tubuhnya, kali ini mereka mandi bersama. ntah apa yang terjadi hanya mereka yang tau.


Dirumah Rama dan Ana.


Setelah selesai memakan roti bakar bikinannya, kini Ana sedang memasak di dapur karena sebentar lagi suaminya dan adik iparnya akan segera pulang kerja.


Tiba-tiba pintu rumahnya ada yang mengetuk.


"Tok..tok..!!" suara ketukan pintu.


"Iya tunggu sebentar!!" saut Ana dari dalam rumah.


Ana pergi berjalan menuju ruang depan untuk membukakan pintu.

__ADS_1


Ana membuka pintu.


Betapa senangnya Ana melihat ternyata Ayu yang datang kerumahnya.


"Ayu.." sapa Ana dengan nada keras, Ana Langsung memeluk Ayu.


Ayu juga langsung membalas pelukan dari Ana.


"Apa kamu akan terus memelukku dan tidak menyuruhku untuk masuk?" ledek Ayu dengan jail.


Ana melepaskan Ayu dari pelukannya.


"Mana mungkin aku melakukan itu sama sahabatku?? yang kini akan menjadi adik iparku!!" jawab Ana, sambil mencubit kedua pipi Ayu dengan tangannya.


Ana melepaskan tangannya dari pipi Ayu.


Ana langsung menarik tangan Ayu dengan lembut.


"Kebetulan kamu datang, aku sedang masak!!" ucap Ana yang begitu antusias.


"Terus kenapa Ana?" tanya Ayu bingung.


"Mari kita masak bareng!! dan tunggu suami-suami kita pulang!!" ajak Ana dengan senang hati.


"Calon suami Ana, baiklah ayo aku akan memasak untuk Rehan!!" jawab Ayu dengan begitu senang.


Akhirnya Ana dan Ayu langsung pergi menuju dapur untuk memasak bareng-bareng.


"Ana apa yang akan kita masak?" tanya Ayu.


"Kita masak udang balado, ayam goreng!!


itu saja Ayu, sebentar lagikan mereka akan pulang jadi bikin yang cepat saja!!" jawab Ana.


Tidak perlu waktu lama kurang dari satu jam Akhirnya makanan sudah matang, Ana dan Ayu langsung menyajikan makanan tersebut dimeja makan.


Ana duduk sebentar karena pinggangnya agak sedikit sakit, mungkin karena terlalu lama berdiri.


"Ana kamu tidak apa-apa?" tanya Ayu kawatir.


"Tidak apa-apa Ayu, istirahat sebentar nanti juga akan baik" jawab Ana, agar Ayu tidak kawatir pada dirinya.


Ayu tersenyum pada Ana.


"Ana, nanti aku juga akan merasakan hamil sepertimu!! kalau aku sudah menikah nanti" ucap Ayu tiba-tiba.


"Kamu benar Ayu!! menjadi wanita hamil itu tidak muda tapi percayalah semuanya terasa nikmat ketika kita menjalani semuanya dengan iklhas!!" jawab Ana dengan nada Begitu senang.


Menurut Ana kehamilannya saat ini membawa nikmat tersindiri baginya, apalagi karena kehamilannya sekarang Rama sangat perhatian pada dirinya bahkan perhatiannya sekarang lebih besar pada dirinya. itulah nikmat yang salah satu yang Ana dapat dari suaminya.


Ayu tersenyum mendengar cerita dari Ana yang begitu bahagia.


"Ana akhirnya sekarang kamu menemukan kebahagiaanmu, setelah banyak hal sulit yang kamu lalui!!" ucap Ayu pada Ana, Ayu bersyukur karena akhirnya sahabatnya selama ini bisa hidup bahagia.


Ana memeluk Ayu dengan erat.


"Iya Ayu, aku juga tidak menyangka bisa mendapatkan kebahagiaan seperti ini!! Ayu terimakasih sudah menjadi sahabat terbaikku selama ini" ucap Ana.


Ana tidak lupa, dulu Ayu adalah sahabat yang selalu membuat dirinya kuat menghadapi cobaannya, Ayu sering menghibur Ana dikalahkan Ana sedih, bahkan Ayu pernah dengan senang hati menyuruh Ana tinggal dirumahnya.

__ADS_1


Ana dan Ayu senang sekali mereka mengobrol tentang masalalu mereka dan kehidupan Ana yang sekarang sudah bahagia.


Tiba-tiba Rama dan Rehan pulang.


Rama dan Rehan membuka pintu rumah yang tidak kunci oleh Ana.


"Kak, tumben kak Ana tidak mengunci pintu?" tanya Rehan, yang sudah membuka pintu.


"Mungkin, kakak iparmu lupa!!" jawab Rama.


Akhirnya Rama dan Rehan masuk kedalam rumah bersamaan, Rama jalan dibelakang Rehan.


"Baunya enak sekali kak!!" ucap Rehan, yang mencium aroma masakan.


"Hmm pasti kakak ipar sudah masak enak!! aku sudah sangat lapar sekali!!" ucap Rehan lagi.


Rama hanya diam matanya mencari istrinya disetiap sudut ruangan dirumahnya.


Ana dan Ayu sedang mengobrol dimeja makan sambil menunggu Rama dan Rehan pulang dari kantornya.


Rama melihat Ana dimeja makan betapa senangnya, akhirnya bisa melihat istrinya.


Rama menghampiri Ana.


"Sayang, aku merindukanmu!!" ucap Rama manja.


"Sayang rindunya nanti saja!! kasian sekarang ada dua sejoli yang belum halal!!" ledek Ana.


Betapa terkejutnya Rehan melihat Ayu ada dirumahnya.


"Ayu, kapan kamu datang? kenapa kamu tidak bilang padaku? aku kan bisa menjemputmu!!" tanya Rehan dengan penuh kebawelan.


Ayu hanya tersenyum.


"Katakan aku harus menjawab yang mana dulu?" tanya Ayu dengan jail.


"Cukup katakan apa kamu merindukanku?" tanya Rehan dengan nada yang begitu manis.


"Tentu, tapi alasannya aku datang kesini bukan karena merindukanmu tapi karena aku merindukan sahabatku!!" jawab Ayu penuh kejailan, sebenarnya Ayu juga merindukan Rehan.


Rehan merasa kesal tapi Rehan juga sangat senang bertemu dengan Ayu.


"Baiklah, tapi aku merindukanmu sekarang!!" ucap Rehan dengan nada lembut.


"Terimakasih sayangku" ucap Ayu dengan senang hati.


Ana dan Rama saling melempar senyum melihat tingkah adiknya dan calon adik iparnya.


"Rehan, kita makan dulu!! kamu lanjutkan nanti saja mesra-mesraannya!! katanya kamu tadi sudah lapar?" ucap Rama dengan begitu jailnya.


Rehan menatap kakaknya dengan tatapan kesal, namun Rama membalas dengan senyuman jailnya.


Akhirnya malam ini mereka berempat makan malam bersama dengan penuh kehangatan dan tawa canda diantara mereka.


"Hari ini aku dan Ayu yang memasak" ucap Ana dengan lembut.


"Rasanya enak!!" puji Rama.


"Iya ini enak, kak ipar dan Ayu pintar sekali memasak!!" puji Rehan.

__ADS_1


Ayu dan Ana saling melempar senyum mendengar pujian dari kedua laki-laki yang saat ini sedang memakan masakan mereka.


Bersambung


__ADS_2