Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
280.Taman bermain.


__ADS_3

Rehan yang baru saja pulang dari kantor, lalu langsung masuk ke dalam kamar untuk menemui Ayu.


Melihat Ayu yang sedang tertidur begitu pulas, Rehan langsung membangunkan Ayu.


"Sayang, bangunlah Aku sudah pulang." kata Rehan sambil menggoyang tubuh Ayu.


Ayu hanya bergulat, lalu tidur membelakangi Rehan.


"Sayang, ayo Aku ajak makan diluar." kata Rehan sambil mencium pipi Ayu.


"Aku tidak mau." jawab Ayu.


"Baiklah, bangun sekarang ayo temenin Aku makan." pinta Rehan.


Akhirnya Ayu bangun, lalu langsung. beranjak dari tempat tidurnya.


"Mandilah dulu! Aku siapkan makan malam untukmu dulu." jawab Ayu, sambil mengikat rambut dengan tali rambutnya.


Ayu langsung menuju ke dapur, untuk menyiapkan makan malam untuk Rehan sedangkan Rehan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Ayu baru saja selesai memasak, lalu Ayu menyiapkan semua masakannya dimeja makan, setelah menunggu Rehan beberapa lama akhirnya Rehan keluar dari kamar.


Dimeja Makan.


Ayu langsung mengambilkan nasi dan berbagi macam lauk, lalu memberikan pada Rehan.


"Makanlah yang banyak!" pinta Ayu sambil menaruh piring yang berisi makanan di depan Rehan.


Rehan mulai memakan makanannya, setelah selesai makan Ayu langsung membereskan semuanya.


Kini Ayu dan Rehan duduk diruang sambil menonton televisi, tiba-tiba Rehan memanggil Ayu.


"Ayu....." panggil Rehan.


"Iya Suamiku." sahut Ayu.


"Kamu masih kesal padaku?" tanya Rehan.


"Tidak, lagian kesal juga buat apa, kan memang Aku yang salah." jawab Ayu.


Rehan memberikan ponselnya Ayu pada Ayu, lalu Rehan berkata pada Ayu.


"Aku juga salah cemburuku berlebihan." sambung Rehan, sambil memberikan ponsel Ayu pada Ayu.


Ayu menerima ponselnya, lalu berkata pada Rehan.


"Lain kali, Aku tidak akan membuat postingan yang membuat Kamu kesal atau Kamu cemburu lagi Suamiku." kata Ayu pada Rehan.


"Aku juga sudah menyadap ponselmu istriku." jawab Rehan yang diiringi senyum kemenangan.


"Iya iya, lakukan apa yang Kamu mau saja daripada Kamu cemburu lagi." sambung Ayu sambil tersenyum pada Rehan.


Biar bagaimanapun Ayu hanya seorang istri, jadi Ayu juga harus menuruti apa kata Suaminya.

__ADS_1


Keesokan harinya, pagi ini Rama dan Bagas sedang mulai mengurus taman bermain permintaan dari Ana.


"Tuan, untuk membuat taman bermain, saya sudah menyiapkan pekerja yang akan mengerjakan semuanya." kata Bagas.


"Terus, untuk masalah mainnya Kamu sudah urus belum?" tanya Rama.


"Sudah Tuan, semuanya sudah saya pesan dari Ayunan,prosatan dan mainan lainnya sudah saya pesan Tuan, sore ini akan segera dikirim." jawab Bagas.


"Bagus, Kita buat taman bermain sebagus mungkin agar-agar Anak-anak nyaman dalam bermain nanti." kata Rama sambil menyunggingkan senyumnya.


Biarpun anak-anak mereka masih kecil, namun Rama Ingin menyiapkan dari sekarang apalagi Niah sudah mulai bisa diajak bercanda dan pasti sebentar lagi Niah sudah bisa diajak bermain.


Rian yang baru saja keluar, menghampiri Rama dan Bagas yang sedang berada di lapangan dekat rumah mereka.


"Kalian sedang ngapain?" tanya Rian yang melihat Rama dan Bagas sedang berdiri di dekat lapangan dekat rumah mereka.


"Aku sedang mengabulkan permintaan Ana." jawab Rama.


"Kamu sedang membuat taman bermain untuk Anak-anak kita nanti." sambung Rian.


"Iya, pasti nanti Anak-anak kita senang dan mereka pasti akan menjalani masa kecil mereka dengan bahagia." kata Rama sambil membayangkan jika nanti Niah dan Anak-anak yang lainnya bermain ditaman bermain yang dirinya buat.


