Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
298.Gara-gara benda lucu.


__ADS_3

Rian langsung mengambil Vano dari gendongan Via, lalu Rian langsung mengecek tangannya Via Karena takut terluka gara-gara cengkraman tangan laki-laki tidak punya Ahklak itu.


"Aku baik-baik saja." kata Via yang berusaha meyakinkan suaminya.


Melihat raut wajah suaminya yang begitu kawatir pada dirinya, Via langsung mengembangkan senyumnya.


"Lain kali Aku tidak akan meninggalkan Kamu sendirian lagi." kata Rian yang merasa bersalah karena meninggalkan Via sendirian tadi waktu di dalam.


"Sebagai permintaan maaf ku, katakan Kamu mau minta apa?" tanya Rian pada Via.


"Aku mau minta makan malam bersama saja, Kita kan sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua." kata Via dengan begitu manja.


Rian tersenyum lalu mengacak-acak rambut Via.


Menurut Rian permintaan istrinya itu sangat mudah dikabulkan, jangankan makan malam berdua jika detik ini Via minta mobil baru saja pasti Rian akan memberikannya.


Apalah Rian tanpa Via, wanita yang di nantinya selama 5 tahun dan akhirnya menjadi jodohnya, bahkan sekarang sudah menjadi Ibu dari Anaknya.


"Baiklah Istriku, ada lagi selain itu yang mau Kamu minta?" jawab Rian sambil kembali bertanya pada Via.


"Aku hanya memintamu setia padaku!" pinta Via yang diiringi dengan senyum manisnya.


"Tentu akan Aku lakukan itu, apa penantianku selama 5 tahun masih membuatmu ragu akan kesetiaanku?" tegas Rian pada Via.


"Aku hanya takut, banyak godaan diluar sana."sambung Via.


Via dan Rian langsung menuju ke mobil, sambil menggendong Vano Rian membukakan pintu mobil untuk Via.


"Masuklah!" pinta Rian.


Via langsung masuk ke dalam mobil, lalu Rian menaruh Vano diapangkuan Via. setelah selesai Rian langsung menutup kembali pintu mobilnya.


Rian menyalahkan mesin mobilnya, lalu segera menuju pulang kerumahnya.


Dirumah Bagas dan Alena.


Bagas masih menyadarkan tubuhnya di depan pintu kamarnya, dengan perasaan yang diselimuti perasaan kesal dan rasa bersalah pada Istrinya.


Pagi ini Bagas benar-benar merasa begitu frustasi.


"Aku harus meminta maaf pada Alena, Aku tahu salah Aku sudah egois padahal Alena juga sudah banyak mengalah, Dia juga rela menjadi Ibu rumah tangga dan meninggalkan karirnya begitu saja demi Aku dan Anakku. sayang maafkan Aku." berbagai perkataan terucap dalam hati Bagas.


Bagas langsung bangun dari tempatnya menyandarkan tubuhnya, kini Bagas kembali mencari Alena disetiap sudut ruangan lagi.


Namun Bagas tetap tidak menemukannya, hanya halaman belakang rumahnya yang belum Bagas lihat, akhirnya Bagas langsung pergi menuju ke halaman belakang rumahnya.


Dihalaman belakang rumahnya, Bagas melihat Alena duduk dikursi taman sambil memangku Kena.


"Alena maafkan Aku." batin Bagas sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat Alena sedang duduk.


Mendengar bunyi langkah kaki, Alena langsung menghapus air matanya, Bagas langsung memegang pundak Alena.

__ADS_1


"Alena!!" panggil Bagas.


Alena menoleh kearah suara, sedangkan Bagas langsung berjalan lalu duduk dihadapan Alena.


"Apa Kamu menangis?" tanya Bagas lirih.


"Apa Kamu lihat Aku sedang tertawa." tegas Alena dengan ketus.


Bagas menegang tangan Alena, lalu menciumnya.


"Maafkan Aku, Aku tahu Aku salah." Bagas meminta maaf pada Alena.


Sambil terus melihat wajah Alena, kini Alena kembali mengeluarkan air matanya dengan cepat Bagas langsung menghapus air mata Alen.


"Jangan menangis, Aku salah Aku minta maaf." pinta Bagas, sambil kembali meminta maaf pada Alena.


Bagas berdiri lalu duduk disamping Alena, dengan perasaan bersalahnya Bagas menarik Alena agar bersandar di bahunya.


"Aku tidak mau memakai pengasuh bayi, Aku mau mengurus Anakku sendiri." kata Alena dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya sayang, Aku tidak akan memaksamu untuk memakai pengasuh bayi lagi." jawab Bagas dengan rasa bersalah.


Alena langsung mengembangkan senyumnya, lalu Bagas langsung memeluk Alena.


Pagi ini akhirnya Bagas meminta maaf pada Alena, atas kesalahannya tadi pagi gara-gara masalah ranjang, Bagas sampai membuat Alena menangis karena meminta Alena memakai pengasuh bayi.


