
David terus menatap Niah dan kini tangannya sudah memegang dagu Niah dengan lembut.
"Niah kamu begitu cantik." Puji David.
David terus memperdalam tatapannya, Dan akhirnya mereka?
David semakin mendekatkan wajahnya, Membuat Niah semakin deg-degan.
"Apa yang mau manusia plin-plan ini lakukan padaku?" Batin Niah dengan perasaan yang sudah tidak karuan.
Wajah David dan Niah saat hanya berjarak beberapa centi dan sudah sangat dekat, Niah langsung memejamkan matanya, Hembusan nafas David bisa Niah rasakan.
"Mulutnya wangi sekali." Hati Niah semakin meronta-ronta.
David terus menatap wajah cantik Niah, Hingga dirinya terbuai dan langsung menempelkan bibirnya dibibir Niah. Niah terus memejamkan matanya David terus menggerakkan bibirnya dengan lembut, Membuat Niah pelan-pelan membuka mulutnya, David terus memperdalam ciuman membuat Niah nafas Niah semakin tersengal-sengal.
"Eemmhh...." Desah Niah yang ternyata menikmati ciuman dari sang suami, Membuat David terus memperdalam ciuman.
Niah yang baru pertama kali merasakan berciuman membuat Niah kuwalahan, Mendengar nafas Niah yang sudah tidak beraturan David melepaskan ciumannya dengan pelan.
"Dasar payah berciuman saja tidak bisa." Omel David sambil membersihkan bibir Niah dengan jarinya.
"Aku tidak pernah melakukannya sebelumnya." Jawab Niah dengan kepolosannya.
David memegang kedua pipi Niah dengan tangannya, Membuat Niah membulatkan matanya.
"Apa dia mau menciumku lagi?" Pikir Niah.
"Kamu mau apa?" Tanya Niah dengan cepat.
"Aku mau meminta hakku sebagai suamimu, istriku." Jawab David yang sudah memanggil Niah dengan sebutan istriku.
Niah kaget sampai menatap David dengan tatapan tidak percaya, David membalas menatap Niah dengan tatapan penuh arti.
"Surat perjanjian....." Ucap Niah.
"Surat perjanjian, Akan aku robek saat ini juga." David memotong ucapan Niah, David melepaskan tangannya dari pipi Niah, Lalu membuka laci yang ada dibawa meja.
Niah hanya diam dan memperhatikan suaminya.
"Sebenarnya dia mau apa?" Batin Niah.
David mengambil lembaran kertas, Lalu memberikan pada Niah, Niah membaca isi surat tersebut dan ternyata isinya perjanjian yang David buat sebelum mereka menikah. David mengambil kertas tersebut dari tangan Niah, Dengan cepat David merobek kertas yang berisi perjanjian konyol yang dibuat oleh dirinya.
"Kamu sungguh merobeknya?"Tanya Niah tidak percaya, David tersenyum menganggukan kepalanya.
Niah merasa bingung, Niah memegang jidat David lalu memegang jidat dirinya.
"Sama punya David tidak panas, Punyaku juga tidak panas." Batin Niah bingung.
"Sebenarnya kamu kenapa?" Tanya Niah lagi.
"Aku ingin sebuah pernikahan yang normal, Aku ingin punya anak dan aku tidak mau ada surat perjanjian ini lagi dalam pernikahan kita." Jawab David dengan tegas, Sungguh membuat Niah benar-benar ternganga tidak percaya.
"Tapi kita belum saling mencintai, Kita menikah juga belum lama." Kata Niah membuat David menatapnya semakin dalam.
Niah mulai gerogi merasakan tatapan lembut dari sang suami, Membuat Niah semakin salah tingkah.
"Apa kamu tidak mau melakukannya?" Tanya David dengan mode serius.
"Niah, Aku ingin mempunyai pernikahan yang normal, Aku ingin punya anak, Aku juga ingin menjalani pernikahanku seperti keluarga kecil lainnya." Jelas David agar Niah mau mengerti.
Sepulang dari perpustakaan tadi sebenarnya David tiba-tiba memikirkan ingin punya anak, Melihat Niah begitu menyayangi anak-anak dan sangat sabar mendidik anak-anak didiknya, Membuat David tiba-tiba ingin punya bayi lucu.
"Niah boleh aku melakukan tugasku sebagai suamimu?" David meminta izin lebih dulu pada Niah.
