
Setelah beberapa saat rian pun sudah sampai rumah, namun rian langsung mandi dan bersiap-siap karena jam sudah menunjukkan jam 5 lewat 15 menit sedangkan rian akan pergi menjemput silvia jam setengah 7 malam.
Dirumah rama.
Rama dan ana sudah sampai rumah dari tadi sedangkan mami belum pulang, rehan pun sedang tidak dirumah.
"Sayang, kamu bersiap-siaplah dulu aku akan mencarikan gaun untuk kamu pakai" ucap rama, ana pun menuruti ucapan suaminya dan langsung pergi untuk mandi.
Sedangkan rama sedang memilihkan gaun yang cocok untuk ana pake. rama pun memilih bahkan menurunkan beberapa gaun dari lemari pakaian ana.
Setelah beberapa saat ana sudah selesai mandi dan melihat tumpukan gaun diatas ranjangnya, membuat ana terkejut.
"Rama apa yang kamu lakukan dengan semua gaun ini, kenapa begitu banyak yang kamu ambil sedangkan aku hanya akan memakai satu gaun saja" ucap ana, dengan nada tidak percaya kalau suaminya bisa serempong ini.
"Aku bingung gaun yang mana yang cocok untuk kamu pakai sayang" ucap rama dengan nada frustasi.
Ana pun menghampiri suaminya.
"Sayang, apapun yang aku pakai kalau aku cantik ya akan terlihat cantik sayang. pipihkan saja salah satu yang mana yang kamu suka aku akan memakainya" ucap ana dengan penuh kelembutan, agar suaminya tidak merasa kesal pada dirinya.
Rama pun mengambil gaun berwarna putih yang begitu anggun dan cantik, rama pun memilihkan satu set perhiasan untuk istrinya.
Ana pun memakai semua pilihan suaminya diruang ganti yang ada didalam kamarnya.
setelah beberapa saat ana keluar dengan gaun dan set perhiasan yang dipilihkan oleh suaminya.
"Sayang, bagaimana?" tanya ana dengan tersenyum begitu manis pada rama.
"Sangat cantik sayang" ucap rama dengan begitu senang dihadapan istrinya.
Setelah istrinya sudah rapi rama pun menuju kamar mandi untuk mandi sedangkan ana mengambil pakaian yang akan rama pakai malam ini, setelah selesai dengan urusan pakaian rama ana pun segera merias dirinya kali ini ana make-up dengan sedikit tebal namun tetap terlihat natural dan ana juga memodelkan rambutnya dicepol keatas seperti konde namun ana membuatnya sedikit acak-acakan dan ana juga memasangkan beberapa jepitin kecil yang berlapis berlian dirambut ana.
"Akhirnya aku sudah selesai, tapi kenapa rama lama sekali?" tanya ana dengan diri sendiri, ana pun melangkahkan kakinya untuk menuju kamar mandi namun Ketika ana mau mengetuk pintu kamar mandi rama tiba-tiba keluar dari kamar mandi.
"Kamu mau apa?" tanya rama tiba-tiba
__ADS_1
"Aku mau mengecekmu, habisan kamu lama banget" ucap ana dengan nada kesal.
"Apa kau sudah merindukanku istriku" ucap rama yang malah bercandain istrinya.
"Jangan bercanda, cepet bersiap-siap bajunya udah aku siapkan" ucap ana, rama pun menuruti perkataan istrinya dan segera pergi berganti pakaian.
Malam ini rama, memakai jas warna hitam yang sudah disiapkan oleh istrinya. setelah beberapa saat rama pun keluar dari ruang ganti tidak perlu lama sebagai seorang rama untuk berdandan karena memang rama sudah sangat tampan.
"Ana kemarilah" ucap rama, ana pun langsung menuju kesuaminya.
"Duduklah, aku akan memilih sandal yang cocok untuk kamu malam ini aku melarangmu memakai sandal hak tinggi karena demi kenyamanan kamu dan anak kita yang ada didalam perut" ucap rama sambil mengelus-elus perut ana.
