
"Belum, kira-kira siapa ya nama yang cocok untuk anak kembar kita nanti?" Niah malah balik bertanya, ia juga merasa bingung karena memang belum memikirkannya.
"Siapa ya?" David sedang berpikir keras.
Niah memejamkan matanya, ia sangat lelah jadi tidak mau memikirkan nama anaknya malam ini. David masih sibuk memikirkan nama untuk calon anak kembarnya nanti.
"Kalau perempuan aku kasih nama Oh Hana Dan Oh Hani, pasti itu akan lucu." David tertawa kecil, membayangkan anaknya pasti akan lucu jika nama itu.
"Tapi jika laki-laki, sudahlah aku pusing sekali." David menggerutu sendirian, Niah sudah tertidur nyenyak.
Melihat istrinya sudah tidur dengan nyenyak, membuat David mendengus kesal. Dari tadi ia mengajak istrinya bicara panjang lebar, tapi malah Niah meninggalkan dirinya tidur.
"Dasar Niah, aku ajak ngobrol malah tidur." David menatap Niah yang sudah tertidur dengan nyenyak, ia membelai-belai pipi sang istri dengan lembut.
"Sungguh, aku mencintaimu sayang."
"Aku tidak akan membiarkan, kamu pergi dari hidupku."
"Aku, akan menjaga kamu dan anak-anak kita nanti dengan baik."
"Aku, aku membahagiakan kalian anak-anakku. Cepatlah lahir ke dunia papa sudah menunggu kalian nak!"
David membelai pipi Niah, lalu memindahkan tangannya ke perut Niah, ia mengelus-elus perut istrinya itu dengan penuh cinta.
"Ini adalah benih cinta kita sayang, siapa yang tahu awalnya dijodohkan akhirnya kita sama-sama saling mencintai." Batin David dalam hatinya.
Karena Niah juga tidur akhirnya David juga ikut tidur, ia juga hari ini merasa sangat lelah.
Dirumah Vina dan Vano.
Malam ini Vina dan Vano sedang berdiskusi, Setelah selesei mandi bersama. Vano duduk di ranjang tempat tidur, Vina juga duduk di samping Vano sambil menyandarkan kepalanya di bahu Vano.
"Kamu, pasti sangat lelah istrihatlah!" Kata Vano, ia mengusap pipi Vina dengan lembut.
Vina membaringkan kepalanya dipangkuan Vano, tangannya menggenggam tangan Vano dan tangan Vano mengusap-usap rambut panjang Vina.
"Sayang, aku mau tidur dipangkuanmu." Pinta Vina, malam ini ia begitu manja pada Vano.
Ntahlah, Vina sedang kenapa? Yang jelas malam ini ia ingin sekali di manja-manja oleh suaminya. Ia ingin dibelai-belai manja oleh suaminya.
"Tidurlah, aku mencintaimu sayang." Jawab Vano, yang diiringi ungkapan cinta untuk sang istri.
Vina hanya tersenyum, ia menggegam tangan suaminya dengan erat.
Kenan dan Ralin.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Ralin masih tertidur nyenyak karena ini hari minggu jadi ia ingin tidur lebih lama, lagian suaminya juga libur kerja.
Kenan tidur dengan gelisah, perutnya tiba-tiba rasanya tidak enak dan rasanya ingin mut'ah. Ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.
"Huek..huek...." Kenan muntah-muntah, kepalanya rasanya tiba-tiba pusing.
"Apa, aku masuk angin?" Pikirnya.
Mendengar suara muntah-muntah, Ralin membuka matanya. Ia beranjak dari tempat tidurnya lalu segera menuju ke kamar mandi.
"Kenapa, Ken muntah-muntah? Apa jangan-jangan dia sakit, gara-gara makan mangga muda berlebihan?" Tanya Ralinsyah pada dirinya sendiri.
"Ken, kamu kenapa?" Ralin berdiri tepat dibelakang suaminya, wajahnya Kenan terlihat pucat membuat Ralinsyah merasa kawatir pada suaminya.
Ralin menyentuh jidat Kenan, ia mengeceknya panas atau tidak ternyata tidak.
"Apa kamu sakit?" Tanya Ralin, tatapan matanya begitu kawatir.
"Perut aku mual sayang, kepalanya juga pusing." Keluh Kenan, ia menyadarkan tubuhnya ditembok dengan lemas.
Ralin menuntun suaminya, lalu ia membawa Kenan ke ranjang tempat tidurnya.
