
David dan Niah sudah sampai di dalam perpustakaan dan di dalam perpustakaan, Ternyata sudah ada laki-laki tampan yang menunggu Niah.
"Siapa laki-laki itu?"
Riko langsung berjalan menghampiri Niah, Kini dirinya tersenyum penuh makna.
"Niah sayang, Aku merindukanmu, Aku yakin laki-laki itu pasti belum menyentuhmu, Karena kamu tidak mau dan dihatimu hanya ada aku saja." Sambil terus mengitari Niah Riko terus berceloteh seperti burung beo berkicau.
Riko mungkin masih ada di dalam hati Niah, Tapi Niah juga sadar dirinya sudah menikah dengan David. Jadi perasaannya untuk Riko pasti lama kelamaan akan hilang.
Niah hanya diam saja karena bingung harus berbuat apa? Sedangkan David sudah mengepalkan kedua tangannya rasanya ingin sekali menghajar Riko.
"Berani sekali dirimu merindukan istri David Pratama, Apa kamu sudah bosan hidup?" Batin David langsung bergema.
David masih diam saja menahan rasa kesalnya, David terus menatap wajah Riko dengan tatapan begitu membunuh.
"Sayangku kenapa kamu diam saja?" Tanya Riko yang ingin menyentuh dagu Niah, Yang langsung ditepis oleh David dengan kasar.
"Jangan pernah menyentuh Istriku!!" Tegas David dengan tatapan tajam, Membuat Riko tertawa dengan lantang.
Riko benar-benar membuat David sangat kesal, Rasanya ingin sekali menghajar Riko.
"Sebelum dia menikah denganmu, Aku sudah lebih dulu menyentuhnya dan kamu juga harus tahu Raniah Putri Ardiyansyah mau menikah denganmu itu semua karena Papanya, Coba kalau papanya tidak memaksanya pasti dia sudah menjadi istriku." Dengan suara agak keras Riko menegaskan pada David.
Niah langsung melihat kearah Riko kali ini dengan tatapan yang begitu tajam.
"Riko aku memang masih mencintaimu tapi itu dulu sebelum aku tahu busuknya kamu selama ini, Tapi setelah aku tahu, Aku lebih baik dijodohkan daripada aku harus menikah dengan laki-laki sepertimu." Jawab Niah dengan begitu lantang, Membuat Riko menatapnya dengan tatapan bingung.
"Apa maksud Raniah?" Batin Riko yang saat ini merasa bingung.
Riko tidak tahu kalau Niah sudah mengetahui semuanya tentang kebusukan dia, Riko berpacaran dengan Niah itu hanya untuk numpang hidup saja, Bukan Niah yang Riko sayang selama ini tapi uangnya Raniah yang dirinya sayang selama ini.
Salama berpacaran dengan Niah, Hidup Riko benar-benar terjamin Riko pingin beli apa-apa tinggal bilang Niah saja, Riko tidak punya uang tinggal bilang Niah saja. Niah gadis yang begitu polos dan tidak pernah pacaran selama ini dan ketika Niah merasakan indahnya pacaran, Tulusnya mencintai seseorang laki-laki ternyata laki-laki yang dicintai oleh dirinya adalah laki-laki br*ngsek yang hanya ingin numpang hidup saja.
Mata David berapi-api rasa amarah dalam hatinya ingin sekali dirinya lampiaskan. David langsung menarik kra kemeja milik Riko, Kini wajah Riko begitu dekat dengan wajah David.
"Aku tidak perduli, Kamu hanya menyentuhnya tapi kamu tidak bisa memilikinya. Dan kamu harus tahu Raniah sekarang sudah menjadi Nyonya David Pratama, Dan kamu hanyalah masalalunya!" Dengan lantang David memberikan penegasan pada Riko.
"Dan satu lagi, Kamu dengarkan apa yang dikatakan oleh istriku barusan!!" Bisik David ditelinga Riko, Membuat Riko merasa kesal.
"Niah berani sekali kamu bicara seperti itu dihadapan laki-laki br*ngsek ini." Batin Riko yang sudah dikuasai oleh amarahnya.
Riko berniat menonjok wajah tampan David, Dengan cepat David langsung menahan tangan Riko dan langsung memelintirnya ke belakang.
__ADS_1
Raniah hanya berdiri karena merasa takut, Tubuhnya gemetaran.
"Apa perkataanku salah, Aku takut sekali mereka akan berkelahi." Batin Niah yang sudah berdiri agak jauh dari Riko dan David.
Riko langsung mengerakan kakinya untuk menendang David hingga David terjatuh.
"Sudah hentikan apa yang kalian lakukan!!" Niah berteriak histeris.
David langsung bangun dari tempatnya terjatuh, Lalu langsung memukul punggung Riko dari belakang, Akhirnya diantara mereka terjadi perkelahian yang begitu hebat dan tidak mau saling mengalah.
Niah langsung menyuruh anak-anak yang dalam perpustakaan untuk keluar dari ruangan.
"Kak Niah aku takut." Kata anak-anak dengan wajah takutnya.
"Kalian keluar dulu ya anak-anak." Niah langsung mengantar anak-anak untuk keluar dari ruangan.
