
"Rahasia, Anak kecil tidak boleh tahu." Jawab Niah dengan nada lembut.
Riko hanya tersenyum, Niah melihat kearah Riko lalu membalas senyuman Riko.
Niah langsung melanjutkan mengajarnya sedangkan Riko terus memperhatikan Niah sambil membaca buku.
Setelah selesai mengajar, Riko dan Niah berjalan-jalan ditanam bunga yang tidak jauh dari letak perpustakaan.
Dengan penampilan sederhananya, Kini Raniah terlihat begitu cantik.
Visual Raniah.
Riko juga terlihat tampan dengan jaket warna coklat muda yang dirinya kenakan.
Visual Riko.
Kini keduanya langsung menuju ke taman yang tidak jauh dari perpustakaan, Sesampainya ditaman Riko dan Niah duduk di salah kursi taman yang ada ditaman tersebut.
Sambil melihat pemandangan langit, yang begitu terlihat cerah Niah dan Riko tampak bahagia sekali.
"Tidak terasa Kita menjalin hubungan sudah hampir tiga bulan." Riko membuka pembicaraan.
Tapi biarpun mereka menjalin hubungan sudah 3 bulan, Niah dan Riko belum pernah berciuman, Karena Niah juga selalu menolak setiap kali Riko ingin menciumnya.
Niah hanya tersenyum, Iya Riko dan Niah Mereka kenal sudah satu tahun yang lalu, Namun mereka resmi jadian menjadi pacar baru tiga bulan.
"Iya, Waktu begitu cepat berlalu." Jawab Niah sambil menaruh kepalanya di bahu Riko.
Riko dan Niah bertemu secara tidak sengaja, Waktu itu Niah sedang berada di minimarket dan dompet Niah ketinggalan, Riko yang melihat Niah bingung waktu itu tiba-tiba membayarkan belanjaan Niah, Nah dari situlah Niah kenal dengan Riko.
"Oh iya Kamu sudah makan siang?" Tanya Riko dengan penuh perhatian.
"Belum, Aku belum lapar, Aku juga harus segera pulang." Jawab Niah yang langsung membenarkan posisi duduknya.
"Kenapa buru-buru?" Tanya Riko.
"Soalnya supir sudah menunggu." Jawab Niah.
"Supir?" Tanya Riko bingung.
"Iya supir, Kenapa?" Jawab Niah sambil balik bertanya pada Riko.
Riko tidak tahu kalau Niah itu adalah anaknya orang kaya, Karena Riko setiap harinya melihat Niah seperti gadis biasa yang kerjaannya hanya mengajar di perpustakaan.
"Ternyata Niah Anaknya orang kaya, Aku jadi nanti tidak akan hidup susah lagi." Batin Riko.
"Tidak apa-apa, Ya sudah ayo Aku antar ke mobil Kamu!" Ajak Riko dengan begitu manis.
Riko langsung mengantar Niah ke mobilnya, Melihat mobil Niah begitu mewah membuat Riko langsung tersenyum senang dalam hatinya.
"Ternyata Niah benar-benar Anaknya orang kaya." Batin Riko yang diiringi dengan senyum bahagianya.
Niah langsung masuk kedalam mobilnya, Kini Supir pribadi Niah langsung melajukan mobilnya menuju kerumah Niah.
Sesampainya dirumah, Niah langsung masuk kedalam kamarnya.
"Hari ini Aku bahagia sekali, Bisa bertemu dengan Riko." Gumam Raniah.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Kevin baru saja pulang dari kantor.
Ralinsyah, Ayu dan Rehan juga sedang ada dirumah Rama.
"Kak Kevin, Aku merindukanmu!" Seru Ralinsyah yang langsung menghambur ke pelukan Kevin.
Kini Kevin berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ralinsyah.
__ADS_1
"Alin, Lepaskan!"Pinta Kevin.
Iya Kevin, Selalu menyebut nama Ralinsyah dengan sebutan Alin.
"Kamu peluk terus saja Lin, Itu sih Kevin! Kamu tahu masa Kak Niah diturunkan dipinggir jalan hanya karena Dia mau godain wanita." Cetus Niah, Yang baru saja keluar dari kamarnya.
Ralin melepaskan pelukannya dari tubuh Kevin, Lalu Ralin duduk disamping Niah.