"Berbaringlah! Pasti kamu gara-gara kebanyakan makan mangga, jadi sakitkan." Omel Ralin, ia menyelimuti tubuh Kenan dengan selimut tebal.
Kenan tidak tahu dirinya kenapa? Kalau gara-gara mangga, pasti perutnya akan sakit tapi ini rasanya mual dan kepalanya begitu pusing.
"Haahh!! Suamiku, apa kamu sedang mengidam? Pagi-pagi seperti ini kamu minta makan yang asam-asam?" Tanya Ralin, sorot matanya begitu terkejut.
Kenan hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini.
"Jika aku mengidam, apa itu artinya Ralin sedang hamil?" Hati Kenan begitu berbunga-bunga.
"Tunggu, sayang kamu bilang aku ngidam. Apa mungkin kamu hamil?" Kenan merasa penasaran.
Ralin terdiam, ia mengingat-ingat kapan harusnya ia datang bulan dan ternyata sudah telat satu minggu.
"Sayang, ayo bangun! Kita siap-siap ke Dokter, aku mau cek sekarang!" Ralin begitu antusias, dan langsung pergi bersiap-siap, Kenan juga beranjak dari tempat tidurnya ia segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, untuk memeriksakan istrinya, siapa tahu sudah hamil.
Kevin dan Valin.
Valin sedang di dalam kamar mandi, tapi sudah beberapa lama ia tidak keluar-keluar dari dalam kamar mandi.
Sungguh Kevin merasa sangat kawatir, ia beranjak dari tempat tidurnya lalu segera menuju ke kamar mandi.
"Tok...tok... sayang, kamu lama sekali di dalam kamar mandi, hampir 1 jam." Kevin mengentuk pinta, ia juga berbicara pada Valin tapi tidak ada jawaban sama sekali.
__ADS_1
Kevin membuka pintu kamar mandi itu, yang kebetulan tidak dikunci oleh Valin. Ia membukanya dengan cepat, betapa paniknya Kevin melihat istrinya pingsan di dalam kamar mandi.
"Valin, Valin, buka matamu! Kamu kenapa?" Kevin menepuk-nepuk pipi Valin dengan lembut, perasaannya begitu kawatir dan sangat takut.
Ia langsung membopong tubuh mungil Valin, untuk membawanya kerumah sakit. Kevin yang masih memakai baju tidur ia tidak perduli, Valin juga masih terbungkus dengan handuk kimono.
Sesampainya diluar rumah, Kenan dan Ralin yang kebetulan juga akan pergi rumah sakit, mereka menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Kevin.
"Vin, istri kamu kenapa?" Tanya Kenan.
"Dia pingsan Ken." Jawab Kevin.
Kenan sudah turun dari mobilnya.
"Vin, ayo bareng saja denganku! Aku juga mau kerumah sakit," Kata Kenan dan Kevin langsung membawa Valin masuk ke dalam mobil Kenan.
Setelah Kevin dan Valin masuk, Kenan juga langsung masuk ke dalam mobil. Dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
.
.
Sesampainya dirumah sakit, Valin langsung diperiksa, Kenan juga langsung memeriksa kan Ralinsyah.
Setelah beberapa lama, akhirnya Dokter selesei memeriksa Valin dan Ralin.
Valin juga sadar dari pingsannya keluar dari ruang pemeriksaan, wajah Kenan dan Kevin begitu bahagia.
Valin dan Ralin juga bahagia, iya mereka bahagia dengan kabar kehamilan istri-istri mereka yang sudah berjalan 4 minggu.
"Vin, kita tidak janjian dalam membuat adonankan?" Tanya Kenan, ia tidak berhenti tersenyum.
"Untuk apa janjian dengan dirimu." Jawab Kevin, ia menatap Kenan dengan kesal.
"Mana bisa membuat adonan itu janjian, kecuali kita membuat grub chat mungkin bisa janjian" Kevin tertawa dalam hati.
"Sayang, akhirnya adonan kita jadi." Kenan membawa Ralin masuk ke dalam pelukannya.
"Valin sayang, adonan kita juga jadi." Kevin juga membawa Valin masuk ke dalam pelukannya.
Kini Valin dan Ralin merasa bahagia dipelukan suaminya, karena akhirnya mereka hamil.
Akhirnya keluarga kecil Kenan dan Kevin, akan segera dihadirkan malaikat kecil.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