Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
380.Kasian Kevin S2.


__ADS_3

Niah dan David, mereka baru saja sampai dirumah.


Niah langsung pergi menuju ke mandi untuk segera mandi sedangkan David merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Lelah sekali." Kata David, ia memejamkan matanya sambil menunggu istrinya yang sedang mandi.


.


.


Setelah beberapa lama, Niah keluar dari kamar mandi. Ia melihat suaminya sudah terlelap tidur.


"Dia sudah tidur, pasti dia sangat kelelahan." Niah melangkahkan kakinya menuju ke lemari pakaian, ia mengambil pakaian dan langsung berganti pakaian, setelah selesai Niah kembali melihat suaminya yang tertidur pulas, ia berjalan menuju ke ranjang tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya disamping suaminya.


"Suamiku, kamu pasti sangat lelah." Niah memeluk tubuh kekar suaminya, lalu ia juga ikut memejamkan matanya.


Karena sangking lelahnya, Niah dan David tertidur dengan begitu pulas.


.


.


Vano.


Vano berjalan menuju ke kamar tamu, ia mengatantarkan Vina untuk beristirahat.


"Van, tadi wanita yang begitu akrab denganmu itu siapa?" Tanya Vina dengan begitu penasaran.


"Siapa? Yang sedang hamil bukan?" Vano balik bertanya pada Vina, gadis yang saat ini sudah menjadi kekasihnya.


"Iya itu, siapa tadi namanya? Niah." Kata Vina sambil menatap wajah tampan Vano.


Vano tersenyum, lalu memegang tangan Vina dan menciumnya.


"Dia adalah sahabatku, dulu aku pernah menyukainya tapi sekarang dia sudah menikah dan laki-laki yang tadi terus mengandeng tangan Niah itu adalah suaminya." Vano bercerita jujur pada Vina.


"Kamu pernah menyukainya?" Tanya Vina.


"Iya, tapi itu dulu dan sekarang di hatiku hanya ada kamu." Vano membawa Vina masuk ke dalam pelukannya.


.


.


Malam menujukan pukul 10 malam, Vano keluar dari kamar tamu dan membiarkan Vina istrihat.


Ia berjalan menuju ke kamar, tapi langkah kakinya terhenti saat orang tuanya memangil dirinya.


"Vano, ikut mama ke kamar!" Panggil Via dan Vano berjalan dibelakang mamanya menuju kamar sang mama.


"Ada apa, mama tumben banget nyuruh aku ke kamarnya?" Batin Vano dalam hatinya.


.


.


Sesampainya dikamar, sudah ada Rian yang sudah duduk di sofa sambil melipat kakinya ke atas.


"Mama, papa, ada apa menyuruh Vano ke kamar kalian?" Vano, mendaratkan pantatnya di sofa, ia sudah duduk di samping mamanya.

__ADS_1


"Apa, kamu serius dengan Vina?" Tanya Rian dengan tegas.


"Aku serius pa." Jawab Vano dengan tegas.


"Van, apa kamu sungguh sudah bisa melupakan Raniah?" Tanya Via dengan nada lembut.


"Mama, Niah sudah bahagia dengan laki-laki pilihannya dan Vano juga sudah ikhlas ma. Vano sekarang mau membuka lembaran baru bersama Vina." Jawab Vano, ia menyakinkan kedua orang tuanya.


"Baiklah, jika kamu sudah serius dengan Vina. Maka papa minta kamu segera menikahi Vina." Rian menatap Vano dengan sorot mata yang begitu serius.


"Akan Vano bicarakan dulu pa sama Vina, nanti kalau sudah dibicarakan Vano akan kabari papa." Jawab Vano dengan tegas.


.


.


Setelah selesai membicarakan masalah hubungannya dengan Vina, Vano langsung pergi ke kamar.


.


.


Sesampainya dikamar, Vano merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia memejamkan matanya tapi matanya tidak mau terpejam.


"Besok, aku harus bicarakan masalah pernikahanku dengan Vina." Kata Vano, ia memejamkan matanya hingga tertidur pulas.


.


.


.


Kenan dan Valin.


Ralin berdiri menatap keluar jendela, ia merasa bahagia ia sudah menjadi seorang istri tapi ia juga sedang bingung, apa yang harus ia lakukan di malam pertamanya ini?


"Aku belum siap, aku takut." Raline berbicara pada dirinya sendiri, ia terus menatap indahnya langit pemandangan malam untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Kalau aku menolak untuk malam ini, apa Ken tidak apa-apa?" Ralin terus bicara pada dirinya sendiri.


Kenan yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk kimono, ia berjalan menghampiri istrinya.


"Sayang," Kenan memeluk Ralin dari belakang, Ralin hendak menghindar tapi Kenan malah mempererat pelukannya.


