
Dikamar Niah...
David terus ngedumel tidak jelas.
"Sebenarnya apa yang dia lakukan dirumah laki-laki itu sampai tidak pulang-pulang?" Batin David dengan pikiran macam-macam.
"Awas saja nanti kalau kamu pulang." Ancam David karena rasa kesalnya.
Ana dan Rama sedang duduk diruang keluarga sambil menonton film drama kesukaan Ana yang tayang setiap hari.
"Ma, Sih David sudah makan malam?" Tanya Rama pada Ana.
"Belum pa, Tadi datang terus langsung masuk kamar Niah." Jawab Ana sambil menganti saluran televisinya.
"Niah kemana? Dian tahu suaminya sudah datang?" Tanya Rama yang tidak melihat Niah dirumahnya.
"Niah tadi pergi kerumah Via mengantarkan Pisang coklat tapi malah belum pulang sampai sekarang, Aku yakin pasti Via terus Mengajak ngobrol Niah." Jawab Ana dengan penuh keyakinan.
Ana kenal seperti apa Via, Dan Via kalau sudah bertemu dengan Niah pasti mereka akan asik mengobrol dan lupa waktu.
"Panggil sana ma, Kasian David nungguinkan dari tadi." Rama menyuruh Ana memanggil Niah, Niah hanya tersenyum pada suaminya.
"Aku sudah menyuruh Kevin untuk memanggil Niah pa." Jelas Ana dengan lembut.
Ana tadi sudah menyuruh Kevin untuk memanggil Niah dirumahnya Via, Tapi ntahlah Kevin belum pulang juga dari tadi.
Dirumah Vano.... (Rian dan Via).
Kevin sudah sampai dirumah Via dari tadi, Tapi bukannya menyuruh kakaknya pulang Kevin malah makan dulu dirumah Via.
"Makanlah Vin yang banyak, Tante Via masak banyak hari ini." Via menyuruh Kevin makan.
Iya Kevin sedang makan, Sudah biasa Kevin lakukan ini kalau dirumah Via pasti Kevin akan makan lebih dahulu.
"Iya Tante, Tapi sudah cukup tante aku sudah sekali." Jawab Kevin yang baru selesai menghabiskan makanannya.
Via tersenyum melihat Kevin yang baru selesai makan.
"Seandainya aku punya anak perempuan pasti aku akan menjodohkannya dengan Kevin." Batin Via yang terus tersenyum memperhatikan Kevin yang begitu tampan.
"Oh iya Kak Niah, Tadi mama menyuruhmu pulang soalnya Kak David sudah datang." Kata Kevin yang ditatap kesal oleh Niah.
"Dasar Kevin bukannya bilang dari tadi ini malah asik makan, Ntah apa yang akan dilakukan David padaku?" Gerutu Niah dalam hatinya.
"Kenapa tidak bilang dari tadi?" Omel Niah, Namun Kevin malah tersenyum simpul.
"Tadi aku lapar kak jadi makan dulu." Dengan santai Kevin menjawabnya.
Via hanya tersenyum melihat tingkah laku Niah dan Kevin yang menurutnya begitu lucu.
"Ana dari dulu anak-anakmu itu benar-benar tidak berubah, Mereka sering berdebat gara-gara hal kecil." Batin Via dalam hatinya.
Via tahu seperti apa Kevin dan Niah kalau sudah bertemu, Mereka kadang suka sekali memperdebatkan masalah yang sepele dan akhirnya membuat mereka saling kesal satu sama lain.
"Tante Via, Niah pulang dulu ya." Niah berpamitan pada Via dengan sopan.
__ADS_1
"Iya tante, Kevin juga pulang dulu karena Kevin sudah kenyang tante." Sambung David yang membuat Via tersenyum kecil.
"Baiklah kalian hati-hati." Jawab Via dengan Nada lembut.
Niah dan Kevin langsung berlalu dari hadapan Via untuk segera pulang kerumahnya.
"Kak, Tadi Kak Vano sepertinya tidak ada dirumah?" Tanya Kevin pada Niah.
"Dia sedang pergi mengantarkan teman gadisnya dan kamu tahu dia cuek sekali padaku." Jawab Niah sambil mengaduhkan sikap Vano hari ini pada Kevin.
"Mungkin Kak Vano tidak mau memberikan perhatian lebih pada istri orang." Jawab Kevin.
"Dasar Kak Niah ini bodoh sekali, Pastilah Kak Vano jadi cuek dia itu punya perasaan padamu kak dan mungkin dengan cara cuek dia ke kakak itu bisa mengurangi perasaanya padamu kak." Kesal Kevin dalam hatinya.
Vano memang laki-laki yang baik dan sangat perhatian pada Niah, Tapi semenjak Niah menikah dengan laki-laki lain sikap Vano hari ini berubah itu membuat Niah bingung.
Sesampainya dirumah, Niah dan Kevin langsung masuk kedalam rumahnya. Melihat orang tuanya sedang menonton televisi Niah hanya tersenyum dan berlalu begitu saja menuju ke kamarnya.
"David mudah-mudahan dia tidak marah." Doa Niah dalam hatinya.
"Kok kamu lama sekali, Mama suruh panggil Kak Niah?" Tanya dengan tatapan lembut pada Kevin.
"Tadi Kevin lapar ma, Jadi Kevin makan dulu dirumah Tante Via." Jawab Kevin dengan begitu jujur.
Mendengar jawaban sang anak, Ana sudah tidak kaget lagi karena memang itu kebiasaan Kevin, Pasti kalau dirumahnya Via dia akan makan dulu. Untung saja Via sangat baik dan sangat menyayangi Niah dan Kevin jadi Via tidak menjadikan masalah jika setiap kerumah Kevin pasti makan dirumahnya.