"Kak Niah, Waktu itu juga Ralin pernah diturunkan dijalan sama Kak Kevin, Sama gara-gara wanita cantik juga." Cerita Ralin pada Niah.
Ternyata bukan hanya Niah yang pernah diturunkan dipinggir jalan oleh Kevin, Ternyata Ralin juga pernah mengalaminya.
Rama dan Ana langsung sama-sama menatap kearah Kevin, Lalu Rama langsung mengomeli Kevin.
"Kevin, Lain kali Kamu tidak boleh melakukan itu pada Kakakmu atau Adekmu lagi!" Omel Rama sambil menatap Kevin.
"Iya Nak, Kamu jangan seperti itu lagi!" Sambung Ana, Sambil menggelengang kepalanya.
Rehan hanya tersenyum, Lalu berkata pada Kevin.
"Vin, Papi Rehan berpihak padamu!" Kata Rehan sambil mengacungkan dua jempolnya.
Ralin langsung memayunkan bibirnya, Lalu melakukan protes pada Papanya.
"Ihh Papa, Masa Papa malah berpihak pada Kakak Kevin sih." Protes Ralin pada Rehan, Sambil memasang wajah yang begitu menggemaskan dan memanyunkan bibirnya.
Kevin langsung terkekeh, Lalu membalas acungan jempol Rehan.
"Papi Rehan paling keren." Puji Kevin sambil mengacungkan dua jempol pada Rehan.
Dari kecil memang Kevin dan Ralin memanggil Ayu dan Rehan dengan sebutan Mami Ayu dan Papi Rehan.
"Dasar kalian ini." Omel Ayu.
Rehan itu sangat menyayangi Kevin, Rehan juga sudah menganggap Kevin seperti Anak kandungnya sendiri.
"Omelin saja Mami Ayu!" Niah mendukung Ayu mengomeli Rehan dan Kevin.
"Raniah." Panggil Rama.
"Iya Pa, Kenapa?" Sahut Niah, Sambil balik bertanya pada Papanya.
"Siapa laki-laki yang bersamamu ditaman dekat perpustakaan?" Tanya Rama tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan dari Rama, Niah merasa kaget apalagi Niah tidak pernah memberi tahu tentang Riko pada kedua Orangtuanya.
"Laki-laki yang mana Pa?" Elak Niah.
"Laki-laki yang sering menemuimu." Tegas Rama sambil menatap Niah.
Ternyata diam-diam selama ini, Rama menyuruh orang suruhannya untuk terus mengawasi Niah dan mencari tahu dengan siapa saja Niah dekat dengan laki-laki.
Niah hanya terdiam.
"Apa Papa mematai-mataiku?" Gumam Niah.
"Hanya teman Pa." Niah berbohong pada Papanya.
Rama hanya diam.
"Hanya teman tapi kalian duduk ditaman berduaan seperti orang pacaran." Pikir Rama.
Niah memang mengelak, Tapi orang suruhan Rama sudah mengirim foto Niah dan laki-laki itu, Bahkan Rama juga terus menyuruh orang suruhannya untuk menyelidiki asal usul laki-laki yang sedang dekat Niah.
Rama selalu menjaga Anak perempuannya, Tanpa sepengatahuan Niah. Rama selalu menyuruh orang mengawasi Niah, Bahkan dengan siapa Niah berteman Rama tahu semuanya, Biarpun Niah tidak memberi tahu pada Rama. Tapi orang suruhan Rama selalu melaporkan apa saja yang dilakukan oleh putrinya diluar sana.
"Pa, Ma, Niah ke kamar dulu ya." Pamit Niah yang langsung beranjak dari tempat duduknya, Lalu langsung menuju ke kamarnya.
Ana memegang tangan Rama, Lalu berkata pada Rama.
__ADS_1
"Suamiku, Jangan terlalu ikut campur pada urusan Anak, Biarkan Niah menjalani masa mudanya sepertinya yang Dia inginkan!" Ana mencoba merayu Suaminya.
Rama tahu, mengawasi apa saja yang dilakukan oleh Anaknya itu salah, Namun Rama melakukan semuanya demi kebaikan Anaknya.