__ADS_1
Mengingat sebelum menikah dengan Niah David membuat perjanjian konyol, Dan akhirnya David juga yang merobek perjanjian yang dirinya buat dihadapan Niah tadi.
"Emmhh apa kamu memintaku melakukan tugasku sebagai seorang istri?" Tanya Niah dengan hati-hati.
"Apa kamu tidak mau?" Tanya David.
"Eemm bukan seperti itu, Tapi...." Kata-kata Niah terpotong.
"Tapi apa? Kita belum saling mencintai?" David memotong kata-kata Niah, David juga bertanya pada Niah.
"Tapi aku takut sakit, Katanya pertama kali kita melakukannya pasti itu akan sakit." Jelas Niah dengan suara lirih, Membuat David mengeluarkan tawanya, Niah langsung memanyunkan bibirnya Karena kesal pada David.
"Aku berkata jujur tapi dia malah tertawa." Batin Niah kesal.
"Siapa yang bilang padamu?" Tanya David.
"Temanku yang bercerita padaku, Katanya waktu dia melakukan malam pertamanya sakit sekali, Dia juga sampai tidak bisa jalan dan hanya berbaring ditempat tidur saja seharian." Jelas Niah dengan begitu polos.
"Maka aku akan membiarkan kamu berbaring ditempat tidur saja." Ledek David yang membuat Niah menatapnya dengan kesal.
David tersenyum, Lalu menarik Niah kedalam pelukannya.
"Apa dia tidak menceritakannya secara detail?" Tanya David membuat Niah bingung.
"Maksudnya apa?" Pikir Niah.
"Dia hanya bilang pertama kali melakukannya sakit." Jelas Niah lagi.
"Niah dia hanya bilang pertama kali, Tapi dia tidak bilang setelah benda tumpul itu masuk kedalam pasti enak dan dia juga akan meminta suaminya terus melakukannya." Jelas David mencoba memberi pengertian pada Niah.
"Benda tumpul?" Niah mengulangi kata-kata David, Membuat David menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bagaimana cara menjelaskan pada Niah, Kenapa dia bisa sepolos ini sih?Apa dia tidak pernah menonton flim dewasa?" Gerutu David yang sudah merasa kesal pada Niah.
"Niah kamu pernah menonton flim dewasa?" Tanya David dengan kesal.
"Emmhh aku sering nonton film drama korea," Jawab Niah, Yang membuat David ingin sekali memakannya.
"Flim ehem-ehem, Itu flim apa? Apa itu flim terbaru?" Tanya Niah yang membuat David semakin kesal dan bingung bagaimana cara menjelaskan pada Istrinya ini.
Niah memang polos biarpun umurnya sudah dewasa, Tapi sang papa selalu melarang Niah menonton film dewasa jadi Niah tidak tahu apa yang dimaksud oleh David, Karena setiap harinya Niah hanya menonton drama korea dan adegan yang sering dilihatnya adalah adegan ciuman, Biarpun Niah sering melihat adegan ciuman tentu saja tadi waktu berciuman dengan sang suami Niah kaku sekali karena Niah belum pernah berciuman.
David capek menjelaskan pada Niah itu dan itu, Tapi Niah tetap tidak paham juga. Akhirnya David langsung menggendong tubuh Niah dan membawanya masuk ke kamarnya.
"David turunkan aku!" Niah meronta-ronta, Niah juga sudah mengalungkan tangannya dileher David.
"Niah aku akan mengajarimu semuanya diatas ranjang, Jadi kamu tenanglah nanti kamu akan paham dan mengerti semuanya dengan baik, Jadi tidak hanya mendengar cerita yang tidak detail itu!" David terus mengoceh seperti burung beo yang sedang berkicau.
Niah semakin deg-degan, Rasanya ingin sekali berlari dari hadapan David tapi tubuh kekar sang suami terus menahannya.
"Aku mau turun!" Pinta Niah, David langsung mengunci mulut Niah dengan ciuman agar Niah tidak bawel terus.
"Eemmhh...." Desahan Niah.
David menaruh Niah diatas ranjang tempat tidurnya, David menindih tubuh Niah tangannya memegang kedua tangan Niah agar Niah tidak terus meronta-ronta.
"Niah, Aku akan melakukan tugasku sebagai suamimu." Kata David yang langsung membenamkan wajahnya dileher jenjang Niah, Dengan lembut Niah mengeluarkan desahannya.
"Eemmhh, Dia begitu kuat sekali." Batin Niah.
David melepaskan baju Niah lalu membuangnya kesembarang tempat, Niah menutupi belahan dadanya dengan kedua tangannya, Tapi David langsung menyingkirkannya.
