
Tiga hari kemudian.
Rehan tetap tidak memberikan kabar pada Ayu, kini Ayu mulai gelisah karena sudah sangat merindukannya.
Malam yang sunyi Ayu hanya tidur sendirian sambil memeluk foto Rehan.
Ana sedang duduk sambil menonton televisi diruang keluarga, Rama baru saja keluar dari ruangan kerjanya.
"Kenapa kamu sendirian, sayang?" tanya Rama, yang melihat Ana duduk sendirian disofa.
"Ayu sudah tidur, jadi Aku sendirian" jawab Ana, sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya.
Rama duduk disamping Ana, lalu mengambil cemilan yang ada ditangan Ana.
"Apa Rehan, belum mengabarinya juga" tanya Rama.
"Belum, Ayu saja gelisah banget" jawab Ana.
"Dasar Anak ingusan, bukannya ngabarin istrinya ini malah istrinya tidak dikasih kabar sama sekali, awas saja jika Rehan pulang Aku akan menjewer telinganya nanti" omel Rama, yang merasa kesal pada Rehan, karena belum juga mengabari Ayu.
"Ayu sudah coba telpon Rehan?" tanya Rama lagi.
"Sudah, tapi tidak aktif" jawab Ana.
"Sudah mencoba telpon Mami atau Papi?" tanya Rama lagi.
"Ayu tidak mau, takut Mami dan Papi jadi kepikiran" jawab Ana.
Jam menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya Rama dan Ana masuk kedalam kamar.
"Sudah jam 11, ayo tidur!" ajak Rama.
"Iya ayo tidur" jawab Ana.
Rama mengandeng istrinya untuk masuk kedalam kamar mereka. kini mereka sudah membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"Ana, kita lakukan USG ya biar kita tau jenis kelamin Anak kita nanti!" kata Rama tiba-tiba.
"Tidak usah, Aku mau semuanya jadi kejutan" jawab Ana, sambil mengelus perutnya.
Ana tertidur, Rama juga ikut tertidur.
Dirumah Rian dan Via.
Via sedang duduk diruang tengah menunggu Rian yang belum pulang dari tempat kerjanya.
"Tumben Rian, belum jam segini" kata Via, yang merasa kawatir.
Via berusaha menghubungi ponsel Rian namun tidak aktif.
"Kemana Dia? tidak biasanya pulang selarut ini" kata Via, sambil mondar-mandir karena suaminya juga belum pulang.
"Ceklek" suara gagang pintu.
Via langsung menuju ke depan untuk melihat siapa yang datang, betapa leganya ternyata suaminya yang pulang.
Via langsung berlari untuk memeluk suaminya yang baru datang.
"Sayang..." panggil Via, yang langsung memeluk suaminya.
"Jangan berlari, nanti kamu jatuh" kata Rian, yang langsung membalas pelukan dari istrinya.
Via melepaskan pelukannya dari tubuh Rian.
"Kenapa baru pulang?" tanya Via dengan nada begitu manja.
"Tadi ada urusan yang harus diselesaikan" jawab Rian.
__ADS_1
Via mengandeng tangan suaminya untuk masuk kedalam kamarnya.
"Kenapa ponselmu tidak aktif?" tanya Via lagi.
"Batrenya habis sayang" jawab Rian.
Mereka sudah sampai dikamar, Via langsung menyuruh suaminya untuk segera mandi.
"Mandilah dulu sayang, Aku akan siapkan baju tidur kamu" suruh Via, sambil mengambil baju dilemari untuk ganti suaminya.
Via menunggu suaminya sedang mandi, setelah beberapa lama akhirnya Rian keluar dari kamar mandi.
Rian langsung berganti pakaian, malam ini Rian langsung mengajak Via tidur karena sudah sangat lelah sekali.
Dirumah Rama dan Ana.
Ana dan Rama sudah tertidur, tiba-tiba ponsel Rama berdering.
"Siapa yang menelpon malam-malam seperti ini?" tanya Rama, yang langsung mengambil ponselnya diatas nakas sampingnya tidur.
*Rama mengangkat telpon.
"Hallo....?" sapa Rama.
"Kak Rama, tolong bukakan pintu depan! Aku lupa membawa kunci cadangan" jawab Rehan.
"Ternyata kamu Anak ingusan, iya iya tunggu sebentar" jawab Rama.
Rama langsung beranjak dari tempat tidurnya, untuk membukakan pintu Rehan.
Skip..
"Ceklek..." Rama membuka pintu.
"Apa kabar Kak Rama" kata Rehan, yang langsung menyunggingkan senyumnya.
Rama menatap Rehan dengan begitu kesal.
"Sengaja kak, Aku ingin membuat kejutan untuk istriku" jawab Rehan, dengan begitu senangnya.
"Masuklah, segera temui istrimu!!" pinta Rama, dengan nada kesal.
Rehan langsung masuk ke dalam rumah, Rama langsung menutup pintu lalu langsung kembali ke kamarnya.