"Dasar Kevin dia tidak pernah berubah dari dulu." Batin Niah dalam hatinya.
"Aturan kamu suruh Kak Niah pulang dulu Vin tadi." Sambung Rama sambil geleng-geleng kepala.
"Sudah kamu istirahatlah, Mama dan papa ke kamar dulu." Ana menyuruh Kevin istirahat
dan langsung mengajak suaminya masuk kedalam kamar.
Dikamar Niah...
David sudah berdiri disamping jendela sambil melihat indahnya pemandangan tengah malam diluar sana.
Niah dengan hati-hati membuka pintu kamarnya dan kembali menutup pintu kamarnya dengan hati-hati, Niah melangkahkan kakinya pelan-pelan melihat sang suami dengan berdiri menghadap ke jendela Niah berinisiatif memeluknya dari belakang.
"Mudah-mudahan dengan cara ini bisa mengurangi rasa kesalnya." Batin Niah dalam hatinya.
"Suamiku....." Niah memeluk David dari belakang, Merasakan pelukan dari Niah, David hanya diam saja.
"Apa kamu sudah datang dari tadi?" Tanya Niah dengan hati-hati.
"Darimana saja kamu? Kamu pergi kerumah laki-laki lain tanpa seizin dari suamimu." Bukannya menjawab pertanyaan Niah, David dengan kesal malah balik bertanya pada Niah.
"Kamu bilang apa? Aku pergi kerumah laki-laki lain? Aku pergi kerumah Tante Via untuk mengantarkan pisang coklat." Bantah Niah yang berusaha menjelaskan pada David.
"Selama itu? Mama bilang kamu pergi dari sore dan ini sudah jam berapa Niah?" David melepaskan tangan Niah dari pelukannya dengan kasar.
Niah hanya diam dan tidak percaya kalau suaminya akan sekesal ini pada dirinya, Padahal Niah sudah berusaha menjelaskan tapi David tetap tidak percaya. David tidak percaya pada Niah karena David berpikir Niah datang kerumah Via itu sengaja ingin bertemu dengan Vano.
Awalnya Niah memang ingin bertemu dengan Vano, Tapi Vano malah cuek sekali pada Niah jadi Niah mengurungkannya dan malah asik mengobrol dengan Via sampai lupa waktu.
__ADS_1
"Aku tadi mengobrol dengan Tante Via, Karena sangking asiknya mengobrol jadi aku lupa waktu." Dengan jujur Niah menjelaskan pada David.
"Bilang saja itu hanya alasan kamu dan kamu pasti ingin bertemu dengan laki-laki itu." David masih tidak percaya juga dengan Niah.
Bukannya marah Niah malah senyam-senyum sendiri, Membuat David menatapnya dengan kesal.
"Kenapa kamu senyam-senyum?" Cetus David dengan tatapan kesal.
"Karena aku tahu suamiku sedang cemburu." Niah malah menggoda David.
"Aku tidak cemburu." Elak David yang berusaha menyembunyikan rasa cemburunya.
Niah mendekati David lalu mencium pipi David dengan lembut, Setelah mencium pipi David Niah beranjak pergi tapi David menarik tangan Niah membuat Niah memberhentikan langkah kakinya.
"Kenapa? Mengaku dulu kalau kamu sedang cemburu!" Niah terus menggoda sang suami.
David menarik tekuk leher Niah dan mendekatkan wajahnya ke wajah Niah.
"Aku tidak akan rela jika istriku menemui laki-laki lain dibelakangku atau aku akan menghajar laki-laki itu." Tegas David dengan tatapan memenuh.
"Dia seperti macam yang mau merekam masangnya." Batin Niah saat melihat tatapan sang suami pada dirinya.
"Buka mulutmu!!" Pinta David.
"Buat apa....?" Pertanyaan Niah belum selesai dan David langsung mencium Niah dengan lembut David memasukkan lidahnya untuk menelusuri setiap rongga mulut Niah.
David terus mencium bibir Niah dengan penuh nikmat, Sampai nafas Niah tersengal-sengal karena ulah suaminya.
"Kamu hanya milikku Niah, Tidak ada yang boleh menyentuhmu atau aku akan menghajarnya." Hati David berbicara.
"Emmhh...." Niah menggigit bibir David agar David melepaskan ciumannya.
"Auh..." Rintih David sambil memegangi bibirnya yang digigit oleh Niah.
"Jangan main gigit sakit." David mengomeli Niah tapi Niah malah menatap David kesal.
"Nafasku hampir habis gara-gara ciumanmu yang ganas itu." Niah kembali mengomeli David, Tapi David langsung mengecup bibir mungil Niah.
Niah memanyunkan bibirnya David tersenyum penuh kemenangan.
"Punya istri begitu mengemaskan seperti dia, Rasanya seperti dirangsang setiap hari." Batin David dengan mesum.
"Itu karena kamu belum pandai dalam berciuman." Omel David dengan pelan.
"Kita pulang!" Ajak Niah.
"Tidak malam ini kita akan menginap disini." Tolak David dengan halus.
Niah menganggukan kepalanya, Lagian Niah juga senang kalau bisa menginap dirumah Orang tuanya.
"Mandilah aku akan menunggu diranjang tempat tidur!" Suruh David dengan tatapan mesum.
Niah melangkahkan kakinya ke kamar mandi, "Jangan bilang dia akan menggarapku lagi malam ini." Gumam Niah sambil berjalan.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