
Hari demi hari berlalu dan hari ini tepat acara tujuh bulanan Niah. Dirumah Niah semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.
Vina dan Vano juga sudah pulang dari bulan madu mereka, dan kini mereka sudah berada dirumah Niah.
"Kevin, Kenan dan istri-istri mereka mana?" Tanya Vina, yang tidak melihat para pasangan muda itu.
"Belum datang Vin," Jawab Niah, ia sudah di dandani dengan begitu cantik diacara tujuh bulananya ini.
David dan Vano, mereka sibuk dengan ntah apa? Karena dari tadi ada aja yang mereka kerjakan.
Kevin dan Valin.
Kevin dan Valin sudah siap-siap, untuk pergi ke acara tujuh bulanan Niah.
Kevin sedang memakai baju, setelah selesai memakai baju ia berdandan setampan mungkin dan tidak lupa menyemprotkan parfum untuk tubuhnya biar wangi.
"Sayang, ini jangan pakai parfum itu! Sungguh baunya buat aku enek." Keluh Valin, ia merasa mual mencium aroma parfum yang Kevin pakai baju saja.
Kevin ternganga tidak percaya, sejak kapan istrinya itu tidak suka dengan bau parfum yang ia pakai. Apalagi ini adalah parfum yang dipilihkan oleh istrinya dan katanya baunya enak, tapi sekarang Valin tiba-tiba tidak.
"Istriku, bukannya ini parfum yang kamu pilihkan." Jawab Kevin, ia agak sedikit kesal dengan istrinya.
"Aku tidak mau tahu, pokoknya besok kamu harus ganti parfum itu!" Valin manyun, dan Kevin berniat memeluknya tapi dengan cepat Valin menghindar.
Kevin merasa kesal, ia bingung kenapa dengan istrinya ini? Tadi parfum dan sekarang mau dipeluk malah menghindarinya.
"Sayang, aku pingin peluk kamu." Kevin merajuk, tapi Valin menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku tidak mau dekat-dekat sama kamu, sayang." Tolak Valin, ia juga tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba tidak mau dekat-dekat dengan suaminya?
Kevin menganggukan kepalanya pertanda mengerti, ia tidak mau memperpanjang urusannya atau akan terlambat datang ke acara tujuh bulanan kakaknya.
"Baiklah, sekarang ayo berangkat ke rumah Kak Niah! Kak Vina dan Kak Vano sudah disana." Ajak Kevin, ia berniat mengandeng tangan Valin menuju mobil, lagi-lagi Valin menolak, akhirnya mereka berjalan sendiri-sendiri, Kevin berjalan di depan dan Valin berjalan dibelakang Kevin.
Kevin berangkat ke rumah Niah mengunakan mobil, dan Valin kembali menujukan sikap anehnya lagi membuat Kevin semakin kesal. Sekarang Kevin berasa jadi supir karena sang istri tidak mau duduk disebelahnya.
"Valin, kamu membuatku pusing pagi ini." Batin Kevin dalam hatinya.
Kenan dan Ralin
Kenan sudah siap, ia berdandan begitu tampan, Ralin juga sudah siap ia juga berdandan dengan cantik.
__ADS_1
"Sayang, kamu pake parfum apasih? Sungguh kepalaku pusing sekali mencium wangi parfum kamu." Tanya Ralin, ia agak manyun.
"Ini parfum yang aku beli minggu lalu, bukannya kata kamu ini wangi, kamu suka dengan baunya." Jawab Kenan, ia mencium bajunya dan menurut Kenan parfum yang ia pakai wangi.
"Baunya pusing? Ralin, tumben sekali kamu pusing mencium bau parfumku? Biasanya juga ciumin ketek aku mulu kalau tidur." Kenan tertawa dalam hatinya.
Ntahlah hari ini perut Ralin agak tidak enak, badannya terasa lemas, bahkan ia juga tiba-tiba tidak suka dengan wangi parfum yang suaminya pakai padahal biasanya tidak seperti ini.
"Besok, kamu ganti parfum kamu itu! Aku pingin muntah rasanya mual." Rengkek Ralin, ia menatap Kenan dengan tatapan memelas.
Kenan menganggukan kepalanya, ntahlah istrinya sedang kenapa hari ini? Tapi Kenan tidak mau memperpanjang perdebatannya akhirnya Kenan mengalah.
"Sekarang kita berangkat! Kevin dan Valin juga sudah berangkat kerumah Kak Niah." Ajak Kenan, ia langsung mengajak Ralin menuju ke mobilnya.
