Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
205. Pernikahan Bagas dan Alena.


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu dan kini Bagas dan Alena akan mengikat janji suci mereka dipelaminan.


Semua keluarga besar Alena dan keluarga Bagas sudah berada ditempat acara resepsi pernikahan Bagas dan Alena.



Hari ini Rama, Ana, Rian, Via, Rehan dan Ayu sudah berada ditempat resepsi pernikahan Alena dan Bagas.


Alena hari ini memakai gaun pengantin berwarna putih yang begitu anggun dan cantik, yang didampingi dengan Ana, Via dan Ayu.



Visual Alena.


Via berdiri disamping Alena mengenakan dress warna putih, Via terlihat cantik dengan riasannya yang begitu natural.



Visual Via.


Ana juga sudah berada dibelakang Alena mengenakan dress warna hitam dengan riasan wajah yang begitu natural.



Visual Ana.


Ayu juga sudah ada ditengah-tengah mereka memakai dress warna coklat muda yang dihiasi dengan kalung yang begitu imut dilehernya.



Visual Ayu.


Ana, Via dan Ayu saling melempar ledekan pada Alena agar Alena tidak terlalu tegang.


"Alena, tersenyumlah!!" suruh Via.


"Ayo kita ambil foto bersama!!" ajak Ayu.


"Boleh itu, buat kenang-kenangan!!" jawab Alena dan Ana bersamaan.


Untuk menghilangkan rasa tegang Alena akhirnya ke empat wanita itu asik mengambil beberapa foto dengan berbagai macam gaya.


Rama, Rian, Rehan dan Bagas sedang duduk bersama sambil mengobrol sambil menunggu waktu pernikahan dimulai.


Bagas sudah terlihat sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya.



Visual Bagas.


Rama duduk disebelah Bagas, kali ini juga Rama mengenakan jas berwarna hitam dengan dipandukan dasi kupu-kupu.



Visual Rama.


Rian juga tidak kalah tampan dengan setelan jas warna biru dongker yang malam ini Rian kenakan.



Visual Rian.


Rehan juga tidak kalah tampan dari para seniornya bahkan malam ini Rehan terlihat begitu manis seperti gula.


__ADS_1


Visual Rehan.


Mereka berempat sedang mengobrol dengan begitu asik.


"Bagas nanti malam pertamamu, lakukan dengan benar ya!!" ledek Rian dengan jailnya.


Bagas menatap tajam Rian dengan matanya.


"Asalkan Alena tidak memintaku untuk memanjat pohon mangga saja!!" sindir Bagas dengan tawanya.


Rian mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Memanjat pohon mangga?" timpal Rama bingung.


Rehan hanya bengong melihat kecantikan Ayu dari jarak yang agak jauh.


Rian tersenyum kesal pada Bagas, belum sempat Bagas menjawab pertanyaan Rama tiba-tiba penghulu sudah datang dan meminta kedua mempelai untuk menuju ketempat pernikahan.


Saat ini Bagas dan Alena sudah duduk didepan penghulu, setelah kedua mempelai sudah siap akhirnya penghulu menikahkan Bagas dan Alena dengan ijab qobul.


Ijab qobul selesei dilantunkan akhirnya semuanya tamu yang ada di resepsi mengucapkan kata sah dengan begitu kompak.


Bagas dan Alena melakukan sungkeman pada kedua orangtua mereka, setelah proses pernikahan selesei Bagas dan Alena kembali menemui para tamu yang datang. para tamu berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


Setelah beberapa jam akhirnya tamu sudah mulai sepi sekarang Bagas dan Alena bergabung dengan Rama dan yang lainnya.


"Kak Bagas dan Alena selamat ya, akhirnya sah juga mudah-mudahan segera dapat momongan!!" ucap Ayu yang penuh dengan doa untuk Bagas dan Alena.


"Alena, Bagas selamat ya!!" timpal Rehan.


"Akhirnya menikah juga, selamat ya buat kalian" timpal Rama.


"Cepetlah buat Alena hamil, agar kita bisa jadi ibu bersamaan" ucap Ana.


"Ana benar, Alena!!" timpal Via yang setuju dengan ucapan Ana.


"Ku bilang apa lakukan dengan baik, agar adonan kalian cepat jadi!!" ledek Rian, dengan nada jail seperti biasanya.


"Tuan Rian, Aku nanti akan melakukannya dengan baik!!" jawab Bagas penuh semangat.


"Pokoknya terimakasih kalian sudah hadir di pernikahan kami, terimakasih doanya dari kalian semua!! kalian adalah sahabat-sahabat terbaik!! ucap Alena dan Bagas bersamaan.


