Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
75. Pertemuan


__ADS_3

Keesokan harinya, ana bangun dari tidurnya dan melihat Rama yang sudah ada sampingnya. ana ingat kejadian semalam namun ana sudah marah lagi dengan kejadian kemarin waktu diacara nikahan Dika rekan bisnisnya Rama.


"Sayang, bangunlah sudah jam 6 pagi. aku lupa menunggu Rehan apakah dia sudah pulang atau belum" Ucap ana dengan nada kawatir.


"Aku masih ngantuk sayang, Rehan pasti sudah pulang ana" Jawab Rama yang masih memejamkan matanya.


Akhirnya ana bangun dari tidurnya karena mendengar dering telpon dari ponselnya dan ternyata itu telpon dari Dimas.


Ana pun mengangkat telpon tersebut.


"Hallo Dim, apa kabar?" Ucap ana dengan nada lembut.


"Ana, aku baik-baik saja, ana aku sangat merindukanmu ayo kita ada pertemuan aku juga akan mengajak Kevin nanti" Ucap Dimas dengan nada manja pada ana.


"Baiklah Dim, kamu atur pertemuannya dimana dan kirimkan alamatnya nanti padaku ya" Jawab ana dengan nada senang.


"Sayang siapa yang pagi-pagi sudah menelponmu" Ucap Rama yang sudah bangun dan menyandarkan kepalanya dibahagiain ranjang.


Ana mengabaikan pertanyaan Rama.

__ADS_1


"Apakah itu suamimu ana, andai saja dulu aku mengatakan perasaanku lebih cepat pasti tidak akan keduluan dengan tuan Rama" Ucap Dimas penuh sesal, namun Dimas sudah ikhlas.


"Dimas ku yang tampan, percayalah kelak kau akan mendapatkan yang lebih baik dan lebih cantik dariku, semangat ya Dimas ku!" Jawab ana yang memang hanya menggap Dimas sebagai sahabat baiknya.


*Berani sekali kau pagi-pagi menggoda laki-laki lain didepan suamimu, apakah kau mau lagi sayan sudahgku, apakah kau belum puas dengan permainan semalam sayangku* Ucap Rama Sambil merebut ponsel ana dan mematikan telpon dari Dimas.


Rama sudah terbangun dan mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah ana namun ketika Rama akan mencium bibirnya Ana langsung menahan dengan tangannya.


"Kenapa? ini hukuman untukmu" Ucap Rama dengan nada kesal karena cemburu.


"Sayang, bisa ku ganti hukumanku lain waktu. aku masih sangat capek, tubuhku masih sangat lemas" Keluh ana agar Rama tidak melakukannya lagi.


"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi sayangku" Ucap ana Sambil bangkit dari tempat tidurnya namun Rama menahan tangan ana.


"Kenapa sayang?" Ucap ana penasaran.


"Duduklah, aku punya sesuatu untukmu" jawab Rama Sambil mengambil kotak kecil di laci samping Rama tidur.


Ana terdiam, karena ana merasa Rama sudah memberikan semuanya pada ana.

__ADS_1


"Ini untukmu sayang, bukalah" Ucap Rama.


Ana pun membuka kotak tersebut dan kaget dengan isinya yang begitu indah dan bersinar.


"Sayang, ini untukku. tapi ini pasti sangat mahal sayang" Ucap ana yang memang itu sangat peritungan kalau masalah uang.


"Iya itu untukmu, tidak masalah sayang aku kerja untukmu jadi habiskan uangku dengan baik sayang atau aku akan memarahimu jika kau tidak menggunakan uangku" Ucap Rama yang memang sangat kesal karena ana karang sekali memakai uangnya.


"Terimakasih ya sayang, sayang aku sudah menggunakan uang kamu dengan baik tapi itu untuk mentransfer ke bibi Rani dan Siska. maaf aku tidak bilang padamu" Ucap ana dengan nada menyesal.


"Iya sayang sama-sama, tidak apa-apa sayang bibi Rani dan Siska kan keluargamu. aku malah senang kamu selalu ingat dengan keluargamu, kelak mulai sekarang kamu harus setiap bulan transfer buat bibi itung-itung itu buat membantu bibi yang sudah membesarkan mu dengan baik" Jawab Rama yang tidak merasa keberatan dengan apa yang dilakukan istrinya.


"Aku sangat mencintaimu,Rama" Ucap ana sambil memeluk Rama.


"Sini sayang, aku pakekan kalungnya" Ucap Rama Sambil mengambil kalung yang ada ditangan ana dan memakai dileher ana.


"Kau begitu cantik sayangku" Puji Rama Sambil mencium kening ana.


Makasih buat yang sudah membaca 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2