Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
404.Pacaran diatas genteng S2


__ADS_3

Malam yang cerah, Vina dan Vano sedang duduk berdua diatas genteng, ia mereka seperti dua sejoli yang sedang kasmaran padahal mereka sudah menikah.


Dan Vina dengan lucunya, ia mengajak suaminya pacaran diatas genteng, ntah biar apa pacaran diatas genteng itu?


"Sayang, pacaran diatas genteng ayo! Biar seperti anak muda jaman sekarang." Kata Vina, ia tertawa kecil membuat Vano juga ikut tertawa.


"Sayang, kenapa harus diatas gentng sih?" Tanya Vano, ntah mengapa Vina mengajak ia berduaan diatas genteng malam-malam begini.


"Pokoknya, aku mau pacaran diatas genteng!" Rengkek Vina dan akhirnya Vano menuruti kemauan Vina, kini mereka sungguh naik ke atas genteng.


"Jika yang punya hotel marah bagaimana?" Tanya Vano, ia duduk sambil melipat kedua kakinya dengan kedua tangannya.


Sedangkan Vina, ia duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu Vano.


"Jika yang punya hotel marah, maka kamu harus membeli hotel ini suamiku!" Jawab Vina, ia tersenyum dengan bahagia.


Vano hanya tertawa kecil, dan ia menggegam tangan sang istri dengan erat. Malam ini mereka seperti muda-mudi yang sedang sama-sama kasmaran.


Malam menujukan pukul 9 malam, Vano mengajak Vina turun dari atas genteng. Vina dan Vano turun dengan hati-hati.


Kini mereka sudah dikamar dan mereka sama-sama duduk ditepi ranjang tempat tidur.


"Sayang, bolehkah aku melakukan tugasku yang tertunda?" Tanya Vano tiba-tiba, ia memegang tangan Vina dengan genit.


"Tertunda?" Vina pura-pura tidak tahu, jantungnya mulai berdetak cepat.


"Sayang, haruskah kita ehem-ehem sekarang? Tapi ya sudahlah lagian kan itu juga sudah tugasku sebagai istri, untuk melayani suamiku." Batin Vina dalam.


Vano agak kesal, karena ia tahu istrinya itu pura-pura lupa. Padahal malam itu istrinya yang minta ditunda ehem-ehemnya.


"Terus saja pura-pura lupa, aku tidak mau tahu pokoknya malam ini aku akan memakanmu." Tegas Vano dalam hatinya.


"Iya sayang, sudahlah kamu jangan pura-pura lupa! Aku sudah tidak tahan terus menahannya dari kemarin." Rengkek Vano, ia melepaskan genggaman tangannya dan kini tangannya sudah membelai lembut pipi Vina.


"Vina, aku mencintaimu!" Vano membaringkan Vina diatas kasur, lalu ia menindihnya.


Jantung Vina berdetak lebih kencang dari biasanya, darahnya mengalir dengan cepat, rasanya gemetaran dan deg-deggan tidak jelas.


"Sungguh, rasanya seperti apa ya?" Batin Vina bertanya-tanya.

__ADS_1


Kini Vano sudah mendaratkan bibirnya dibibir munggil Vina, Vina terus menikmati ciuman dari suaminya, setelah puas dengan bibir mungil Vina, Vano menelusuri setiap inchi tubuh Vina dan meninggalkan bekas merah disetiap inchi tubuh Vina.


Erangan, desahan penuh kenikmatan keluar dari mulut keduanya. Vano terus beraksi ia menanggalkan seluruh pakaiannya lalu membuangnya kesembarang tempat, setelah selesai menanggalkan pakaian miliknya ia berganti menanggalkan pakaian milik istrinya dan langsung membuangnya kesembarang tempat.


Kini keduanya sudah sama-sama tanpa sehelai benang, dan Vano kembali melanjutkan aksinya, sampai akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya, akhirnya cairan hangat Vano mengalir ke dalam rahim Vina.


"Terimakasih, istriku!" Vano mengecup kening Vina dengan penuh cinta.


"Sama-sama suamiku," Vina tersenyum bahagia, karena ia sudah melakukan tugasnya dengan baik sebagai istri.


Mereka beristirahat sebentar, setelah beberapa menit mereka langsung membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Dan ntah dikamar apalagi yang akan Vano lakukan? Hanya Vano yang tahu tapi sebagai pengantin baru ya tahulah pasti mereka akan ehem-ehem sampai sama-sama puas.