Niah kembali masuk kedalam, David masih terus menghajar Riko hingga Riko babak belur sudut bibir Riko juga sudah berdarah karena ulah David.
"David aku mohon hentikan, Kalian membuat anak-anak ketakutan." Niah kembali berteriak histeris, Bahkan Niah sampai meneteskan air matanya karena merasa ketakutan.
David masih terus memegangi kra kemeja Riko, David berniat memberikan t*njokan lagi pada Riko tapi mengurungkannya, Karena melihat istrinya sudah menangis.
David langsung mendorong Riko hingga terjatuh, Riko terus memegangi luka disudut bibirnya dengan tangannya.
David langsung berjalan menuju kearah Niah, Lalu David langsung menarik Niah masuk kedalam pelukannya.
"Sudah jangan menangis, Apa kamu menangisi laki-laki br*ngsek itu?" David berusaha menenangkan Niah, David juga bertanya pada Niah dengan nada kasar.
Niah hanya diam saja karena enggan menjawab pertanyaan dari David, Dalam hati Niah merasa bingung siapa yang sebenarnya Niah khawatirkan saat ini, Yang jelas berada dipelukan David itu begitu nyaman.
Riko bangun dari tempatnya terjatuh dan langsung keluar dari ruang perpustakaan tersebut, Riko keluar sambil memegangi sudut bibirnya yang terluka.
David melepaskan Niah dari pelukannya, Lalu mengajak Niah duduk di bangku yang ada di dalam perpustakaan.
"Riko sudah pergi, Kamu berangkatlah ke kantor!" Pinta Niah yang melihat Riko sudah tidak ada ditempatnya tadi.
"Aku mau tetap disini, Hari ini aku tidak mau berangkat ke kantor!" Tolak David yang malah duduk sambil menopang satu kakinya.
Niah hanya membiarkan David melakukan apa yang David mau, Niah keluar dari dalam ruangan untuk memanggil anak-anak yang tadi Niah diluar dulu.
"Anak-anak ayo masuk! Kita mulai belajarnya." Ajak Niah dengan nada lembut.
Anak-anak langsung masuk kembali kedalam ruangan, Setelah anak-anak duduk dengan rapi Niah langsung mulai mengajarnya.
__ADS_1
Pelajaran demi pelajaran Niah ajarkan pada anak-anak didiknya, Dengan bahagia, Canda tawa dan Niah yang begitu sabar menghadapi semua anak-anak didik, Membuat semua anak-anak didiknya merasa sangat nyaman pada Niah.
David tersenyum sambil memperhatikan wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya Beberapa hari yang lalu.
"Niah sangat menyayangi anak-anak, Pasti akan lucu jika Niah punya anak nanti, Tapi sayangnya aku dan Niah belum pernah melakukan hubungan suami istri." Batin David yang tiba-tiba ingin punya anak.
Setelah 2 jam kemudian, Niah baru saja selesai mengajar semua anak-anak juga sudah pulang.
"Kamu tidur?" Tanya Niah yang melihat David duduk sambil memejamkan matanya.
"Apa kamu sudah selesai?" Bukannya menjawab David malah balik bertanya.
"Sudah, Bukalah matamu! Ayo kita makan kue bersama," Pinta Niah yang langsung mengajak David ke tempat kue yang ada disamping perpustakaan.
Perpustakaan yang Rama bangun dulu dan toko kue disampingnya, Ini adalah impian Siska, Niah dari dulu mengajar disitu tapi Niah tidak tahu kalau perpustakaan tersebut adalah perpustakaan kenang-kenangan yang diberi nama Perpustakaan Cinta Sejati.
Niah hanya ditugaskan mengajar oleh Rama, Karena Niah tidak mau mengurus perusahaan jadi akhirnya Niah yang mengurus perpustakaan tersebut.
Tidak ada yang tahu tentang cerita pembangunan perpustakaan ini termasuk Kevin, Mereka kesitu hanya mengajar dan kadang hanya mengajak bermain anak-anak saja, Tentang perpustakaan ini masih disimpan rapat-rapat oleh Ana dan Rama selama ini.
Niah dan David sedang makan kue bersama, David diam-diam memperhatikan wajah cantik Niah.
"Ternyata dia cantik sekali." Puji David dalam hatinya.
David tiba-tiba mengarahkan tangannya ke wajah Niah, Membuat Niah berhenti mengunyah kue yang ada didalam mulutnya.
"Ada apa?" Tanya Niah bingung.
"Eemmhh ada bekas kue nempel disudut bibir kamu." Jawab David berbohong, Padahal mah David ingin menyentuh wajah cantik Niah.
Niah mengarahkan tangannya, Kearah bibirnya dan ternyata malah tangan Niah malah memegang tangan kekar David.
"Tangannya begitu mulus," Puji David dalam hatinya.
Dengan tatapan malu-malu Niah diam-diam menatap wajah tampan David.
"Dia begitu tampan." Puji Niah dalam hatinya.
Mata mereka akhirnya saling menatap satu sama lain.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1
Banyak yang tanya kenapa Authornya gak up banyak lagi kaya dulu sih? Maaf ya semuanya Authornya sudah mulai kerja, Tapi Author usahakan up setiap hari 😘😘