Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
152. Kekompakan ana dan mami


__ADS_3

Setelah selesai bercanda dan bergosip kecil dengan keluarganya, ana pun menyuruh suaminya untuk sarapan.


"Sayang, Kamu sarapan dulu ya maafkan aku tidak bangunin kamu, karena takut kamu masih ngantuk" ucap ana, rama yang sedang duduk dibawah ana pun bangun dan pindah ke kursi meja makan disebelah ana.


"Iya sayang, ana nanti kita belanja baju hamil untukmu ya" ucap rama dengan penuh perhatian pada ana, ana pun tersenyum malu.


"Iya nak benar kata rama, pasti sebentar lagi perut kamu akan segera membucit nak" timpal mami dengan begitu senang.


"Mami, ikutlah sekalian kita jalan-jalan dan makan diluar nanti ya" ajak rama pada mami.


Mami pun tersenyum dan menerima ajakan rama dengan anggukan kepalanya.


"Iya sayang aku mau" ucap ana dengan nada pelan, namun membuat rama semangat.


Rehan yang sedang sibuk dengan makanannya dan tidak menghiraukan obrolan kakak dan maminya.


"Rehan, pelankan makanmu, kamu ikut tidak Belanja baju hamil buat kak iparmu?" tanya rama tiba-tiba.

__ADS_1


Rehan pun hampir tersedak mendengar karena mendengar kata-kata baju hamil.


"Pelan-pelan rehan" ucap ana sambil memberikan segelas air putih pada rehan.


Rehan pun meminum air yang diberikan oleh kakak iparnya.


"Terimakasih ya kak ipar, aku tidak mau ikut kak rama atau aku akan malu karena banyak sekali bertemu dengan ibu-ibu hamil disana dan ibu-ibu hamil itu akan mencubitiku karena aku yang mengemaskan ini" ucap rehan pada ana dan rama.


Ana pun tertawa mendengar jawaban rehan yang begitu percaya dirinya.


"Mana ada ibu-ibu yang akan mencubitmu, yang ada mereka akan lebih mengejar-ngejar diriku yang lebih tampan dari dirimu" ucap rama yang tidak mau kalah akan ke tampannya.


"Sudah sayang, seleseikan sarapannya dulu bukankah kita akan pergi membeli baju baju hamil? nanti kesiangan" ucap ana, agar suaminya tidak melanjutkan pedebatan kecil dengan adiknya lagi.


Rama pun menyelesaikan sarapannya, setelah selesai rama langsung istri dan maminya untuk pergi ke salah satu mall yang ada di kotanya.


"Mami, ana, ayo kita berangkat sekarang" ajak rama pada kedua wanita yang disayanginya.

__ADS_1


Ana dan maminya pun bangkit dari duduknya dan pergi ke kamarnya untuk mengambil tas.


"Sebentar, kita ambil tas dulu" ucap mami dan ana bersamaan.


Rama pun menggelengkan kepalanya tidak percaya karena istri dan maminya, begitu sangat komplak.


"Kak rama, baru ada kakak ipar pasti akan lebih seru lagi kalau ada istri rehan juga kak" ucap rehan, sambil tersenyum-senyum sendiri seolah-olah membayangkan perkataan dirinya sendiri.


"Berhentilah berhayal anak kecil, seleseikan saja dulu semua skripsimu dengan baik atau aku akan.." ucap pada rehan, namun ucapan rama belum selesai karena tiba-tiba istri dan maminya datang bersamaan.


"Sayang, kita sudah siap" ucap ana dan mami bersamaan dengan begitu kompak.


"Kalian sangat kompak sekali hari ini" ucap rama, sambil mengacungkan jari jempolnya.


Mami dan ana pun tertawa kecil, karena baru sadar dari tadi ucapan mami dan dirinya selalu sama. padahal ana dan mami tidak janjian dulu.


"Kita berangkat sekarang" ajak rama penuh dengan rasa semangat.

__ADS_1


Mami dan ana pun mengikuti langkah kaki rama, kali ini ana mengandeng tangan maminya dengan manja.


Apa kabar semuanya? mudah-mudahan pada sehat selalu ya. maaf ya baru sempat up soalnya authornya dari tadi sibuk banget 🙏 dan terimakasih buat yang selalu menunggu karya author, pokoknya tanpa kalian author bukan apa-apa 😘🙏


__ADS_2