"Tidak usah ditutupi, Sekarang ini miliku." David memberikan penegasan pada Niah.
Niah tersenyum malu, David terus menanggalkan seluruh pakaian Niah dan langsung membuang kesembarang tempat. Niah benar-benar sudah polos tanpa sehelai benang.
David juga langsung melepaskan seluruh pakaiannya dan membuangnya kesembarang tempat juga, Kini keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang apapun.
__ADS_1
Adik kecil David jelas terlihat, Bahkan sudah berdiri dengan tegak siap untuk membobol gawang milik Niah.
"Kenapa kamu menutup matamu, Ini nantinya akan menjadi bagian kesukaanmu." Goda David yang melihat Niah menutup mata dengan kedua tangannya.
David mendekatkan dirinya, Lalu membuka matanya Niah yang ditutupi oleh kedua tangannya.
"Tidak usah ditutup," Pinta David dengan lembut.
David kembali menindih tubuh Niah dengan lembut David memulai aksinya.
Dengan lembut David menciumi wajah cantik Niah, David terus menelusuri setiap inchi tubuh Niah, Kecup demi kecupan David berikan pada Niah sehingga meninggalkan bekas merah ditubuh Niah.
Niah mulai kelimpungan karena permainan sang suami, Desahan erangan Niah keluarkan begitu saja membuat semakin bernafsu.
Kini keduanya nafas mereka semakin memburu Niah juga terus menikmati sentuhan yang diberikan oleh sang suami.
"Ahhhcchhh.." Desahan dan erangan keluar dari mulut keduanya.
David benar-benar tidak bisa menahannya lagi, Apalagi miliknya sudah begitu tegang meminta dimasukan kedalam gawang.
"Emmhh tahan sayang!!" Pinta David yang diiringi dengan desahan.
"Pelan-pelan," Pinta Niah dengan kedua tangan yang sudah memegangi sprei warna biru dongker.
David tidak memperdulikan perkataan Niah, David terus berusaha mengarahkan benda tumpul miliknya kedalam milik Niah.
"Ahh sempit sekali." Gerutu David dalam hatinya.
"Pelan-pelan..." Niah merasa takut.
David terus berusaha menusuk-nusukan miliknya dan akhirnya pertahanan Niah malam ini dijebol oleh David laki-laki sudah menjadi suaminya.
Niah berteriak agak kencang saat merasakan milik David masuk kedalam miliknya, Niah terus memegangi sprei dengan kuat, Niah hanya bisa menangis entah karena rasa sakit atau karena bahagia sudah menjalankan tugasnya sebagai istri dari David Pratama.
David terus memainkan miliknya didalam sana.
"Ternyata benar ini pertama kali Niah melakukannya." Dalam hati David rasanya bahagia sekali.
Lama kelamaan Niah menikmati permainan sang suami.
"Niah aku sudah ingin keluar, Boleh aku keluarkan di dalam?" Tanya David yang terus mengeluarkan masukkan miliknya kedalam milik Niah.
"Ahhh.. Apa maksudnya?" Tanya Niah yang diiringi dengan desahan, Niah kembali tidak paham dengan maksud sang suami dan membuat David semakin gemas.
Karena Niah tidak paham dan David juga sudah tidak tahan, Akhirnya David mengeluarkan cairan hangatnya didalam rahim Niah.
David mencabut miliknya dan menjatuhkan tubuhnya disamping Niah.
"Ini pertama kalinya aku melakukannya, Aku sering menonton flim dewasa, Bahkan aku terkenal playboy dan punya banyak j*lang dimana-mana, Tapi David Pratama tidak pernah menanam benih sembarangan." Batin David dengan penuh kemenangan.
"Auh.." Rintih Niah membuat David tersenyum dengan bahagia.
"Terimakasih Istriku." David mengucapkan terimakasih dan langsung mencium kening Niah dengan penuh kasih sayang.
Niah hanya tersenyum dan langsung memeluk tubuh kekar David.
"Mulai sekarang kamu sepenuhnya milikku, Awas saja jika ada laki-laki lain yang berani menyentuhmu akan menghajarnya." Ancam David dengan tegas.
"Tidurlah, Aku capek sekali." Keluh Niah dengan manja.
"Itu baru sekali, Ayo kita lakukan sekali lagi!" Rengek David dengan manja.
"David!!!!!"
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1
Baca juga ya karya baru Author 😘