Kenan dan Ralinsyah, langsung berangkat ke rumah Niah untuk menghadiri acara tujuh bulanan Niah.
.
.
.
Setelah menepuk perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Kevin dan Valin sampai, Kenan dan Ralin juga sampai.
Acara demi acara ternyata sudah dimulai dari tadi dan sudah hampir selesai, Kevin dan Valin, Ralin dan Kenan mereka langsung masuk ke dalam rumah Niah.
Acaranya digelar dilantai dua dan disana seluruh keluarga besar dan sahabat-sahabat dekat sudah berkumpul.
"Kalian, darimana? Kok baru datang?" Tanya David dengan suara pelan.
"Valin, hari ini aneh kak jadi aku berdebat dulu sama dia tadi dirumah." Jawab Kevin, ia agak lesu pagi ini.
"Sama, Ralin juga aneh hari ini. Pagi-pagi sudah mengajak debat." Keluh Kenan, ia juga merasa lesu.
"Sabar menghadapi pasangan kalian yang masih labil, namanya wanita kadang emosi tidak setabil." David menasehati Kenan dan Valin.
"Iya, sabar saja. Apalagi kamu Ken, kamu kan tahu Ralin itu manja jadi kamu harus sabar jangan sampai buat dia marah." Sambung Vano, ia menepuk pundak Kenan.
"Iya kak, aku pasti akan sabar." Jawab Kenan.
Valin dan Ralin, mereka sudah duduk dengan Vina, ia seperti biasa mereka sedang ngehibah ntah apa yang sedang mereka ghibahin?
__ADS_1
Niah datang menghampiri mereka, lalu duduk ditengah-tengah Vina dan Ralinsyah.
"Sudah selesai kak?" Tanya Ralin.
"Sudah, acara demi acara sudah selesai. Kamu saja datangnya terlambat." Jawab Niah, sambil mengomel.
"Kakak, tahu tidak sih? Tadi aku debat dengan Kevin gara-gara parfum dia baunya buat aku enek." Valin mengaduh pada Niah, membuat Niah tersenyum.
"Dasar pasangan labil." Niah tertawa dalam hati.
Valin menghentikan makannya, ia melihat Niah dan Ralinsyah.
"Alin, aku juga tadi pagi ribut gara-gara bau parfum suamiku. Sungguh rasanya ingin muntah sekali," timpal Valin, ia juga merasa bingung. Kenapa bisa samaan dengan Ralin?
Ralin dan Valin tidak tahu, apa yang sedang terjadi pada mereka saat ini? Dan kenapa tiba-tiba pagi ini mereka sama-sama tidak suka dengan bau parfum suami-suami mereka.
"Kak Vina, mah makan terus. Kita sedang serius tahu kak." Omel Valin, yang melihat Vina dari tadi sibuk makan.
"Valin, aku capek dari tadi pagi aku sudah disini. Kalian enak baru datang." Jawab Vina, ia kembali melanjutkan makannya.
"Sudah-sudah, kalian jangan berdebat! Aku kesana dulu mau menemui tamu itu ada yang datang lagi." Lerai Niah, ia beranjak dari tempat duduknya.
"Sayang, ada Tuan Aftar." Kata Niah pada David.
"Kita sana sayang!" Ajak David.
Niah dan David langsung pergi menemui Aftar.
"Hay David, selamat ya atas tujuh bulanan istrimu." Aftar mengucapkan selamat pada Niah dan David.
"Terimakasih, Tuan Aftar. Oh iya gadis cantik ini siapa?" Tanya David, ia melihat Aftar mengandeng gadis cantik.
"Kenalkan, ini adalah Kinan dia gadis yang aku nikahi secara kontrak." Jawab Aftar, ia tersenyum pada David.
"Dasar kamu ini, seenaknya saja mengajak anak gadis orang menikah kontrak." Omel David dengan nada meledek.
David dan Niah, mengajak Aftar dan Kinan bergabung dengan para sahabat-sahabat mereka. Kini mereka asik bercanda dan mengobrol.
Akhirnya acara tujuh bulanan Niah selesai dan hari ini Niah dan David kedatangan tamu dari karya baru yang akan Author keluarin.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊
Buat yang penasaran dengan cerita Aftar dan Kinan, ditunggu ya karya baru Author 🤗 Tunggu yang terpaksa menikahi suami majikanku tamat, insyaallah akan Author keluarin karya baru Author 🙏