
Setelah lelah dengan obrolan mereka, Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
"Yu, kamu tidak apa-apa tidur sendirian?" tanya Ana, sambil menatap kearah Ayu.
Ayu menggelengkan kepalanya pada Ana.
"Tidak Na, masa iya kita harus tidur bertiga" jawab Ayu, dengan ledekan.
"Boleh Yu, kalau kamu mau" kata Ana, yang diiringi dengan tawanya.
Ayu menatap Ana dengan tatapan bingung. Ana yang mengerti Ayu merasa bingung Akhirnya, menjelaskan maksudnya.
"Kita berdua tidur diatas ranjang, nanti Rama bisa tidur dikamar lain" Ana menjelaskan pada Ayu agar Ayu tidak salah paham.
"Hahaha" Ayu tertawa.
Rama menatap Ayu dengan tatapan kesal.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Rama.
"Itu kak Rama, disuruh ngungsi sama istri tercinta" ledek Ayu, yang diiringi dengan tawanya.
"Ayo sayang, kita naik! biarin saja Ayu tidur sama guling" kesal Rama, yang langsung mengangkat tubuh Ana untuk masuk ke dalam kamar mereka.
"Dasar pasangan labil" kata Ayu.
Ayu hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya, melihat apa yang terjadi di depannya.
"Ternyata kak Rama lucu juga" puji Ayu, sambil tersenyum.
"Rama, turunkan Aku" pinta Ana.
"Tidak, Aku tidak mau tidur sendirian apalagi sama guling" kata Rama, yang langsung menaruh Ana ke ranjang tempat tidur mereka.
Ayu langsung masuk ke dalam kamarnya.
"kini rasanya sepi sekali tanpa Rehan" kata Ayu, yang sudah duduk ditepi ranjang sambil mengingat kejadian tadi siang dengan suaminya.
"Sayang, belum berapa jam kamu ninggalin Aku, rasanya udah kangen aja" keluh Ayu, sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Mudah-mudahan kamu cepet pulang, biar Aku tidak kesepian seperti sekerang" doa Ayu.
Dulu waktu Ayu belum nikah, mungkin biasa tidur sendirian tapi setelah sudah menikah baru ditanggal sebentar aja rasanya kaya udah satu tahun, wajar pengantin masih baru ya masih anget-angetnya.
Ayu mulai memejamkan matanya, hingga tertidur dengan sendirinya.
Dikamar Rama dan Ana.
Rama sedang mengelus-elus perut istrinya yang sudah besar, Rama berbicara pada calon Anaknya yang masih dalam perut istrinya.
"Nak yang anteng ya, di dalam perut mamamu!" kata Rama, sambil mencium perut istrinya.
"Sayang, Aku kangen" kata Rama dengan rengkekannya.
"Lalu?" tanya Ana.
"Ayo lakukan olahraga malam!" ajak Rama.
Rama berniat mencium bibir Ana, namun jari telunjuk Ana menghentikannya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Ana, dengan raut wajah kesalnya.
Ana terdiam.
"Apa wanita hamil tujuh bulan, masih boleh melakukan hubungan suami istri?" gumam Ana, yang tidak tau tentang hal itu.
"Ana kenapa kamu diam?" tanya Rama.
"Aku hanya sedang berpikir, Apakah hamil tujuh bulan masih boleh melakukan hubungan suami istri?" jawab Ana, sambil berpikir.
Rama menelan ludahnya dengan begitu kasar, Karena menahan hasratnya yang sudah lama dirinya tahan.
"Aku juga tidak tau sayang" jawab Rama, yang menang tidak tau dalam hal ini.
"Ya sudah kita tanya pada Mbah G**gle saja" saran dari Ana, yang langsung mengambil ponselnya yang ada dinakas sebelah Ana tidur.
Rama menggelengkan kepalanya. lalu menaruh kembali ponsel Ana ke nakas.
"Lalu, mau bertanya pada siapa?" tanya Ana, Sambil kembali berpikir.
"Kita bertanya dengan para pembaca yang sudah berpengalaman!" jawab Rama.
"Baiklah, jadi kita lakukan tunggu jawaban dari para pembaca ya" kata Ana, dengan wajah yang begitu polosnya.
Rama tidur, Ana juga ikut tertidur.
Dirumah Alena dan Bagas.
