Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
85. Demam tinggi


__ADS_3

Akhirnya Ana membiarkan suaminya berada di depan pintu, karena Ana masih sangat kesal dengan kejadian dikantor waktu itu.


Ana pergi ke kamarnya untuk tidur, namun Ana tidak bisa tidur karena memikirkan suaminya berada diluar.


"Pasti Rama tidak pernah merasakan dinginnya diluaran sana, apalagi dengan kehidupannya yang serba ada" Ucap Ana bicara dengan diri sendiri.


Ana masih berusaha memejamkan matanya namun tetap tidak bisa Ana melihat jam diponselnya yang sudah menunjukkan jam 1 malam, Ana memutuskan untuk keluar dan menemui suaminya.


Ana keluar dari kamarnya dan menuju pintu depan. Ana membuka pintu namun pas pintu dibuka Rama langsung menjatuhkan tubuhnya membuat Ana kaget.


"Sayang, sayang bangunlah kamu kenapa??" Ucap Ana yang merasa panik karena menyentuh jidat Rama bingung panas dan badannya begitu dingin.


"Tolong... tolong" Teriak Ana.


Beberapa tetangga keluar dan bertanya pada ana.


"Nona ada apa? Ucap pak bino dan pak Tyo.


"Suami saya pingsan pak!! tubuhnya juga begitu dingin, bantu saya angkat suami saya ke kamar ya pak" Ucap Ana dengan nada yang masih begitu panik.

__ADS_1


"Baik nona" Ucap bapak-bapak yang berada disitu secara bersamaan.


Akhirnya bapak-bapak mengangkat Rama ke kamar Ana dan membaringkan Rama di tempat tidur Ana.


"Bapak-bapak terimakasih ya, sudah membantu saya" Ucap Ana dengan sopan.


"Sama-sama nona" Ucap bapak-bapak bersamaan dan pergi meninggalkan Ana.


"Bapak-bapak tunggu, ini kue untuk bapak-bapak semua" Ucap Ana Sambil memberikan kue satu persatu pada bapak-bapak tersebut.


Akhirnya bapak-bapak tersebut meninggalkan Rama dan Ana, Ana langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan teh jahe untuk suaminya. setelah beberapa saat teh jahe sudah jadi. Ana menuju kamar untuk menemui suaminya.


Rama bangun dan meminum teh jahe tersebut.


"Terimakasih sayang" Ucap Rama dengan nada lemas.


"Istirahatlah sayang, aku akan menemanimu" Ucap Ana dengan nada lembut seperti biasanya.


"Sayang" Ucap Rama namun kata-katanya terputus karena Ana menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Diamlah sayang, kamu istirahatlah tubuhmu sangat lemas sekali!!" Ucap Ana Sambil memeluk tubuh Rama agar Rama tidak banyak bertanya atau berkata-kata lagi.


Rama memeluk Ana dengan sangat erat karena begitu sangat merindukannya, Ana juga sangat merindukan suaminya. apalagi selama beberapa hari mereka tidak bertemu.


Jam 3 pagi.


"Kenapa, panasnya juga belum turun juga? mungkin besok aku harus membawanya ke dokter, aku juga kawatir" Ucap Ana dengan nada khawatir.


"Sayang, apakah kamu tidak mengurus dirimu dengan baik selama aku tidak ada disampingmu?? tubuhmu begitu terlihat kurusan" Ucap Ana Sambil membelai pipi Rama dengan lembut.


Rama merasakan sentuhan tangan Ana dengan begitu hangat dan rasanya sangat nyaman sekali.


Rama selalu merasa beruntung sekali punya istri seperti Ana biarpun Ana suka begitu bersikap bodoh kadang lemot namun Rama tetap begitu sabar menghadapi tingkahnya, tapi ketika Ana seperti sekarang sedang marah perasaan Rama merasa campur aduk dan tidak tenang.


Keesokan harinya.


Rama terbangun dan Ana masih ada dalam pelukannya, Rama bahagia sekali dan merasa sedikit lebih tenang melihat Ana ada disampingnya saat ini, Rama memeluk Ana dengan begitu erat karena memang sudah sangat merindukannya.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2