Semuanya tersenyum bahagia.


"Kompaknya pengantin baru!!" ledek Ana, yang mendengar Bagas dan Alena mengucapkan kata-kata yang sama untuk mereka semua.


Rian dan Rama tiba-tiba menarik Bagas, ntah mau diculik kemana sih Bagas oleh mereka berdua.


"Alena, kita pinjam Bagas nya sebentar ya!!" ucap Rian dan Rama bersamaan.


"Ambillah, jangan lama-lama tapi" jawab Alena cuek namun tetap saja tidak mau lama-lama apalagi pengantin baru.


Via dan Ana hanya tertawa.


"Dasar mereka!!" kesal Ana dan Via.


Ana melihat adik iparnya tidak ikut, akhirnya Ana bertanya pada Rehan.


"Apa kamu tidak ikut dengan mereka, Rehan?" tanya Ana, yang melihat Rehan masih duduk.


"Tidak kakak ipar!! mereka sudah menikah sedangkan aku belum, jadi aku mau tetap disini saja jagain para bidadari cantik malam ini takut ada yang nyulik!!" jawab Rehan dengan nada bercanda.


Ana, Via dan Alena tertawa bersamaan sedangkan Ayu tiba-tiba mencubit pipi Rehan.


"Sayang apa yang kamu lakukan? jangan sembarangan menggoda ketiga wanita ini atau kamu dikeroyok sama kak Rama dan yang lainnya??" ucap Ayu, yang tau pasti jika Rama, Rian dan Bagas tau Rehan menggoda istri mereka pasti Rehan akan dihakimi oleh ketiga laki-laki itu.

__ADS_1


Rehan asik mengobrol dengan Via, Ana, Alena dan Ayu dengan begitu asik. sedangkan Rama dan Rian belum membawa kembali Bagas.


"Ada apa tuan?" tanya Bagas Ingin tau.


"Ini kado dari kita untukmu nanti malam!!" ucap Rama dan Rian bersamaan.


"Ini apa?" tanya Bagas penasaran.


"Ini alat tempur untuk nanti malam" jawab Rian.


Bagas hanya bengong dan menaruh kado kecil itu kedalam sakunya celananya.


"Hanya karena ini? kalian menculikku?" tanya Bagas kesal.


Rama dan Rian tertawa bersamaan dan langsung mengajak Bagas kembali pada istrinya.


"Kalian sudah selesai?" tanya Via.


"Sudah sayang!!" jawab Rian.


Malam semakin larut obrolan mereka semakin asik, namun mereka harus segera pulang kerumah masing-masing.


Via dan Rian pamit pulang kepada kedua mempelai.


"Kita pulang dulu!!" pamit Rian dan Via.


"Terimakasih ya tuan Rian!!" ucap Bagas.


"Alena nanti malam lakukan dengan baik!!" bisik Via ditelinga Alena.


Alena hanya menganggukkan kepalanya pada Via.


Rama, Ana, Rehan dan ayu juga pamit pulang.


"Kita pulang dulu ya Bagas!!" pamit Rama mewakili semuanya.


"Iya tuan Rama, terimakasih untuk hadiah pernikahannya ya tuan!!" ucap Bagas.


"Lakukan tugasmu dengan baik nanti malam" ledek Rama, dengan kejailannya.


"Alena semangat!!" timpal Ana.


Alena tersenyum malu pada Ana.


"Kak Bagas, selamat berkerja keras nanti malam!!" ucap Rehan.


"Dasar anak kecil!!" kesal Bagas.


"Sebentar lagi aku akan menikah" jawab Rehan tidak mau kalah.


"Alena, semangat ya!!" ucap Ayu.


Alena tersenyum pada Ayu.


Setelah semuanya selesai berpamitan akhirnya Rama dan yang lainnya pulang.


Bagas dan Alena juga langsung pulang kerumah barunya sedangkan orangtua tua Bagas dan orangtua Alena langsung pulang dari tadi karena kelelahan dan badannya kurang sehat. maklum namanya sudah tua.


Bagas dan Alena.


Diperjalanan menuju rumah baru Alena dan Bagas hanya banyak diam tidak seperti biasanya. mungkin mereka sudah sangat kelelahan malam ini Bagas juga tidak menyetir sendiri, karena Rama sudah menyiapkan supir untuk mengantarkan Bagas dan Alena menuju kerumah hadiah pernikahan mereka dari Rama.


Akhirnya Bagas dan Alena sampai dirumah baru mereka.


Mereka langsung masuk ke kamar!!!!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2