Ana pun hanya diam saja, ini kali pertamanya suaminya begitu rempong. karena biasanya rama memanggil tukang salon atau langsung datang ke salonnya langsung. namun untuk kali ini ana melarangnya karena begitu mahal menurut ana.
"Pake ini saja sayang" ucap rama, yang sudah membawa sepasang sandal slop untuk istrinya. namun biarpun itu hanya sandal tapi terlihat mewah dan begitu elegan sangat cocok dengan gaun yang ana pakai.
Rama pun memakaikan benda tersebut dikaki istrinya dan rama tersenyum karena istrinya terlihat begitu cantik dan anggun.
Akhirnya rama dan ana pun sudah siap dan langsung pergi menuju ketempat acara.
Dirumah rian.
Dirumah silvia
Silvia sedang berdandan dan malam ini silvia memakai gaun panjang berwarna biru dongker dan terlihat sangat cocok dengan keindahan tubuh via, via merias dirinya dengan make-up secantik mungkin dan membuat rambut lurusnya terurai begitu saja. malam ini silvia terlihat cantik dengan gaun dan riasan yang begitu indah.
Sampailah rian di depan rumah dan kebetulan dirumah silvia tidak ada orang, hanya ada asisten rumah tangga yang bekerja dirumahnya, karena kakeknya sudah berangkat keluar negeri.
Rian pun memencet bell rumah via, asisten rumah tangga via pun keluar untuk membukakan pintu.
"Silahkan masuk" ucap sumi pada rian.
"Terimakasih bi, via nya ada bi?" tanya rian
"Ada, bibi panggilkan nona nya sebentar tuan" ucap bibi sumi kepada rian.
__ADS_1
Rian pun masuk dan duduk menunggu via diruang tamu sedangkan bi sumi pergi memanggil via diruangan atas.
"Tuk..tuk.. nona ada tuan rian dibawah" ucap bibi sumi pada, via didalam kamar pun sudah tersenyum begitu bahagia.
"Iya bi, tunggu sebentar" ucap via, via pun langsung keluar dari kamarnya dan segera menuju ruang tamu.
Sekarang bibi berjalan disampingnya via, via pun berpegangan tangan pada bi sumi karena takut jatuh.
Rian menatap via tidak percaya karena malam ini via terlihat begitu cantik.
"Rian, aku sudah siap" ucap via, namun rian masih bengong dan tidak berkedip.
"Rian, kamu kenapa?" ucap via, membuat rian kaget dan sadar dari tatapannya itu.
"Ehh iya, kamu sangat cantik sekali via" ucap rian dengan jujur, membuat via tersenyum malu-malu pada rian.
"Ayo sekarang kita berangkat" ajak rian, yang sudah mengandeng tangan via.
"Bibi kita pergi dulu ya" ucap via dan rian bersamaan.
Rian dan via pun pergi meninggalkan bi sumi, untuk segera menuju ke acara kantor malam ini.
Rian membukakan pintu mobilnya untuk via.
"Hati-hati" ucap rian.
Sekarang via sudah berada didalam mobil dan rian pun langsung masuk kedalam mobilnya juga.
Didalam mobil.
"Aku yakin rama akan terkejut dengan kedatangan kita" ucap rian tiba-tiba, yang memang belum memberi tahu pada sahabatnya bahwa dirinya sudah balikan lagi dengan via.
"Biarkan saja, kita buat kejutan untuk rama" ucap via, rian pun tersenyum pada via.
Rian pun melajukan mobilnya agak cepat karena takut terlambat sedang rama dan ana sudah sampai lebih dulu ditempat acara.
__ADS_1
Setelah beberapa saat rian dan via sampai ditempat acara, dan rian pun turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk via wanita yang sekarang akan menjadi calon istrinya.
Selamat pagi semuanya, maaf ya author up nya suka lama tapi buat kalian semua para pembaca setia, author pasti usahakan up setiap hari 🙏🙏 jangan lupa mampir dikarya author yang lainnya juga ya ceritanya tidak kalah seru dengan tuan rama dan nona ana 😁😁🙏🙏