Rama dan Ana.


Siang ini Rama dan Ana pergi ke pusat perbelanjaan, untuk membeli keperluan kedua Anaknya yang hampir pada habis.


Ya mereka membeli pampres, baju dan membeli keperluan lainnya.


Disebuah pusat perbelanjaan, Rama sibuk mendorong kedua Anaknya dengan dorongan bayi. sedangkan Ana sibuk mencari-cari keperluan apa saja yang dibutuhkan dan yang sudah habis dirumahnya.


Setelah selesai berbelanja membeli semua keperluan kedua Anaknya, dan Ana sudah membayar semua belanjaan. Ana langsung mengajak Rama ke toko perlengkapan bayi.


"Sayang, ayo Kita beli baju untuk Niah dan Kevin." ajak Ana, Rama hanya mengikuti kemana istrinya pergi.


Iya karena tugas Rama hari ini menjadi ATM berjalan Ana dan menjadi Papa yang baik untuk kedua Anaknya.


Ana langsung berhenti di toko perlengkapan bayi, melihat baju Anak-anak yang begitu lucu kali ini bukan Ana yang begitu antusias memilihnya, melainkan Rama.


"Sayang, Kamu gantian dorong Anak-anak kali ini biarkan Aku yang memilih baju-baju mereka." kata Rama pada Ana.


Ana hanya terdiam, lalu langsung beralih mendorong Anak-anaknya. sedangkan Rama sibuk memilih ini itu sambil mendorong troli tempat belanjaan.


"Rama, kita beli yang dibutuhkan saja." omel Ana, melihat Rama mengambil apa saja yang dirinya suka membuat Ana merasa kesal.


"Aku mau membeli ini dan ini keduanya sangat lucu." bukannya menjawab Omelan Ana Rama malah menunjukkan dua benda lucu yang ada ditangannya.


Ana hanya menarik nafasnya, lalu membuangnya dengan pelan.

__ADS_1


"Rama Kamu selalu saja membeli barang yang tidak dibutuhkan, hanya karena benda itu terlihat lucu." kesal Ana dalam hatinya.


Mengingat dulu waktu membeli perlengkapan bayi sebelum Niah lahir, Rama juga melakukan hal yang sama membeli benda apa saja yang menurutnya lucu.


Sekarang ditroli belanjaan penuh dengan baju-baju, mainan, dan berbagai benda lainnya yang menurut Ana itu tidak diperlukan.


Setelah satu jam berlalu, kini Rama sudah puas dan langsung membawa belanjaan ke kasir.


Setelah semua belanjaannya dihitung dikasir, dan mendengar habisnya hingga puluhan juta. Ana hanya menggelengkan kepalanya.


"Kali ini Papamu menghamburkan uang hanya karena macam-macam benda lucu." gumam Ana sambil melihat Rama membayar belanjaannya dengan kartu ATM nya.


Rama langsung mendorong trolinya, Ana mengikuti Rama disamping Rama.


"Sebanyak itu buat apa?" tanya Ana.


"Iya buat kedua Anak kita." jawab Rama.


"Tapi itu berlebihan sekali." protes Ana.


"Sayang, Aku ini membelikan untuk Vano, Kenan dan Ralin juga, makanya Aku membeli sebanyak ini." jelas Rama sambil melihat kearah Ana.


Ana langsung memancarkan senyumnya, ternyata suaminya menghabiskan uangnya tidak hanya untuk kedua Anaknya melainkan membelikan juga untuk Anak-anak kedua sahabatnya dan untuk Anak Adek nya juga.


"Apa senyum-senyum." omel Rama dengan tatapan sinis.


"Maaf, Aku kira Kamu membeli semua itu untuk kedua Anak kita saja! padahalkan kedua Anak Kita juga belum membutuhkan semua itu." jelas Ana sambil meminta maaf.


Jelaslah Ana kesal, Rama membeli banyak baju dan juga bermacam-macam mainan juga.


Kali ini Rama kalap hanya karena benda-benda yang menurutnya lucu, sekalinya ngajak suami belanja bukannya membantu ini malah Dia nya yang kalap belanja hingga puluhan juta.


"Sayang, nanti undang Rian, Bagas, Rehan dan istri-istri mereka, Kita bagikan mainan dan baju-baju lucu ini untuk Anak-anak mereka juga." kata Rama yang diiringi dengan senyum manisnya.


"Iya nanti Kita undang mereka kerumah." sambung Ana.


Iya biarpun Ana tadinya kesal, tapi mendengar suaminya ternyata membeli semuanya untuk Vano, Kenan dan Ralin juga ya rasa kesal Ana hilang begitu saja.


Karena merasa sudah lelah, akhirnya Rama dan Ana langsung pulang menuju Kerumahnya.


Sesampainya dirumah.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya tema Asti



__ADS_1


__ADS_2