Bagas dan Alena sedang perang dingin, ntah karena masalah apa? sekarang Alena sedang ngambek dan Bagas sedang berusaha membujuknya.
"Sayang, sudah dong jangan ngambek terus" bujuk Bagas, dengan nada begitu imutnya.
Bagas menggoyangkan tubuh istrinya, namun Alena tetap tidak memperdulikannya.
"Bukan Aku yang menggodanya, tapi wanita itu yang tergoda denganku" Bagas berusaha menjelaskan pada Alena.
"Aku tidak mau tau, Aku tidak tidak suka suamiku dekat-dekat dengan wanita lain" kesal Alena, yang tidak mau mendengarkan penjelasan dari suaminya.
"Alena, kamu jelas-jelas tadi melihatnya sendiri wanita itu pura-pura tersandung dan jatuh ke dalam pelukanku" Bagas masih berusaha menjelaskan.
Kejadian waktu di acara pesta.
Ada seorang wanita cantik yang tidak sengaja mencari-cari perhatian dari Bagas, Alena yang melihatnya begitu kesal.
Tanpa sengaja wanita itu, pura-pura tersandung dan jatuh kedalam pelukannya Bagas.
"Kamu tampan sekali" kata wanita itu.
"Terimakasih" kata wanita itu, yang kini telah memegang tangan Bagas dengan begitu genit.
Wanita itu, langsung membenarkan posisi tubuhnya.
"Sama-sama" jawab Bagas cuek.
"Dasar wanita tidak tau diri" kesal Alena, yang langsung pergi meninggalkan Bagas karena merasa cemburu.
Bagas yang melihat Alena pergi berniat mengejarnya, namun wanita itu malah menarik tangan Bagas.
"Mau kemana disini saja bersamaku" goda wanita itu.
__ADS_1
"Maaf, saya mau mengejar istri saya" kata Bagas, dengan nada kesal.
Bagas langsung menepiskan tangan wanita itu dengan kasar, lalu langsung pergi untuk mengejar Alena.
Seperti itulah kejadian dipesta, yang membuat Alena merasa kesal sampai saat ini.
"Aku tidak mau tau" kata Alena, yang sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Bagas menggelitiki tubuh istrinya dengan jari-jarinya.
"Apa kamu sedang cemburu?" Bagas berusaha mengoda Alena.
"Bagas hentikan ini menggelikan!" pinta Alena, yang kini menahan tawanya.
"Tidak mau, sampai kamu mengakui kalau kamu sedang cemburu" ledek Bagas.
Alena membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Katakan padaku! Apa Aku salah jika Aku jika Aku merasa cemburu?" tanya Alena dengan lantang.
"Tanganmu dipengang-pegang"
"Mata wanita itu menatapmu dengan tatapan mesum"
"Bahkan wanita itu sengaja mengodamu"
"Darimana kamu tau, dia menatapku dengan tatapan mesum?" protes Bagas.
"Dia mengedip-edipkan matanya, apa itu bukan mesum namanya?" tanya Alena.
Bagas tertawa mendengar pertanyaan dari istrinya.
"Itu bukan mesum, tapi itu menggenitkan matanya" Bagas mencoba memberi pengertian pada Alena.
"Sudah, pokoknya Aku kesal" kata Alena, yang tetap tidur membelakangi suaminya.
"Cie Alena cemburu" ledek Bagas lagi.
Bagas terus meledek istrinya, agar tidak kesal lagi namun tidak berhasil.
Dikamar Ayu.
Ayu terbangun, karena merasa merindukan Rehan.
"Jam berapa sekarang?" tanyanya pada diri sendiri.
"Rehan, Aku benar-benar tidak bisa tidur tanpamu"
"Biasanya tidur ada yang meluk"
"Biasanya sebelum tidur ngobrol dulu"
"Padahal dulu waktu pacaran sama Rehan biasa saja biarpun jarang ketemu"
"Sekarang sudah jadi istrinya, ditinggal belum ada satu hari saja rasanya gelisah banget"
"Cepet pulang sayang, Aku tidak bisa tidur sendirian"
Kini berbagai macam perkataan dari mulut Ayu keluar begitu saja, Ayu mengambil bantal yang biasa buat tidur suaminya.lalu Ayu memeluk bantal itu dengan begitu erat dan mencoba membaringkan tubuhnya kembali keatas kasur untuk tidur.
__ADS_1
Bersambung.