Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
372.Cie Kevin cemburu S2.


__ADS_3

Sesampainya didepan rumah Valin, ada seorang laki-laki yang sedang duduk menunggu Valin. Ntah laki-laki itu siapa?


Kevin memberhentikan mobilnya, dengan tatapan tajam sorot mata Kevin terus tertujuh kepada laki-laki yang duduk di depan rumah Valin.


Valin sadar tatapan Kevin terus tertujuh pada laki-laki itu, tapi Valin pura-pura tidak tahu.


"Untuk apa dia kesini?" Batin Valin dalam hatinya.


Kevin turun lebih dulu dari mobil, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Valin.


"Siapa laki-laki itu?" tanya Kevin dengan sorot mata yang begitu cemburu.


"Itu teman sekolah dulu waktu SMA, namanya Reza aku biasa panggil dia dengan sebutan Eza." Jawab Valin sambil berjalan menuju ke Reza sedang duduk.


Tiba-tiba Kevin menarik tangan Valin, membuat Valin terkejut dan langsung menoleh ke hadapan Kevin.


"Ada apa?" Tanya Valin agak kesal.


"Ingat kamu itu calon istri Kevin Ardiyansyah, jadi kamu harus jaga matamu! Jangan main tatapan sama laki-laki itu, kamu juga tidak boleh berjabat tangan pada dirinya." Bisik Kevin ditelinga Valin.


Valin hanya menganggukkan kepalanya, karena tidak mau urusannya semakin lama.


"Apa dia sedang memberikan peraturan padaku? Tinggal bilang saja aku cemburu ini pakai peraturan konyol seperti itu." Valin menggerutu dalam hatinya.


Kevin terus memegang tangan Valin dan enggan untuk melepaskannya, Valin juga membiarkan Kevin melakukan itu. Karena memang laki-laki yang akan ditemuinya adalah laki-laki yang menyukai Valin tapi Valin tidak menyukainya.


"Eza...." panggil Valin dengan suara lembut.


Eza menoleh kearah Valin dan menatap Valin hingga beberapa detik, membuat Kevin agak kesal padanya.


"Apa laki-laki itu sedang menikmati wajah cantik calon istriku?" Batin Kevin dalam hatinya.


Kevin hanya diam saja, dalam hati Kevin selagi laki-laki itu tidak berbuat macam-macam pada calon istrinya, Kevin akan berusaha tenang dan menyembunyikan perasaan cemburunya.


"Valin, apa kabar?" tanya Reza dengan nada lembut.


"Kabar aku baik, ayo mari masuk!" Dengan nada lembut Valin mengajak Reza masuk ke dalam rumahnya.


Sungguh Kevin merasa sangat kesal, tapi Kevin masih berusaha tenang dan hanya bisa ngedumel dalam hatinya.


"Diluar saja Lin." Jawab Reza yang terbiasa memanggil Valin dengan sebutan Lin.


"Baiklah ayo kita duduk dulu!" Pinta Valin dengan nada lembut.


Valin tidak sadar dari tadi tatapan calon suaminya, sudah seperti singa yang akan menerkam mangsanya.


Kini Valin dan Reza duduk dikursi yang ada di depan teras rumahnya Valin.


"Valin, aku kesini aku mau mengajakmu untuk menikah denganku." Kata Reza tanpa basa-basi.


Valin menatap Reza dengan tatapan tidak percaya, padahal dulu sudah pernah Valin bilang kalau Valin tidak pernah menyukai Reza. Ehh ini ujuk-ujuk datang ke rumah malah ngajakin nikah, udah gitu ngajaknya Nikah dihadapan calon suaminya Valin lagi.


Mata Kevin langsung membulat dengan sempurna, dalam hati Kevin dasar laki-laki brengsek berani sekali dia mengajak calon istriku menikah dengannya. Dia tidak tahu siapa Kevin Ardiyansyah itu?

__ADS_1


"Ehem...ehem..." Kevin berdehem, dan langsung menarik tangan Valin agar bangun dari tempat duduknya. Setelah Valin bangun dari tempat duduknya Kevin duduk ditempat dikursi yang tidi diduduki oleh Valin.


"Kamu bilang apa pada gadis ini?" tanya Kevin dengan tatapan songongnya.


"Aku mengajak dia untuk menikah denganku." Jawab Reza dengan serius.


Reza yang memang sudah menyukai Valin dari dulu jadi malam ini ia beranikan mengajak Valin untuk menikah dengan dirinya. Tapi Reza juga tidak tahu kalau Valin Sudah punya calon suami.


"Seenaknya saja kamu mengajak calon istri orang menikah, dengar ya Valin itu adalah calon istriku!" kata Kevin dengan tegas.


Reza melirik kan matanya ke Valin, kali ini mata Reza seolah-olah meminta penjelasan pada Valin.


"Iya laki-laki ini adalah calon suamiku, maaf Eza aku tidak bisa menikah denganmu." Valin menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap Reza dihadapan Kevin, laki-laki yang kini akan menjadi calon suaminya.


"Kamu dengar sendirikan?" Kevin menatap Reza dengan tatapan penuh kemenangan.


"Lin, aku sudah mencintaimu sejak lama aku sungguh ingin menikah denganmu." Reza beranjak dari tempat duduknya, dan berniat mendekati Valin tapi dengan cepat Kevin bangun dari tempat duduknya dan mencegah Reza agar tidak sampai menyentuh calon istrinya.


"Jangan menyentuhnya!" Cetus Kevin yang sudah berada tepat di depan Valin.