"Ana, Aku melakukan ini semua untuk kebaikan Niah, Aku tidak mau Niah sampai mendapatkan laki-laki yang salah untuk menjadi Suaminya."Jawab Rama dengan tegas.
"Lalu kenapa Kamu hanya memperlakukan pengawasan ketat pada Niah? Kenapa tidak Pada Kevin juga?" Tanya Ana dengan tegas.
"Dengarkan Aku baik-baik, Kevin itu laki-laki Dia bisa melindungi diri sendiri sedangkan Niah Dia itu wanita, Makanya Aku lebih memperketat pengawasan pada Niah." Jelas Rama dengan tegas.
Dalam hal ini, Ana pasti kalah ya biar bagaimanapun Rama memang benar memberikan pengawasan pada Niah tanpa sepengetahuan Niah.
"Kita tunggu saja, Orang suruhanku mengirim informasi tentang laki-laki yang sedang dekat Dengan Niah."Pinta Rama dengan tegas.
Ana hanya menganggukkan kepalanya, Lalu langsung mengajak suaminya masuk ke dalam kamar mereka.
Dikamar Niah, Niah hanya terdiam sambil tersenyum melihat foto dirinya dan Riko, yang diambil waktu mereka jalan berdua.
"Aku memang belum terlalu mengenalmu, Tapi Aku yakin Kamu adalah laki-laki baik-baik." Niah berusaha menyakinkan hatinya.
Niah merebahkan tubuhnya diatas kasur, Lalu menyelimuti tubuh dengan selimut yang ada diatas ranjang tempat tidurnya.
Malam ini pikiran Niah begitu bingung.
"Sebenernya darimana Papa tahu tentang Riko? Aku yakin pasti mematai-mataiku." Gumam Niah yang begitu yakin pada hatinya.
"Tapi sudahlah, Aku yakin Riko adalah laki-laki baik-baik." Niah kembali menyakinkan dirinya sendiri.
Setelah lelah berpikir, Niah juga merasa sudah sangat mengantuk sekali, Akhirnya Niah memejamkan matanya dan tertidur begitu pulas.
Keesokan harinya, Sayup-sayup Niah membuka matanya, Lalu Niah melihat jam ternyata sudah pukul pagi.
Tapi Niah tetap tenang, Karena hari ini juga Niah libur tidak pergi ke perpustakaan.
Niah langsung bergegas, Lalu segera mandi setelah selesai mandi dan berganti pakaian Niah langsung turun menuju keruang bawah.
Niah melihat Mamanya sedang di dapur, Lalu Niah langsung menghampirinya.
"Mama." Panggil Niah dengan manja.
"Kenapa Anakku?" Tanya Ana pada Niah.
"Bilang pada Papa, Jangan memata-matai Niah terus." Rengkek Niah dengan nada memohon.
Iya biar bagaimanapun, Hidup Niah tidak akan tenang kalau Papanya terus-terusan mengawasi Niah dengan mata-mata dimana-mana, Sudah seperti cctv.
"Itu urusan Papamu Nak, Mama sudah bicarakan tapi Papamu tetap tidak mau dengar." Jawab Ana yang sibuk memasak.
"Dasar Papa, Niah pingin hidup tenang saja tidak bisa." Gerutu Niah dengan raut wajah yang begitu kesal.
Ana hanya tersenyum.
"Maafkan Mama Nak, Mama sudah bicara dengan Papa tapi Papamu tidak mau tahu." Gumam Ana sambil menatap wajah cantik Raniah.
"Niah, Apa yang Papa lalakun itu demi kebaikanmu." Jelas Ana dengan pelan.
"Kebaikan apaan? Niah jadi seperti burunon Iya Mama." Protes Niah.
Rama menghampiri Niah dan Ana yang sedang berada di dapur.
"Niah, Percuma Kamu bujukin Mama buat Bujukin Papa pasti Mama tidak akan Mau." Tegas Rama pada Niah.
"Dan Kamu Niah, Kamu nanti akan bersyukur kalau nanti Kamu tahu seperti apa laki-laki yang sedang mendekatimu itu!" Tegas Rama pada Niah.
Niah hanya memanyunkan bibirnya.
"Seperti apa memang Pa? Dia ganteng, Dia baik." Ana membanggakan Riko dalam hatinya.
Bersambung 😊
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