Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
313.Sahabat jadi besan S2.


__ADS_3

Akhirnya Rama, Ana dan Niah, Langsung menuju ke butik langganannya untuk mencari gaun untuk Niah pakai nanti malam.


Tunggu nanti malam ya, Niah akan secantik apa, Dengan gaun pilihan sang Papa.


Setelah membeli gaun untuk Niah pakai nanti malam, Rama langsung mengajak istri dan anaknya pulang kerumah.


Kini mereka sudah sampai dirumah, Niah Langsung duduk di sofa.


"Lelah sekali." Keluh Niah.


Rama dan Ana juga duduk di sofa, Niah langsung membenarkan posisi duduknya. Lalu Niah bertanya kepada Rama.


"Pa, Kenapa Papa tidak menjodohkan Niah dengan Vano saja?" Tanya Niah pada Rama.


"Karena Vano jauh lebih muda dari Kamu, Jadi Papa tidak menjodohkanmu dengan Vano." Jawab Rama, Dengan begitu santai.


Iya mengingat dulu Rian dan Rama sering sekali membicarakan perjodohan tentang Anak-anak mereka, Namun pada akhirnya setelah anak-anak mereka besar semuanya berubah.


Rama tidak mau menjodohkan Niah dengan Vano, Karena usia Niah lebih tua dari Vano. Jadi selama ini Vano dan Niah hanya bersahabat saja tidak lebih.


"Oh gitu Pa, Kangen sama Vano." Jawab Niah, Sambil memberitahu pada Papanya jika dirinya kangen Vano.


Vano dan kedua orangtuanya memang sedang diluar negeri, Mungkin mereka akan pulang minggu depan nanti.


"Tunggulah sebentar lagi Vano pulang dari luar negeri, Nanti Kamu bisa menemuinya." Jawab Rama sambil melihat Niah.


"Oh iya nanti malam, Kamu harus dandan yang cantik!" Tegas Rama pada Niah.


Niah terdiam sesaat, Lalu bertanya pada Rama.


"Pa, Kenapa Papa tidak mengizinkan Niah menjalin hubungan dengan Riko? Apa karena Riko itu hanya orang miskin?" Tanya Niah, Yang membuat Rama rasanya ingin menampar Niah sekali, Namun Rama berusaha menahannya rasa marahnya.


"Niah..." Kata-kata Ana terpotong.


"Dengerkan Papa baik-baik, Papa tidak akan melarangmu berhubungan dengan laki-laki manapun biarpun itu laki-laki miskin, Asal Dia baik dan bertanggung jawab pasti Papa akan merestuinya." Tegas Rama dengan lantang.


Rama mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, Lalu memperlihatkan foto-foto dan Video-video yang dikirim oleh orang suruhannya selama ini untuk mengawasi Riko.


"Kamu lihat sendiri! Dan Kamu pikirkan sendiri kenapa Papa sangat menentang hubunganmu dengan laki-laki itu." Tegas Rama, Sambil menyodorkan ponsel miliknya kepada Niah.


Niah menerima ponsel tersebut, Lalu mulai menggeser layar ponsel tersebut. Betapa terkejutnya Niah melihat kelakuan Riko yang begitu membuat Niah kaget.


"Riko betapa menjijikkannya dirimu." Gumam Niah, Yang melihat Riko sedang mabuk-mabukan dan dikelilingi oleh wanita-wanita cantik.


Niah juga melihat video dan foto yang lainnya, Seperti Riko yang sedang berjudi, Riko yang sedang berciuman dengan wanita lain.


Betapa hancurnya hati Niah sekarang, Laki-laki yang selama ini dicintainya dan sangat dipujanya, Ternyata Dia sungguh tidak ada akhlak dibelakang Niah.


Niah hanya diam, Sekarang Niah benar-benar sudah sangat bersalah dengan Papa, Apalagi Niah sampai marah-marah dengan Rama.


Niah langsung bangun dari tempat duduknya, Lalu langsung menghambur kepelukan Rama.


"Papa, Maafkan Niah." Niah meminta maaf pada sang Papa, Bahkan Niah sampai menangis dipelukan Papanya.


Rama membalas pelukan Niah, Lalu mengelus-elus rambut Niah dengan tangannya.


"Sekarang Kamu tahukan, Kenapa Papa begitu menentang hubunganmu dengan laki-laki itu. Karena Papa tidak mau anak perempuan Papa satu-satunya hidup sengsara atau tidak bahagia." Jelas Rama dengan begitu penuh kasih sayang.

__ADS_1


Bertapa menyesal hati Niah, Kini dirinya benar-benar merasa bersalah kepada sang Papa.


"Papa, Maafkan Niah! Niah akan menerima perjodohan ini." Niah kembali meminta maaf pada Rama, Bahkan dengan begitu pasrahnya Niah akhirnya menerima perjodohan ini dengan ikhlas.


"Percayalah Nak, Papa hanya ingin Kamu bahagia. Kamu tahu kenapa Papa menjodohkanmu dengan anaknya sahabat Mamamu?" Tanya Rama, Sambil melepaskan Niah dari pelukannya.


Niah langsung menyandarkan kepalanya di bahu sang Papa, Lalu dengan pelan Niah bertanya pada Papanya.


"Memangnya kenapa Pa?" Tanya Niah dengan suara pelan.


"Karena sahabat Mama itu adalah orang yang baik, Dan Papa yakin anaknya Dia juga laki-laki yang baik." Jelas Rama pada Niah.


Ana berpindah duduk kesebelah Niah, Lalu Ana menggegam tangan Niah dengan penuh kasih sayang.


