
Sesampainya di mall, mereka melihat laki-laki tampan yang tidak asing.
Kira-kira siapa yang mereka lihat?
Mata Niah tampak kesal, Ralin sudah memayunkan bibirnya, Valin menggelengkan kepalanya, Vina menatap dengan tatapan kesal.
Siapa yang mereka lihat? Tentu saja mereka melihat suami-suami mereka yang sedang asik mengobrol disebuah restauran yang ada di mall itu.
"David, bukannya pulang bantu aku ngurusin sih kembar. Ini malah asik nongkrong sambil tertawa girang," Kata Niah, matanya terus menatap suaminya yang sedang asik mengobrol dengan para sahabatnya.
"Kevin, padahal aku jenuh dirumah bukannya ajak aku jalan-jalan ini malah asik nongkrong." Valin merasa kesal, tangannya sudah tidak sabar ingin menjewer telinga suaminya.
"Kenan, semalam aku aku ajakin kamu jalan-jalan tidak mau katanya kamu sibuk, tapi ini malah asik nongkrong." Sambung Ralinsyah, dia mengelus-elus perutnya yang sudah mulai besar.
"Dasar Vano, malah asik nongkrong dia." Vina juga tampak kesal.
Di meja tempat makan mereka.
Kevin dan yang lain sedang asik mengobrol, David hanya diam dan diam-diam merekam obrolan para sahabatnya itu.
Jadi mereka itu tadi sengaja janjian untuk makan siang bareng, karena terlalu jenuh dengan pekerjaan mereka. Bahkan mereka sudah berencana untuk pergi nonton tapi belum sempat nonton, ternyata istri-istri mereka sudah melihat mereka. Ntah apa yang akan terjadi pada suami-suami tampan itu?
"Kak Vano, daripada kita nonton mending kita pergi ke club malam. Kita tengok gadis-gadis cantik disana." Ajak Kevin, biasalah Kevin ini memang dari dulu suka banget pergi ke club malam bersama Vano hanya untuk melihat gadis-gadis cantik.
"Di club mana ada seorang gadis Vin, disana hanya ada wanita j*l*ng? Hati-hati kalau Valin tahu bisa ngamuk dia nanti." Cetus David, dia cengengesan sambil merekam obrolan para sahabatnya.
"Aku tidak ikut-ikutan, daripada aku disuruh tidur di sofa sama Ralin. Sayangkan aku nanti tidak bisa menyiram benihku," timpal Kenan, dia tidak mau mengambil resiko.
"Kita pergi berdua saja Vin, mereka mah pada sok suci." Vano tertawa, dan Kevin langsung menepuk pundak Vano dengan pelan.
Kevin dan Vano memang suka ke club malam, tapi mereka hanya duduk sambil menikmati jus jeruk, dan tentunya mereka tidak pernah macam-macam hanya suka saja menggoda gadis-gadis cantik.
"Kita memang cs kak." Kevin senyam-senyum membuat David menggelengang kepalanya.
"Dasar Kevin, kalau nanti malam kamu di suruh tidur diluar. Aku akan menertawakanmu." David tertawa dalam hatinya.
Kini mereka asik mengobrol dan saling tertawa bahagia.
__ADS_1
"Obrolan kalian sudah aku rekam dan tentunya sudah aku kirim ke istri-istri kalian." David tertawa, dia menujukan ponselnya pada para sahabatnya dan benar rekaman itu sudah dikirim pada Valin, Ralin dan Vina.
"Kenapa, kakak tidak mengirimkan ke Kak Niah juga?" Protes Kevin, dia menatap garang kakak iparnya.
"Aku kan tidak ikut-ikutan, jadi aku tidak perlu mengirimkan ke Niah." Jawab David, membuat Kevin menatapnya dengan kesal.
Tatapan Vano dan Kevin begitu garang pada David, kalau Kenan santai soalnya dia tidak bicara macam-macam tadi.
"Siap-siap kalian tidur diluar!" Kenan senyam-senyum, seolah-olah dia meledek Kevin dan Vano.
Mendengar ponselnya berdering, Vina, Valin dan Ralin sama-sama membuka ponsel mereka secara bersamaan, dan ternyata mereka bertiga menerima kiriman Video dari David.
"David, Niah suamimu mengirim video." Kata Vina, dia melihat Niah.
Kini semua sudah duduk disebuah kursi yang ada di mall itu.
