Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
291.Asik jadi Papa muda.


__ADS_3

Setelah beberapa hari akhirnya Ayu dan Rehan pulang dari rumah sakit, Kini Ayu mengendong Baby Ralin.


Mami Diana, Rama, Ana dan semua sahabat mereka sudah menyambutnya dengan begitu bahagia.


"Ayu, selamat ya akhirnya Kamu sudah resmi menjadi seorang Ibu." Alena dan Via mengucapkan selamat pada Ayu.


"Terimakasih Vi, Len." jawab Ayumi dengan senyum manisnya.


Rian dan Bagas, langsung tersenyum pada Rehan.


"Asik jadi Papa muda." ledek Rian.


"Seperti Kita harus jodohkan Anak Kita." kata Bagas sambil menepuk bahu Rehan.


"Dasar Kamu ini, ngomongin perjodohan mulu Anak masih pada bayi juga." omel Rian pada Bagas.


"Bayangkan saja jika kita besanan kak Bagas." sambung Rehan.


"Pasti akan seru Han." jawab Bagas.


Bagas tersenyum, lalu Rama berkata pada ketiga sahabatnya ini.


"Sudahlah ayo masuk! Istri-istri Kita sudah masuk kedalam rumah." Rama mengajak Rian, Bagas dan Rehan masuk kedalam rumahnya.


Bagas dan Rehan keduanya memang sama-sama lucu, Anak masih Bayi saja sudah main jodoh-jodohan, membuat Rian dan Rama hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Kini semuanya sudah duduk diruang tengah, Orangtua Ayu juga sudah datang.


"Mama, Papa, kalian disini." sapa Ayu kepada kedua orangtuanya.


Kedua orangtua Ayu langsung tersenyum, lalu memeluk Ayu.


"Iya Nak, tadi dijemput oleh supir." jawab Mamanya Ayu.


"Iya sayang, Mami yang menyuruh supir menjemput Orangtua Kamu." kata Mami Diana sambil tersenyum.


"Terimakasih Mami." Ayu mengucapkan terimakasih pada Mami Diana.


Orangtua Ayu jarang sekali berkunjung kerumah Ayu, karena Orangtua sibuk dengan kerjaannya dikebun milik mereka.


Ayu melepaskan pelukannya dari tubuh Mamanya, kini Mamanya Ayu langsung menggendong cucu pertama mereka.


"Cucu nenek, Kamu cantik sekali." puji Mamanya Ayu untuk Baby Ralin.


"Iya Ma, mirip sekali dengan Mamanya." sambung Papanya Ayu.


"Hidungnya mirip Papanya ya Ma." sambung Rehan.


Kini mereka semuanya sudah duduk, Rehan duduk disebelah Mama mertuanya sedangkan Ayu duduk ditengah-tengah kedua Orangtuanya.


Papi Revan baru saja keluar dari kamarnya, lalu langsung menyapa cucu barunya.


"Mana cucu Kakek?" tanya Papi Revan.


"Sini Pi, ini cucu Papi." jawab Rehan.


Papi Revan langsung menghampiri Baby Ralin lalu mengusap pipinya dengan lembut.


"Akhirnya Aku punya cucu dari Rehan dan Ayu." kata Papi Revan penuh rasa syukur.


"Papi kapan pulang?" tanya Ayu pada Papi Revan.


"Semalam Nak, maaf ya Nak Papi tidak ikut menjemputmu kerumah sakit." jawab Papi Revan sambil meminta maaf pada Ayu.

__ADS_1


Mama Ayu dan Papa Ayu tersenyum, melihat mertua Ayu begitu menyayangi Ayu.


"Tidak apa-apa Pi, Oh iya Papi pasti belum tahu nama Anak Ayu kan?" kata Ayu sambil bertanya pada Papi Revan.


"Siapa nama cucu kakek yang cantik ini." tanya Papi Revan.


"Ralinsyah Putri Ardiyansyah, namanya Pi." jawab Ayu sambil tersenyum.


jam menunjukkan pukul 4 sore, Mama Ayu dan Papa Ayu langsung berpamitan dengan semuanya karena masih ada urusan lain.


"Ayu, Mama dan Papa pulang dulu ya, Kamu jaga diri Kamu baik-baik ya Yu." kata Mama Ayu pada Ayu.


"Iya Mama dan Papa hati ya." jawab Ayu.


"Nak Rehan, Mama titip Ayu ya." kata Mama pada Rehan.


"Iya Ma, Rehan pasti akan menjaga Ayu dengan baik." Rehan berusaha menyakinkan Mamanya Ayu.


Setelah berpamitan dengan Anak dan menantunya, lalu kedua orangtua Ayu berpamitan pada Orangtua Rehan dan semua yang ada disitu.


Orangtua Ayu pulang dengan diantarkan supir keluarga Ardiyansyah.