Hari semakin panas, Rama, Bagas dan Rehan akhirnya mereka pergi ketempat Rama.


Kini mereka duduk diruang tamu sambil mengobrol, Ana langsung membuatkan mereka minum dan membawakan cemilan untuk mereka bertiga.


"Bagas, Alena sedang apa?" tanya Ana.


"Tadi sedang mandiin Kenan, kalau sekarang paling mereka sedang nonton televisi." jawab Bagas.


"Tok..tok.. boleh kami masuk?" tanya Alena dan Via sambil mengentuk pintu.


Ana berjalan menuju pintu depan, karena pintu rumah Ana tidak ditutup. Ana langsung melihat ternyata yang datang Via dan Alena.


"Kalian masuklah! pasti kalian mencari suami-suami kalian ya." kata sambil melihat Via dan Alena.


"Iya Na, Anaknya nangis mulu nyariin Bapaknya kayanya." jawab Via yang berjalan menuju ketempat Rian duduk.


"Kenan juga nangis terus, mungkin Dia juga mencari Papanya." sambung Alena yang sudah duduk disamping Bagas.


Bagas langsung mengambil Kenan dari pangkuan Alena, lalu Bagas berkata pada Kenan.


"Kenan, Anak Papa sini nak sama Papa." kata Bagas sambil mengambil alih Kenan dari pangkuan Bagas.


"Vano juga sini Nak, sama Papa." sambung Rian yang langsung mengambil Vano dipangkuan Via.


Ana tersenyum melihat kearah Rama, lalu Ana juga memberikan Niah pada Rama.


"Sayang, Seperti Niah maunya sama Kamu deh dari tadi lihatin Kamu terus." kata Ana yang langsung memberikan Niah pada Rama.


Rama menerima Niah lalu menaruh Niah dipangkuannya.


"Terus tugas kalian sebagai istri-istri dari Kita apa?" tanya Rian mewakili semuanya.

__ADS_1


"Tugas kita hanya duduk manis sambil mengawasi kalian." sambung Via.


Bagas melihat diantara mereka ada yang kurang, lalu Bagas berkata pada semuanya.


"Sepertinya ada yang kurang." kata Bagas.


"Iya disini tidak ada cecungkuk yang satu lagi." sambung Rama.


"Rehan maksudnya?" tanya Via.


"Iya Rehan." jawab Rama.


"Mungkin Dia sedang sibuk atau mungkin Dia sedang pergi." kata Alena.


"Tidak mungkinkan Rehan sibuk membuat adonan, kan adonannya sudah jadi." sambung Rian yang diiringi dengan tawanya.


"Dasar Kamu ini mesum." omel Via pada Rian.


Rehan pagi ini tidak datang kerumah Rama, Karena Rehan masih main cembur-cemburaan sama Ayu, jadi mungkin Rehan sedang sibuk menyelesaikan masalahnya.


Dirumah Rehan dan Ayu.


Kini mereka sudah berbaikan, bahkan Ayu langsung bersikap dengan manja pada Rehan.


"Sayang, Aku mau makan mie instan buatan Kamu." rengkek Ayu sambil memainkan pipi Rehan yang masih berada ditempat tidur.


Rehan melihat kearah Ayu, lalu berkata pada Ayu.


"Jangan makan mie instan, makan nasi saja." kata Rehan sambil mencubit pipi Ayu.


"Tapi Baby nya mau mie instan." sambung Ayu.


"Katakan padaku ini mau Ibunya apa Bayinya?"tanya Rehan.


Ayu tersenyum lalu menjawab pertanyaan dari Rehan.


"Ini mau keduanya sayang, biar adil." jawab Ayu.


Akhirnya Rehan bangun dari tempat tidur, lalu segera pergi ke dapur untuk membuatkan mie instan yang Ayu mau.


Setelah selesai membuat mie instan, Rehan kembali masuk kedalam kamarnya.lalu memberikan mie instan tersebut pada Ayu. namun dengan begitu manjanya Ayu meminta Rehan menyuapinya.


"Sayang suapin." pinta Ayu.


Rehan langsung menyuapi mie instan ke mulut Ayu dengan pelan-pelan karena tidak mau Ayu sampai tersedak.


Setelah main cembur-cemburaan, Ayu dan Rehan akhirnya mereka sudah baikkan dan kembali mesra lagi.


Rehan terdiam.


"Sebentar lagi Aku akan jadi Papa." gumam Rehan.


Bersambung ๐Ÿ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia๐Ÿ˜Š


__ADS_2