Valin hanya menggelengkan kepalanya, ia baru sadar kalau ternyata laki-laki yang akan menjadi calon suaminya itu begitu pencemburuan sekali.


"Ternyata manusia jutek seperti Tuan Kevin, bisa juga cemburu." Valin tertawa dalam hati.


"Tuan Kevin, izin aku berbicara pada Eza sebentar." Pinta Valin, mendengar Valin memanggil namanya dengan sebutan tuan. Kevin langsung membalikkan badannya menghadap ke Valin.


"Calon istriku, panggil aku sayang! Jangan Tuan lagi! Kita sedang tidak berada di kantor." Kevin menjetikkan jarinya tepat di jidat Valin.


Valin memegangi jidatnya dengan tangannya.


"Dan kau laki-laki brengsek, silahkan pulang karena wanita yang kamu inginkan ini sudah menjadi calon istriku." Kevin mendorong-dorong Reza agar pergi dari rumah Valin.


Lagi-lagi Valin hanya menggelengkan kepalanya, dalam hati Valin ternyata diam-diam dia cemburu.


Akhirnya Reza pergi dari rumah Valin, Valin terus tersenyum membuat Kevin agak kesal.


"Berhentilah tersenyum, atau gigimu akan kering." Omel Kevin dengan tatapan kesal.


"Sana pulang sudah malam, sudah jangan cemburu terus! Aku tahu Reza memang tampan kok." Valin senyam-senyum, niat sekali membuat Kevin semakin kesal.


"Masuklah! Dan jangan berani memuji laki-laki lain dihadapanku!" Kevin mendorong Valin dengan pelan, agar Valin masuk ke dalam rumahnya.


Valin membuka pintu rumahnya yang ia kunci, setelah pintu terbuka Valin langsung masuk ke dalam rumahnya. Kevin juga langsung pulang karena sudah larut malam.


.


.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya Kevin sampai dirumahnya. Kevin membuka pintu rumahnya dengan kunci serep yang ia bawa.


"Ceklek....." suara gagang pintu, Kevin melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Kevin menghentikan langkah kakinya karena mendengar suara cekikikan.


"Siapa malam-malam seperti ini cekikikan, padahal tidak ada orang." Gumam Kevin.

__ADS_1


Kevin terus melangkahkan kakinya, dan suara cekikikan itu semakin terdengar membuat Kevin merasa sangat merinding.


"Serem ih malam-malam." Kevin rasanya pingin kencing di celana, tapi Kevin menahannya.


Kevin terus berjalan cepat sambil memegangi celananya, tiba-tiba ada yang berdehem membuat Kevin semakin takut. Karena lampu juga semua sudah dimatikan semua jadi membuat Kevin berpikiran macam-macam.


"Ehem...ehem..." suara dehem.


"Siapa itu?" Tanya Kevin sambil mencari-cari sosok yang berdehem.


"Apasih Vin, ini Kak Niah sama Kak David." Jawab Niah yang ternyata sedang menonton flim horor diponselnya.


Ternyata Niah dan David sedang menonton flim horor diponselnya. Dan Niah sengaja mengeraskan suara ponselnya.


Kevin menyalahkan lampunya, ternyata Niah dan Kakaknya iparnya sedang duduk diruang tengah. Tapi mereka duduk dibawah sofa jadi ya pantes tidak terlihat dan lagi lampu sudah dimatikan semuanya.


"Lagian kakak nonton flim suaranya keras sekali, udah gitu duduknya di bawah sofa ya aku tidak melihatnyalah. Aku kira tadi ada hantu dirumah ini." Kevin terus mengoceh seperti burung beo.


Kevin berjalan menuju kakaknya dan kakak iparnya sedang duduk, kini Kevin malah ikutan nonton film horor tersebut.


"Kapan Kakak datang?" Tanya Kevin yang sudah ikut bergabung menonton film horor diponsel milik Niah.


"Aku sudah datang dari siang, oh iya kamu darimana jam segini baru pulang?" Niah balik bertanya pada adiknya.


"Aku habis bertemu calon istriku," Jawab Kevin dengan wajah yang begitu sumpringah.


Niah mengalihkan pandangannya dari ponselnya, kali ini matanya serius menatap ke Kevin.


"Apa itu artinya, kamu akan sungguh-sungguh menikah dengan Valin?" Tanya Niah dengan sorot mata yang begitu serius.


"Iyalah kak, aku akan menikah dengan dia." Jawab Kevin yang lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.


Niah menatap Kevin dengan tatapan percaya tidak percaya, tapi Niah juga bahagia akhirnya adiknya akan menikah.


Kevin beranjak dari tempat duduknya dan langsing pergi menuju ke kamarnya. Malam ini Kevin seperti sedang di mabuk asmara gara-gara Valin.


Sesampainya dikamar, Kevin tiba-tiba mengambil bantal guling dan memeluknya dengan erat. Sungguh malam ini Kevin benar-benar sudah tidak waras gara-gara Valin.


.


.


Malam semakin larut, David membopong Istrinya masuk ke dalam kamar.


"Sudah malam ayo tidur istriku!" David tersenyum manis pada Niah.


Sesampainya dikamar David membaringkan tubuh Niah diatas ranjang tempat tidurnya.


David membelai-belai pipi Niah, lalu mencium keningnya dengan penuh kehangatan.


"Istriku apa aku boleh menjenguk anak kita di dalam sana?" David tersenyum mesum pada Istrinya.


"Suamiku.....!!"

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2