"Ceklek....!!" Rehan membuka pintu kamarnya dengan begitu hati-hati.
Rehan tidak menyalakan lampu kamarnya, sengaja agar Ayu tidak terbangun.
Tanpa mandi terlebih dahulu, Rehan langsung merebahkan dirinya disamping istrinya. kini Rehan pelan-pelan mulai memeluk istrinya dengan begitu lembut.
Rehan melihat Ayu tidur sambil memeluk fotonya.
"Apa kamu serindu itu denganku?maafkan Aku sayang, Aku tidak mengabarimu beberapa hari ini" kata Rehan, sambil menciumi punggung istrinya.
Ayu yang merasakan tubuhnya seperti ada yang menyentuh perlahan-lahan membuka matanya.
"Ini tangan siapa? dibelakangku ada siapa?" kata Ayu dengan perasaan parno.
"Apa ada hantu dikamar ini?" kata Ayu lagi.
"Aku takut sendirian" kata Ayu lagi.
Ayu hanya terdiam tidak berkutik dari tempat tidurnya, karena takut yang ada dibelakangnya itu hantu mengingat suaminya sedang ada diluar negeri, pikiran Ayu jadi parno seperti sekarang ini.
Rehan menahan tawa dalam hatinya, karena mendengar berbagai perkataan dari mulut istrinya saat ini.
Rehan menyalahkan lampu yang ada dinakas dekat tempat tidurnya, dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Ahhhcchhh ahhhcchhh...!!" teriak Ayu.
"Kenapa lampunya menyala sendiri" kata Ayu yang sudah merasa gemetaran.
"Dasar bodoh, mana ada hantu setampan ini" kata Rehan tiba-tiba.
Ayu yang mendengar suara Rehan, langsung berbalik dan ternyata Rehan sudah berada dibelakang punggungnya.
"Sayang....!" Ayu langsung menghambur ke pelukan Rehan sampai Rehan terjatuh, kini Rehan berada dibawah Ayu.
"Sayang, Aku masih lelah" kata Rehan, dengan nada meledek.
"Maaf, Aku hanya terlalu senang" kata Ayu, yang langsung bangun dari atas tubuh suaminya.
Rehan membenarkan posisinya, kini Rehan sudah tertidur menghadap ke Ayu. Rehan menyangga kepalanya dengan satu tangannya.
Ayu memanyunkan bibirnya.
"Kenapa kamu manyun seperti itu?" tanya Rehan.
"Apa kamu tidak suka, suamimu sudah pulang sekarang?" tanya Rehan lagi.
"Aku hanya merasa kesal padamu, teganya kamu tidak mengabariku berhari-hari. betapa kawatirnya Aku setiap hari memikirkanmu" kesal Ayu, dengan nada merajuk.
Rehan menarik Ayu kedalam pelukannya.
"Aku tau kamu pasti sangat merindukanku" kata Rehan, kini Ayu sudah ada dipelukan Rehan.
"Cup..." untuk pipimu.
"Cup..." untuk pipimu.
"Cup.." untuk keningmu.
"Cup..cup...cup.." yang terakhir Denis mengecup bibir Ayu berulang kali.
Rehan selesei menghujani wajah Ayu dan bibir Ayu dengan kecupan.
"Tunggu, kenapa diantara yang lain bibir paling banyak?" protes Ayu pada Rehan.
"Karena bibirmu selalu membuatku ingin memakanmu" jawab Rehan dengan nada menggoda.
"Apakah bibirku seperti makanan?" tanya Ayu, dengan begitu menggemaskan.
Rehan mempererat pelukannya.
"Lebih dari makanan sayang" jawab Rehan, sambil memasukkan tangannya ke dalam baju Ayu.
Ayu memegang tangan Rehan.
"Kamu mau ngapain?" tanya Ayu, sambil menahan tangan Rehan.
"Aku ingin menyatukan rasa rindu kita selama beberapa hari ini" jawab Rehan, yang sudah mulai meremas salah satu gunung kembar Ayu.
"Sayang, Aku kangen" goda Rehan, yang langsung ******* bibir Ayu dengan begitu penuh nafsu.
Rehan menjelajahi setiap inchi tubuh Ayu.
"Ahhh ahhhcchhh" erangan dan desahan keluar dari mulut Ayu dan Rehan secara bersamaan.
"Sayang, tahan ya" pinta Rehan.
Rehan kembali beraksi, Setelah beberapa lama akhirnya Rehan dan Ayu sama-sama mencapai puncaknya, akhirnya keduanya sama-sama melakukan pelepasan secara bersamaan.
Kini cairan hangat, langsung mengalir ke rahim Ayu. Ayu dan Rehan sama-sama terkulai lemas.
Akhirnya mereka menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang tebal.
__ADS_1
Malam ini Ayu dan Rehan menyatukan rindu mereka dengan bercinta diatas kasur yang empuk.
Bersambung