"Kamu sudah selesai mandi?" Tanya Ralin dengan gugup.


"Tidak usah gerogi, aku ini suamimu." Kenan mulai nakal, ia membenamkan kepalanya ke leher jenjang istrinya.


Sesekali Ken menciumi leher Ralin, membuat Ralin hanya diam dan menikmati perlakuan dari sang suami.


"Emmhh, Ken.." Panggil Ralin sambil mengeluarkan desahannya.


"Diamlah, kamu nikmati saja!" Ken terus melanjutkan aksinya. Ia bahkan menggesek-gesekan miliknya ke pantat Ralin, membuat Ralin merasakan ada benda yang menonjol dibawa sana.


"Apa ini yang menonjol milik Kenan." Hati Ralin berbicara.


Kenan, membalikkan tubuh mungil Ralin agar menghadap kepada dirinya. Ia memegang dagunya lalu ******* bibir mungil istrinya itu.


Ciuman mereka semakin, sentuh demi sentuhan Ralim yang rasakan dengan begitu nikmat.

__ADS_1


.


.


Kena membopong tubuh mungil istrinya, lalu membawanya ke atas ranjang tempat tidur.


Kenan membaringkan Ralin, lalu ia menindih tubuh Ralin. sebelum ia melanjutkan aksinya ia mengambil sesuatu dari Kakak Revan yang ia taruh di dalam saku jasnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Ralinsyah, yang melihat Kenan pergi meninggalkannya di atas ranjang.


"Sebentar sayang!"


Kenan berjalan lalu mengambil jas nya yang ada di dalam kamar mandi tadi. Ia mengambil sesuatu itu dan membacanya.


"Kalau malam ini aku minum ini, aku yakin Ralin tidak akan kuat apalagi kan baru pertama kali." Ken menaruh kembali vitamin yang kakeknya berikan.


Itu adalah vitamin agar kuat dalam bertempur di atas ranjang. Tapi Kenan tidak mau meminumnya malam ini karena ia tidak mau istrinya sampai kuwalahan menghadapi aksinya nanti.


Ia keluar dari dalam kamar mandi, lalu ia kembali ke ranjang tempat tidurnya. Ia langsung melucuti seluruh pakaian istrinya lalu membenamkan wajahnya di tengah-tengah gunung kembar milik istrinya.


Ia terus melakukan aksinya, sampai miliknya benar-benar merasa tegang dan ingin sekali memasukkan miliknya ke dalam goa kenikmatan.


Kenan mengarahkan benda tumpul yang saat ini sudah di pegangnya. Ia menggesek-gesekan miliknya membuat Ralin kelimpungan dan hanya bisa mengeluarkan desahan penuh kenikmatan.


Setelah puas menggesek-gesekan miliknya, pelan-pelan Kenan menusuk-nusukkan miliknya ke dalam milik Ralin hingga masuk dengan sempurna, setelah masuk Kenan menggoyangkan pinggulnya membuat Ralin terus mengerang dan mendesah penuh kenikmatan.


.


.


Setelah beberapa lama akhirnya keduanya sama-sama puas, dan Kenan mengeluarkan semua cairan hangatnya di dalam rahim Ralin.


Malam ini Kenan berhasil membobol gawang Ralin, bercak merah di seprei menjadi saksi cinta mereka. Malam ini Kenan bahagia, Ralinsyah juga melakukan tugasnya sebagai seorang istri.


.


.


Kevin dan Valin.


Malam ini Kevin hanya bisa gigit jari, karena ternyata di malam pertamanya Valin ke datangan tamu bulannya.


Ia yang sudah siap, malam ini hanya bisa menunda hasratnya.


"Apa, tamu bulananmu baru saja datang?" Tanya Kevin dengan nada datar.


"Iya, mungkin sudah dari tadi untung saja tidak sampai bocor." Valin menjawabnya sambil menundukkan kepalanya.


Ia juga tidak tahu, kenapa tamu bulannya itu bisa datang sekarang padahal aturan minggu depan. Tapi ini lebih cepat dari perhitungan tanggal biasanya.


"Iya sudah tidurlah, aturan bisa membobol gawang milikmu ini aku harus menahannya." Jawab Kevin dengan begitu pasrah.


Valin sebenarnya merasa kasian, pada laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu tapi mau bagaimana lagi? Tamu bulanannya datang di saat yang tidak tepat.


Malam ini Kevin dan Valin hanya bisa tidur nyenyak, tanpa melakukan sesuatu seperti Kenan dan Ralin yang sudah berhasil membobol gawang Ralin.


"Kapan itu akan selesai?" Tanya Kevin dengan nada lemas.


"Emm satu minggu biasanya."

__ADS_1


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2