
Rama dan Ana tidak langsung pulang kerumah malam ini, karena ada acara makan malam dengan klien dari PT z dan kata Bagas istri harus ikut.
"Sayang, kamu ikutlah denganku untuk pergi makan malam bersama klien malam ini" Ajak Rama pada istrinya.
"Tapi, aku tidak membawa baju ganti" Keluh Ana, karena memang seharian ini Ana belum ganti baju dan belum mandi.
"kamu tau siapa suamimu? aku bisa menyulapmu jadi cantik dalam hitungan detik, ikutlah denganku" Ajak Rama sambil menarik pelan tangan istrinya untuk menuju ke suatu tempat.
Rama mengajak ana pergi sebuah salon terbesar dikotanya yang kebetulan salon tersebut adalah salon langganan Maminya.
"Sayang, kita mau ngapain kesini?" Tanya Ana dengan nada polosnya.
"Aku akan membuatmu menjadi wanita paling cantik malam ini" Jawab Rama sambil mencubit pipi istrinya.
"Sayang, bukankah aku sudah cantik sejak lahir" Ucap Ana, yang membanggakan dirinya sendiri, membuat Rama tertawa jahat pada dirinya.
"Berhentilah menertawakanku Rama, aku kan membicarakan kenyataan yang ada" Ucap Ana dengan nada merajuk.
"Baiklah, kamu memang paling cantik istriku" bujuk Rama dengan nada merayu istrinya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan perdebatan kecil mereka akhirnya mereka masuk ke dalam salon tersebut.
"Selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu" Tanya pegawai salon pada Rama.
"Tuan Rama, selamat malam suatu kehormatan anda datang ke salon kami" Celetuk seseorang yang baru saja datang dan itu adalah manajer salon tersebut.
"Terimakasih nona Putri, nona tolong bikin istri saya secantik mungkin malam ini ya" Ucap Rama meminta tolong pada Putri.
"Siap tuan, serahkan saja pada kami, kami akan membuat nona muda menjadi secantik mungkin" Jawab Putri dengan nada lembut.
Putri dan para pegawai salonpun membawa Ana masuk kedalam ruangan dan setelah beberapa saat Ana tampil rapi dan sangat cantik.
"Sangat cantik aku sampai tidak mengenali istriku sendiri" Ucap Rama yang masih ternganga melihat istrinya yang begitu cantik.
Setelah istrinya selesei dengan semuanya Rama segera menyelesaikan semua proses pembayaran karena jam sudah menunjukkan jam setengah 7 malam dan makan malam jam 7 malam Rama punya waktu setengah untuk menuju tempat makan malam dan beruntungnya salon tersebut tidak terlalu jauh dari tempat makan malamnya.
Di dalam mobil.
"Sayang, pasti kamu menghabiskan banyak uang lagi untuk merubahku mejadi cantik seperti malam ini" Ucap Ana dengan nada agak kesal.
__ADS_1
"Aku hanya menghabiskan uang 10 juta buat semua ini dan itu tidak akan membuat suamimu jatuh miskin dalam semalam" jawab Rama dengan nada sombongnya, yang membuat Ana mencubit tangan Rama dengan keras.
"Sayang sakit" rintih Rama.
"Lagian apa salahnya aku hanya berusaha membuat istriku menjadi cantik daripada aku mempercantik wanita lain!! apa kamu aku seperti itu?" Tanya Rama pada Ana dengan nada penuh kemenangan.
Ana langsung mencubitnya lagi dan kali ini lebih kencang.
"Aduh sakit, Ana!!" rintih Rama.
"Kalau kamu berani melakukan itu, jangan harap kamu bisa bertemu denganku lagi Rama Ardiyansyah" Jawab Ana dengan nada marah, Apalagi dengan sifat Ana yang mudah sekali cemburu itu mudah sekali Rama memancingnya dengan candaannya.
"Aku hanya bercanda, bagaimana mungkin aku berpaling dari wanita secantikmu sayangku" Ucap Rama dengan nada merayu istrinya yang sedang merajuk.
"Sayang, kita lanjutin nanti ya berdebatnya kalau sudah sampai rumah!! ini sudah sampai tempat makan malamnya" Ucap Rama sambil mencium kening istrinya.
Ana membuang rasa kesalnya demi suaminya.
Bersambung
__ADS_1