"Kak David, juga mengirim video padaku." Sambung Valin dan Vina.
Mereka sama-sama melihat video itu, dan hanya ada suara mereka sedang mengobrol. Valin sudah mengebu-gebu.
"Hajar aja Val, nanti kalau dirumah Kevin jangan dikasih ampun." Bisik Niah ditelinga Valin.
Bukannya menjadi penenang, Niah malah menjadi kompor agar Valin menghajar suaminya.
"Alin, kamu diam saja?" Tanya Vina, dia melihat Ralin yang tampak tenang dan terlihat wajahnya begitu bahagia.
"Suamiku, tidak macam-macam kak jadi aku tenang kak. Tapi jika dia macam-macam aku pasti akan mengomelinya!" Jawab Ralin, dia sangat bahagia karena suaminya tidak seperti Kevin dan Vano.
Vina dan Valin saling menatap, iya tatapan mereka sama-sama kesal. Rasanya tidak sabar ingin menjewer telinga suami-suami mereka dan segera membawa suami-suami mereka pulang kerumah.
"Valin, kita kesana ayo kita buat mereka terkejut!" Ajak Vina, dia sudah beranjak dari tempat duduknya. Valin juga sudah beranjak dari tempat duduknya.
Valin dan Vina berjalan menuju ke tempat suami-suami mereka duduk. Sedangkan Ralin dan Niah sama-sama mendorong dorongan bayi dengan santai.
"Lihat nak, tante-tante kalian akan menjewer telinga om-om kalian." Niah tersenyum sambil melihat anak-anaknya yang begitu tenang di dalam dorongan bayi.
"Kira-kira, apa yang akan terjadi kak?" Tanya Ralin pada Niah.
__ADS_1
"Ntahlah Alin, dasar Kevin dan Vano dari dulu demen banget ke club malam." Jawab Niah, yang tidak merasa heran dengan kelakukan Vano dan adiknya itu.
Kini mereka sudah berada dihadapan suami-suami mereka, Tatapan para suami-suami tampan itu sungguh kaget, kapan istri-istrinya itu datang?
"Aish, kapan Valin datang? Ini semua gara-gara Kak David." Batin Kevin dalam hatinya.
Vano tersenyum pada Vina, tapi Vina malah menatapnya dengan tatapan sengit seolah-olah menyalakan bendera perang.
"Aduh, tatapan Vina membuatku takut pulang kerumah. Kevin sih ngajakin ke club malam, sialan suaminya Niah." Batin Vano dalam hatinya.
Ralin berjalan menuju ke tempat Kenan duduk, dengan mesra Ralin malah mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
"Sayang, kapan kamu datang?" Tanya Kenan dengan begitu mesra.
"Sudah dari tadi, kita jalan-jalan ya!" Ajak Ralin dengan manja.
"Baiklah, kita jalan-jalan. Hari ini kamu mau beli apa saja aku belikan," Jawab Kenan yang lagi-lagi pamer kemesraan.
Kevin menatap Kenan dengan tatapan ingin menerkam mangsanya.
"Dasar Ken, aku sedang kena masalah ini malah dari tadi mesra-mesraan." Kesal Kevin dalam hatinya.
David tersenyum pada Niah, Niah juga membalas senyum suaminya dengan lembut.
"Aku tidak macam-macam, aku ingat aku sudah tidak muda lagi dan tentunya aku sudah punya anak dua." Kata David dengan senyum penuh makna pada istrinya.
"Jika, kamu macam-macam makan aku akan membawa anak-anakku pergi agar kamu tidak bisa bertemu dengan mereka." Ancam Niah, membuat David takut.
"Tidak akan sayang, sudah-sudah sekarang lebih baik kita belanja bareng. Hari ini aku yang bayarin semuanya, ini semua untuk menebus kejailanku pada kalian para sahabat-sahabatku." David tersenyum pada semuanya.
Seketika wajah kesal Valin dan Vina hilang begitu saja, apalagi mendengar David mau membayarkan belanjaan mereka. Jadi mereka putuskan ada baiknya mereka menyelesaikan masalah rumah tangga mereka dirumah saja nanti.
Kini semua langsung pergi berbelanja rame-rame, David dan Niah mendorong dorongan bayi sih kembar, sedangkan pasangan yang lainnya bergandengan mesra, mereka semua menuju ke tempat pelengkapan bayi.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1