
Setelah sampe dirumah Rama dan Ana langsung masuk ke dalam kamarnya, karena memang sudah sepi mungkin Mami dan Rehan juga sudah tidur sedangkan Papi Rama sudah berangkat ke luar negeri lagi.
"Rama, gelap sekali aku takut" Ucap Ana dengan nada ketakutan.
"Tidak apa-apa, kamu tunggu aku nyalakan lampunya dulu ya" Jawab Rama dan langsung pergi menyalahkan lampunya.
Ana berdiri menunggu suaminya yang sedang menyalahkan lampu.
"Sudah nyala sayang, ayo jalan" Ucap Rama sambil menggandeng tangan istrinya.
Dikamar Rama dan Ana.
"Sayang, haruskah aku merusak dandanan 10 juta ini sayang ini? sangat disayangkan sekali uang 10 juta hanya buat merias diri saja!!" Keluh Ana pada Rama, Rama tau kadang istrinya masih sering kaget dengan apa-apa yang berlebihan apalagi uang 10 juta itu Ana harus kerja selama 2 bulan dulu.
"Itu hanya uang 10 juta!! perhiasan yang kamu minta harganya miliaran aja aku belikan sayang, membuat istri cantik itu juga sebuah keharusan biar aku juga tidak jajan diluar nantinya" jawab Rama sambil menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan meja rias.
"Apa semua ini tidak berlebihan??" Tanya Ana dengan polosnya, Ana yang belum terbiasa hidup penuh kemewahan itu membuat dirinya masih sulit menerima perlakuan dari suaminya.
__ADS_1
"Tidak ada yang berlebihan selagi aku mampu aku pasti akan melakukannya untukmu!! ingat aku cari uang pagi, siang, sore, malam, itu hanya buat kamu sayang. biar kamu tidak susah lagi dan kamu bisa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini" Jawab Rama, membuat Ana agak tersipu malu.
"Baik.. baiklah sekarang aku ini seperti istri sultan apa aja yang aku mau pasti keturutan, terimakasih suamiku" Ucap Ana, sambil mencubit kedua pipi suaminya.
Rama tersenyum melihat tingkah polos istrinya dan sampai sekarang Rama masih harus tetap mengalah dan harus lebih bersabar menghadapi istri kecilnya apalagi Ana yang masih sering protes dengan harga apapun yang berlebihan itu membuat Rama menggelengkan kepalanya setiap saat.
Keesokan harinya.
Ana sudah berada di dapur untuk memasak.
"Nona Ana mau masak apa?" Tanya susi pura-pura baik pada Ana.
"Sepertinya nona sama tuan sangat mesra sekali ya, aku sampai baper sama keromantisan kalian berdua nona" Ucap Susi mencoba membuka obrolan pada Ana.
Ana pun tersenyum manis seperti biasanya.
"Namanya suami istri ya seperti itu, Susi.
Apa kamu sudah menikah sus?" Tanya Ana.
"Belum nona, aku masih ingin berkerja dulu" Jawab Susi apa adanya.
__ADS_1
Setelah selesai memasak Rama tiba-tiba turun dari tangga.
"Ana, sarapanku sudah siap?" Tanya Rama dengan nada agak sedikit betriak, membuat Ana kaget.
"Sudah, jangan biasakan teriak-teriak itu membuatku kaget" Ucap Ana kesal pada suaminya.
"Sayang, aku hanya memanggil istriku dan takut istriku tidak mendengar makanya aku sedikit berteriak" Jawab Rama tidak mau mengalah.
Akhirnya Ana untuk tidak menjawabnya atau hal kecil ini bisa menjadi besar dan Rama tidak jadi berangkat ke kantor.
"Sudahlah, kamu sarapan dulu" Ucap Ana pada Rama.
"Kamu sendiri tidak sarapan sayang" tanya Rama pada Ana sambil menyuapkan nasi ke mulut Ana.
"Aku tidak mau sayang makan nasi" Jawab Ana dengan nada cemberut.
"Katakan terus kamu mau makan apa?" tanya Rama ingin tau.
"Aku sedang tidak pingin makan apa-apa sayang" Jawab Ana, sambil terus menatap suaminya makan dengan lahap.
Bersambung
__ADS_1