Setelah Mama Ayu dan Papa Ayu, kini Mami Diana dan Papi Revan langsung masuk ke kamar mereka.


"Kita masuk dulu ya, kalian lanjutkan ngobrol kalian." Pamit Papa Revan.


Mami Diana dan Papi Revan langsung mengambil Kevin dan Niah dari pangkuan Rama dan Ana. lalu langsung mengajaknya ke kamar mereka.


Kini diruang keluarga hanya Ada Rama, Ana dan semua sahabatnya.


"Ayu, nanti Anak Kita jadi ya dijodohkan." kata Alena yang diiringi dengan senyum.


Ayu melihat kearah Alena, lalu Ayu tersenyum.


Bagas, Rehan dan Alena memang ngebet banget jodohin Anak mereka padahal masih Bayi keduanya.


Via dan Ana hanya saling melempar senyum.


"Lihat Vi, mereka ngomongin perjodohan mulu." kata Ana pada Via.


"Biarkan mereka besanan Na, biar Anak-anaknya pusing kalau emak Bapaknya pada ribut tidak jelas." jawab Via sambil menggelengkan kepalanya.


"Bayangkan kalau mereka benar besanan." sambung Rama.


"Pasti mereka bakal sering meributkan hal yang tidak penting." jelas Rian.


Hari semakin sore Alena, Bagas, Via dan Rian mereka berpamitan pulang karena mau memandikan Anak-anak mereka juga.


Sesampainya dirumah Rian langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil main game, Via yang melihat sikap suaminya langsung merasa kesal.


"Kok malah main game, bukannya mandi." omel Via dengan begitu menggemaskan.


"Sebentar lagi Sayang, ini tanggung." jawab Rian yang terus melanjutkan main gamenya.


"Hore menang!"


"Jangan sampai kalah, terus.. terus..!!"


"Ahh sial, kalah!"


Berbagai perkataan keluar dari mulut Rian, Via yang mendengar suara Suaminya hanya menggelengkan kepalaku.


"Sepertinya Papamu sudah tidak waras Van." gumam Via tidak percaya.

__ADS_1


Melihat suaminya main game online, Via hanya diam, kan kini dirinya malah sibuk dengan Anaknya.


Via langsung memandikan Anaknya, setelah selesai memandikan Anak, Via langsung mendadani Anaknya, akhirnya Vano sudah tampan dan Via langsung memberikan Vano pada Rian.


"Daripada main game mulu, jagain Anak! Aku mau mandi." kata Via dengan suara kesal.


"Tapi sayang, ini sebentar lagi akan menang." protes Rian.


Namun Via langsung menaruh Vano dipangkuan Rian, lalu dengan cepat Via langsung menuju ke kamar mandi untuk segera mandi.


Sedangkan dirumah Alena, Bagas dan Alena sama-sama sedang asik main game, lalu Kenan diletakkan ditengah-tengah mereka.


Untung Kenan sedang tidur anteng, jadi tidak masalah biarpun mereka main game.


Setelah selesai dengan gamenya, Alena dan Bagas langsung menaruh ponsel mereka disamping nakas tempat tidur.


"Suamiku, kapan Kamu akan berhenti menjadi sekertaris Tuan Rama?" tanya Alena tiba-tiba.


Bagas menghadapkan wajahnya ke wajah Alena.


"Setelah urusan pembangunan perpustakaan selesei, nanti Aku akan mencoba bicara pada Tuan Rama." jawab Bagas sambil membelai pipi Ana.


Alena mau Bagas mengurus perusahaan miliknya, itulah mengapa Alena bertanya kapan Bagas berhenti menjadi sekretaris Rama.


Dirumah Rama.


Kini Rama dan Ana sedang berada dikamar mereka berduaan, karena kedua Anaknya sedag yang tidur dengan kakek neneknya.


"Kalau cuma berduaan seperti ini, rasanya seperti muda lagi." goda Rama dengan begitu jailnya.


"Muda lagi, Anak udah dua ingat sayang." Ana mengingatkan pada Rama.


"Ada dua, bolehlah nambah lagi." rengek Rama.


Ana hanya terdiam, sambil bergunam.


'Dasar Rama pikirannya Anak terus." gumam Ana dalam hatinya.


Dikamar Ayu dan Rehan.


Kini mereka berdua sedang asik menjadi orangtua baru untuk Ralinsyah.


"Cantik kaya Mamanya." kata Ayu.


"Hidungnya tetap mirip Papanya." sambung Rehan.


"Iya mau mirip siapa saja asalkan jangan mirip tentangga." protes Rehan yang diiringi dengan tawanya.


"Dasar Kamu ini." omel Rehan.


"Mirip tetangga, bikinnya saja sama Bapaknya." gumam Ayu.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga Kakak-kakak karyanya teman-teman Asti 😊😊




**

__ADS_1



__ADS_2