
Ana bengong mendengar cerita Ayu. Ayu yang berusaha menyadarkan Ana dari lamunannya tersebut membuat Ana kaget.
"Ana.. Ana kenapa kamu melamun?" Tanya ayu.
"Tidak apa-apa Ayu, ayo kita mulai bekerja!" Ucap Ana, sambil mengajak Ayu ketempat kasir.
Ayu mengikuti langkah Ana, sampailah ditempat kasir Ayu dan Ana mulai kerja seperti biasanya.
*Di kantor Rama
"Tuan ini berkas metting hari ini dengan pak Yuda" ucap Bagas sambil memberikan berkas tersebut pada Rama.
" Iya Bagas, jam berapa kita metting" Tanya Rama, Sambil menerima berkas tersebut dari bagas.
"5 menit lagi tuan, semuanya sudah siap diruang metting" Jawab bagas.
"Baiklah ayo kita keruangan sekarang" Ajak Rama.
Rama berjalan menuju ruang meeting yang diikuti oleh Bagas, setelah setengah jam lebih kemudian metting selesai.
"Apa masih ada jadwal buat hari ini?" Tanya Rama pada Bagas.
"Sudah tidak ada tuan" Jawab Bagas.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pergi menyebar undangan ke teman-temanku apakah kamu mau ikut denganku?" Tanya Rama pada Bagas.
"Saya tidak mau ikut tuan, takut nanti Nona muda akan cemburu jika kita terus berduaan tuan" Jawab Bagas dengan nada meledek Rama.
"Carilah kekasih agar kamu segera menyusulku" Suruh Rama, penuh dengan nada penuh kemenangan.
Akhirnya Bagas memilih mengalah dengan perdebatan tersebut dan berpamitan dengan Rama untuk pergi ke lokasi tempat buat resepsi pernikahan minggu depan.
Bagas dan Rama pergi bersama hanya saja menggunakan mobil yang berbeda, Bagas pergi ke lokasi resepsi pernikahan yang akan digunakan Minggu depan sedangkan Rama pergi ketempat kerja Ana.
Sampailah ditempat kerja Ana.
Rama langsung menuju ruangan Rian, Rian yang sedang duduk kaget karena Rama datang tanpa menelponnya dulu.
"Ini untukmu, manusia jomblo" ucap Rama Sambil memberikan undangan pernikahannya kepada Rian.
"Apa ini?"Tanya Rian, tidak percaya.
"kau sungguh ingin menikah dan yang ada difoto ini sungguh Anatasya?" Ucap Rian yang memang kaget melihat semuanya.
"Datanglah, cari kekasih diresepsiku nanti agar kamu tidak jomblo terus menerus aku sangat kasian padamu tau Rian" Ucap Rama pada Rian dengan senyum jailnya.
"Baik.. baiklah, berhenti menggodaku atau aku akan merebut Ana darimu" Ancam Rian dengan nada penuh kemenangan.
__ADS_1
"Tidak.. Ana hanya milikku jika kau berani menyentuhnya ku patahkan kakimu" Ancam Rama pada Rian, Rian yang sangat tau kalau Rama itu begitu cemburuan jadi hal itu selalu dijadikan andalan untuk mengacam Rama.
"Iya baiklah tuan Rama, Ana tau tentang elin?" Tanya Rian pada Rama.
"Untuk saat ini tidak, lagian aku sudah tidak peduli padanya" Jawab Rama dengan nada tegas.
"Ku dengar dari Evan, Elin akan pulang kesini" Ucap Rian memberi tahu Rama.
"Biarkan saja, aku akan menikahi gadis yang aku cintai Rian" Jawab Rama, yang sudah pedulikan lagi akan Elina.
"Baiklah ku rasa kamu harus jujur tentang Elin pada Ana, aku yakin Elin pasti akan berusaha mendapatkan mu lagi" Ucap Rian mengingatkan pada Rama.
Rian sangat tahu sifat Elin seperti apa jadi Rian selalu mengingatkan Rama untuk selalu berhati-hati pada Elin.
"Akan ku ceritakan semuanya pada Ana tapi tidak sekarang Rian, Ian panggil Ana keruanganmu aku akan mengajaknya pergi menyebar undangan pernikahan" Ucap Rama pada Rian, Rian pun segera menelpon Ana yang berada ditempat kasir agar pergi keruangannya.
"Hallo, Ayu tolong suruh Ana keruangan ku sekarang" Ucap Rian dengan nada lembut.
"Baik pak, tunggu sebentar" Ucap ayu Sambil menantikan telponnya.
"Ana pak Rian memanggilmu untuk pergi keruangannya" Ucap Ayu.
"Baik ayu" Ucap Ana, yang langsung berjalan menuju ruangan Rian.
__ADS_1
Bersambung