Bahagianya Vano, akhirnya malam pertama yang tertunda malam ini bisa ia laksanakan.


Kumpul bareng-bareng.


Niah, Valin dan Ralin, mereka tadi siang waktu suami-suami mereka sedang berkerja mereka sama-sama membuat kue untuk suami-suami mereka.


Dan kue yang mereka buat sudah jadi dan tentunya rasanya enak.


Mereka asik mengobrol sambil menikmati kue buatan istri-istri mereka.


"Kak, kapan Kak Niah tujuh bulanan?" Tanya Valin, ia melihat kearah Niah yang sedang memakan kue buatannya.


"Minggu depan, bayangkan saja Valin, Ralin, kalian akan punya ponakan kembar." Jawab Niah, ia memancarkan senyum bahagianya.


"Iya kak, pasti akan lucu." Valin begitu antusias, ia juga ingin punya anak kembar.


"Aku akan membeli baju-baju yang lucu untuk mereka nanti." Sambung Ralin, ia siap untuk membeli baju-baju bayi yang menurutnya lucu.


Kini mereka asik dengan obrolannya, sedangkan suami-suami mereka sedang asik menikmati kue buatan para istrinya.


"Akhirnya, Ralin bisa membuat kue seenak ini." Puji Kenan, ia sudah menghabiskan banyak kue.


"Itu semuanya pasti karena Niah." Cetus David, ia membanggakan istrinya yang memang pandai memasak.


Valin senyam-senyum, suaminya Niah dan Ralin berlomba memuji para istrinya. Tapi Kevin hanya diam dan ternyata tanpa Kevin sadar ia hampir menghabiskan satu toples kue.

__ADS_1


Valin menggelengkan kepalanya, ia merasa kesal karena suaminya terus sibuk makan.


"Dasar tukang makan, Kak David memuji Kak Niah, Kenan memuji Ralin, sedangkan suamiku sendiri malah sibuk makan." Gerutu Valin dalam hatinya.


Valin tiba-tiba mencubit pinggang Kevin, membuat Kevin merintih kesakitan.


"Sayang, kenapa kamu mencubitku?" Tanya Kevin, ia menatap Valin dengan kesal.


"Lihat suami-suami yang lain memuji istri-istri mereka, tapi kamu terus sibuk makan." Valin memayunkan bibirnya, membuat Kevin merasa bersalah.


"Apa aku salah? Haruskah aku memuji istriku." Tanya Kevin pada hatinya, sungguh Kevin itu memang tidak peka.


Melihat Valin manyun dan mencubit pinggang suaminya, David dan Kenan sama-sama mengeluarkan tawa mereka sejadi-jadinya.


"Makanya, jangan makan terus!" Cetus Kenan, ia tertawa sejadi-jadinya dan langsung ditatap geram oleh Kevin.


"Dasar Kenan sialan." Gumam Kevin dalam hatinya.


"Vin, kamu pekelah sebagai suami pujilah istrimu agar dia juga bahagia!" Nasehat David, ia sudah menghentikan tawanya.


Kevin menganggukkan kepalanya, lalu ia membawa Valin masuk ke dalam pelukannya.


"Sayangku, istriku tercinta, maafkan aku yang tidak peka ini." Disela-sela pelukannya, Kevin meminta maaf pada Valin.


"Pekalah sedikit suamiku, aku juga ikut membuat kue itu." Jawab Valin, ia tersenyum malu-malu.


Niah dan Ralin sama-sama tersenyum, mereka bahagia dengan keluarga kecil mereka. Diantara mereka banyak warna dalam rumah tangga mereka masing-masing.


Malam menunjukkan pukul 10 malam, Kenan dan Ralin pamitan pulang, pada Niah, David, Kevin dan Valin.


Setelah Kenan dan Ralin pulang, Kevin dan Valin masuk ke dalam kamar mereka. Niah dan David juga masuk ke dalam kamar mereka.


Hari ini mereka bahagia bisa berkumpul sambil menikmati kue bersama, Vina dan Vano juga bahagia dengan dengan bulan madu mereka, karena akhirnya malam pertama yang tertunda akhirnya terlaksana juga.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya, baru pulang kerja jadi baru sempat up 🙏

__ADS_1


__ADS_2