Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
80. Mengantar makan siang


__ADS_3

Ana terbangun dari tidurnya dan melihat jam yang sudah menunjukkan jam 10 pagi, ana pun langsung bangun dan segera menuju dapur untuk menyiapkan makan siang untuk Suaminya.


"Kakak ipar tadi kak Rama mencarimu, katanya kamu sulit sekali dihubungi jadi kak Rama kawatir" Ucap rehan pada ana.


"Maaf Rehan, tadi kakak tertidur dikamar karena sangat ngantuk, kamu mau kemana?" Tanya ana pada Rehan yang sudah berpakaian rapi.


"Mau, mengganggu Ayu kak.


kakak ipar aku pergi dulu" Jawab Rehan sambil berpamitan dengan ana.


Ana tersenyum melihat tingkah adik iparnya karena semenjak kenal dengan ayu Rehan sekarang jadi lebih baik. ana melanjutkan memasaknya. setelah semuanya siap ana memasukkan semua makanan ke dalam kotak bekal.


"Akhirnya selesai juga" Ucap ana dengan senang.


Supir sudah menunggu ana dihalaman depan ana keluar dan langsung menuju mobil. supir tersebut langsung membukakan pintu untuk ana, kali ini bukan pak Ari karena pak Ari sedang liburan dan Rama sengaja meminta salah satu supir kantornya untuk menjemput istrinya.


"Nona silahkan, hati-hati nona" Ucap bian dengan sopan Sambil membukakan pintu mobil untuk ana.


"Terimakasih pak" Jawab ana dengan nada lembut.

__ADS_1


Akhirnya bian melanjuhkan mobilnya dan segera menuju kantor Rama.


Dikantor Rama.


"Mau apalagi kamu datang kesini?" tanya Rama dengan nada yang begitu kesal.


"Sayang, kenapa kamu begitu galak padaku? apakah kamu lupa dulu kamu sangat mencintaiku?" Ucap Elina sambil duduk dipangkuan Rama dan membelai wajah Rama dengan lembut.


"Elina pergilah dari sini!! aku tidak sudi melihatmu" Ucap Rama dengan nada marah.


Namun Elina malah merangkulkan tangan ke leher Rama.


Elina terus membelai wajah Rama dengan lembut.


"Lepaskan ana sayang!! maka aku akan kembali ke sisimu seperti dulu lagi dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi, karena aku sangat mencintaimu" Ucap Elina yang hendak mencium bibir Rama.


Namun tiba-tiba ana datang, ana yang belum berapa lama ada di depan pintu dan hanya mendengar percakapan bagian belakang saja akhirnya ana langsung marah dan pergi meninggalkan Rama.


"Oh jadi seperti ini kamu dibelakangku!! aku tidak menyangka kamu bisa setega itu denganku Rama" Ucap ana yang sudah meneteskan buliran air matanya.

__ADS_1


Rama mendorong Elina dari pangkuannya hingga terjatuh.


"Sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan!!" jawab Rama yang merasa bersalah.


"Elina, jelaskan yang sebenarnya pada ana jangan buat dia salah paham!!" Ucap Rama dengan nada kesal.


"Ana sayang, kau hanya gadis bodoh murahan yang sudah merusak hubunganku dengan Rama, dan perlu aku jelaskan aku dan Rama saling mencintai" Ucap Elina penuh kemenangan.


"Elina, apa yang kamu katakan" Ucap Rama yang sudah sangat marah.


"Seperti itukah, satu hal yang perlu kamu tahu selama ini Rama yang mengejarku" jawab ana dengan penuh kebenaran.


"Ana, kita bicarakan semuanya baik-baik ya sayang" Ucap Rama Sambil meraih tangan ana namun ana menepis tangan Rama dengan kencang.


"Maaf Rama, sudah tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. terimakasih buat selama ini" Ucap ana dan langsung pergi meninggalkan Rama dan Elina diruangan Rama.


Ana berlari dengan buliran air matanya yang membasahi pipinya.


Biar pada gregetan ....🙏😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2