
Ana sudah pulih dan sekarang tubuhnya sudah sehat, siang ini Ana berniat mengunjungi Rama dikantor untuk membawakan makan siang.
"Ana, kenalkan ini asisten rumah tangga baru namanya Susi, Mami tidak mau kamu terlalu melelehkan jadi Mami menyiapkan asisten satu lagi untuk mengurus keperluanmu" Ucap Mami pada Ana.
"Tapi Mami, setiap harikan ada tukang bersih-bersih khusus Mi!! kalau masak dan ke pasar sudah ada bibi Mami" jawab Ana.
"Sayang, Susi nanti yang akan membantu Bibi juga masih kerja disini tapi Bibi kasian sudah agak tua jadi harus ada yang membantunya" Ucap Mami pada Ana.
"Baiklah Mami" Ucap Ana menyetujui Mami nya untuk memperkerjakan asisten baru dirumahnya.
"Kenalkan Sus, saya Ana istri dari Tuan Rama" Ucap Ana dengan nada lembut.
"Iya Nona, kenalkan saya Susi, umur saya 23 tahun, saya tinggal dikota kampung yy" Ucap Susi pada Ana.
Setelah berkenalan dengan Susi, akhirnya Ana pergi meninggalkan Susi dan Mami nya.
"Mami, Susi, saya pergi dulu ya mau anterin makan siang siang buat suamiku" pamit Ana pada Mami dan Susi dengan Penuh semangat.
"Diantar sama supir aja nak" Ucap Mami pada Ana, karena tidak mau menantunya kecapean.
"Tidak Mam, Ana mau naik bis aja Ana kangen naik bis Mam" Ucap Ana pada mami nya.
__ADS_1
Akhirnya Maminya menyetujui permintaan menantunya.
*Padahal dia baru pulih tapi tetap kekeh tidak mau diantar oleh supir* Gumam Mami sambil menggelengkan kepalanya.
Ana meninggalkan Mami dan Susi, lalu segera menuju ke halte bis.
Ana pun menelusuri jalanan dengan senang karena dirinya sekarang jarang sekali bisa seperti ini.
Ana sampai dihalte bis kebetulan disitu sepi banget tidak seperti biasanya dan ada beberapa preman yang menghampirinya,
Ana pergi dari halte tersebut, namun preman-preman itu mengejar Ana. Ana berlari sekuat mungkin dan Ana tertangkap.
"Mau kemana, kamu Nona temanin Kami dulu disini" ucap preman-preman tersebut sambil memegang tangan Ana.
Ntah dari mana Angga datang, tiba-tiba menolong Ana.
"Lepaskan wanita itu atau Aku akan menghajar kalian semuanya" Ucap Angga tiba-tiba membuat Ana kaget.
Angga melawan semua preman-preman tersebut dan menghajarnya dan preman-preman itu melarikan diri pergi meninggalkan Ana dan Angga.
"Kamu tidak apa-apa Ana?" tanya Angga yang kawatir pada Ana.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, bagaimana denganmu?" Tanya Ana dengan nada Kawatir.
"Aku baik-baik saja" jawab Angga.
"Kenapa kamu bisa ada disini" tanya Ana yang penasaran.
"Aku hanya sedang lewat daerah sini saja dan mendengar ada teriakan minta tolong, pas aku lihat ternyata itu kamu" jawab Angga yang memang kedua pipi Ana.
"Kerja bagus, ini bayaran kalian" Ucap wanita tersebut.
"Apa kamu sudah mengambil foto-fotonya" tanya wanita tersebut.
"Sudah nona, ini foto-foto yang nona mau preman-preman tersebut memberikan foto-foto Angga dan Ana yang seolah-olah beradegan mesra" Preman yang tadi mengganggu Ana menyerahkan foto-foto tersebut.
"Ini bayaran kalian pergilah dari sini" Ucap wanita tersebut.
*Lihat saja gadis bodoh aku akan menghancurkanmu seperti dirimu menghancurkanku* Gumam wanita tersebut.
Wanita itu langsung mengirim foto-foto tersebut ke kantor Rama agar Rama melihat semua foto itu.
"Tuan ini ada kiriman, tidak tau dari siapa?" Ucap Bagas dan menyerahkan amplop berwarna coklat.
__ADS_1
Rama membuka amplop tersebut dan rasanya sangat terkejut ingin rasanya marah sekali.
Bersambung