"Papamu benar Nak, Paman Dimas itu adalah sahabat Mama waktu kuliah. Dia orang yang selalu membantu Mama saat Mama sedang susah." Sambung Ana yang diiringi dengan senyum bahagianya.


"Bahkan paman Dimas pernah naksir sama Mama Kamu, Tapi yang mendapatkan hati Mamamu adalah Papa." Canda Rama, Yang membuat Ana langsung mencubitnya hingga Rama merintih kesakitan.


"Jangan cerita aneh-aneh dengan anakmu! Lagian Aku dan Dimas dulu tidak punya perasaan sama sekali, Dia hanya suka iseng saja." Omel Ana, Yang membuat Rama terkekeh.


Mengingat dulu Rama pernah merasakan cemburu gara-gara Dimas, Ehh sekarang malah mau jadi besanan.


Malam kemudian, Kevin baru saja pulang dari kantornya, Rama sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya sambil duduk di sofa menunggu Niah dan Ana yang sedang dandan.


"Papa, Mau kemana?" Tanya Kevin, Yang melihat Papanya sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya.


"Mau bertemu dengan keluarga calon suami Kakakmu, Kamu juga siap-siaplah ayo ikut." Jawab Rama, Sambil menyuruh Kevin untuk segera bersiap-siap.


Kini semuanya sudah siap, Niah juga sudah siap dengan gaun warna biru bermotif bunga-bunga pilihan sang Papa yang begitu cantik.



Setelah semuanya siap, Niah dan keluarga langsung menuju ke restauran yang tempat Rama dan Dimas jajian.


"Cie Kak Niah mau nikah."Ledek Kevin dengan begitu jail.


"Diam Kamu!!" Omel Niah pada Kevin.


"Sudah-sudah, Kevin berhentilah meledek Kakakmu!" Lerai Ana, Sambil meminta Kevin berhenti meledek Niah.


Kali Rama tidak memakai supir pribadi, Karena Kevin yang meyupir mobilnya.


"Vin, Kamu juga segeralah menikah!" Cetus Rama, Yang membuat Kevin hanya terkekeh.


"Kevin cari jodoh dulu Pa." Jawab Kevin.


Keluarga Dimas sudah menunggu keluarga Rama direstauran tempat mereka janjian.


kini David begitu tampan dengan setelan jas warna hitamnya.



Visual David.


David hanya diam sambil duduk dengan gaya songongnya.


"Apa masih lama Pa?" Tanya David dengan tatapan mata yang begitu kesal.

__ADS_1


"Sebentar lagi sampai." Jawab Dimas.


Shinta dan Dimas sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa calon menantunya.


"Sebentar lagi Aku punya mantu." Gumam Shinta.


Shinta tersenyum pada Dimas,Lalu berkata pada Dimas.


"Suamiku, Apa calon menantu kita masih lama?" Tanya Shita dengan suara pelan.


"Masih dijalan, Katanya sebentar lagi." Jawab Dimas dengan suara pelan juga.


Rama dan keluarga baru saja sampai ditempat tujuan, Kini setelah memarkirkan mobilnya, Rama dan semuanya langsung masuk kedalam restauran.


Dengan langkah malas Niah tetap harus berusaha tegar, Apalagi Niah sudah menerima perjodohan ini biarpun dengan pasrah.


Niah terus melangkahkan kakinya, Sampai akhirnya memberhentikan langkah kakinya karena melihat sosok laki-laki yang tidak asing, Yang pernah Niah temui di dekat danau waktu dirinya habis putus dengan Riko.


"Bukankah itu laki-laki yang waktu itu." Gumam Niah, Yang sudah menghentikan langkah kakinya.


"Niah, Kenapa berhenti sayang?" Tanya Ana pada Niah.


"Tidak apa-apa Ma." Jawab Niah, Yang berusaha menyembunyikan sesuatu dari Mamanya.


Kini Rama menuju ke meja, Tempat laki-laki itu duduk membuat Niah tambah bingung.


"Kenapa Papa ke meja laki-laki itu duduk." Pikir Niah dengan tatapan bingung.


Niah hanya mengikuti langkah kaki Papanya, Dan akhirnya tetap dimeja laki-laki itu Rama memberhentikan langkah kakinya.


"Papa, Kenapa Papa berhenti disini." Batin Niah tambah bingung.


"Akhirnya datang juga, Silahkan duduk." Dimas langsung menyambut kedatangan keluarga Niah, Lalu menyuruh mereka semua duduk.


Ana langsung memancarkan senyum bahagianya, Betapa bahagia bisa bertemu sahabat lamanya.


"Ana, Apa kabar?" Sapa Dimas, Sambil menanyakan kabar Ana, Sambil mengulurkan tangannya pada Ana.


"Ini sungguh kamu, Aku baik-baik saja." Jawab Ana, Sambil memastikan, Lalu Ana menerima uluran tangan Dimas.


Kini Dimas dan Ana saling melempar senyum bahagia mereka sambil berjabat tangan, Ana tidak menyangka kalau sahabatnya akan menjadi besannya.


Shinta dan Rama juga saling menatap kearah Dimas dan Ana, Kini mereka juga ikut tersenyum.


"Pasti suamiku bahagia sekali, Bisa bertemu dengan sahabat lamanya." Batin Shinta.


"Iya ini Aku Dimas, Ini istri dan anakku." Jawab Dimas, Sambil memperkenalkan istri dan Anaknya, Lalu Dimas melepaskan jabat tangannya pada Ana.


Kini mereka semua saling berjabat tangan memperkenalkan diri mereka masing-masing, Setelah berkenalan mereka kembali duduk.


Kini tatapan semuanya tertuju pada Niah dan David, Karena mereka terus saling menatap.


"Kamu....." Kata David dan Niah secara bersamaan.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2