
Ana bangun meninggal suaminya yang masih tertidur mengingat ini dari sabtu jadi Ana membiarkan suaminya tidur agak lama.
Ana mandi setelah mandi seperti biasa Ana merias dirinya dengan natural dan memakai dress selutut berwarna coklat susu.
Ana menuruni tangga untuk menuju ke dapur, ana yang melihat Rehan sedang sibuk dengan ponselnya akhirnya menghampirinya.
"Hay, kau sedang apa?" Tanya Ana tiba-tiba yang membuat Rehan begitu kaget karena tidak melihat atau mendengar kedatangan kakak iparnya.
"Kakak mengagetkanku saja" Ucap Rehan dengan nada kesal.
Ponsel Ana tiba-tiba berdering, dan tertulis yang menelpon itu serangga berancun.
*Untuk apa dia menelponku lagi* Guman Ana sambil meninggalkan adik iparnya pergi dan mengabaikan ucapan Rehan.
"Apa semua wanita selalu bersikap semaunya, tidak jauh beda dari Ayu" Ucap Rehan pada dirinya sendiri.
Ana mengangkat telpon tersebut.
__ADS_1
"Hallo ada apalagi kamu menelponku" tanya Ana kesal.
"Aku menelpon suamimu tapi dia tidak mengangkatnya" Ucap Elina tanpa perasaan.
"Dasar wanita murahan, denger ya suamiku sedang kelelahan dan dia masih tidur dia juga tidak akan peduli padamu" Jawab Ana dengan nada yang menggebu-gebu.
"Hey, kau gadis sombong aku akan merebut suamimu dengan caraku" Ucap Elina dengan nada yang begitu kasar.
"Terserah kau saja, suamiku juga tidak akan peduli padamu dasar serangga berancun" jawab Ana dan langsung mematikan saluran telponnya.
*Bisa-bisanya wanita itu menelponku pagi-pagi hanya untuk membuatku kesal* Guman Ana sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Hallo bibi, aku sangat merindukan bibi!!" Ucap Ana pada bibinya dengan nada lembut.
"Iya sayang, bibi dan siska akan pergi mengunjungimu ya" Ucap bibi pada Ana, yang membuat Ana begitu senang.
"Aku tunggu ya bi, akan menyuruh suamiku untuk menyiapkan supir untuk menjemput bibi dan siska" Ucap Ana penuh semangat.
__ADS_1
Setelah beberapa menit mengobrol akhirnya Ana mematikan saluran teleponnya.
Ana tidak jadi pergi ke dapur dan langsung kembali menuju kamarnya sampailah Ana didalam kamar dan mendengar ponsel Rama berdering Ana mengangkat telpon tersebut tanpa membangunkan suaminya lebih dulu.
"Hallo sayang, akhirnya kau mengangkat telponku!! aku tau gadis bodoh itu pasti sudah membuat bosankan" Ucap Elina dari seberang sana.
"Ehem.. Nona Elina, serangga berancun apa kamu benar-benar tidak tahu malu ya selalu menganggu suami orang?? apakah kamu tidak ada kerjaan lain dan hanya bisa menganggu suamiku??" jawab Ana dengan nada yang begitu kesal.
"Kenapa? Dasar wanita perebut kekasih orang" Ucap Elina.
"Nona Elina, kamu sangat baik terima kasih sudah menjaga jodohku dengan baik aku bahagia sekali dengan Rama Ardiyansyah dan sekarang aku sudah menjadi nyonya anatasya Ardiyansyah" jawab Ana penuh dengan kemenangan dan langsung mematikan saluran teleponnya.
Rama yang sedari tadi ternyata sudah bangun dan memperhatikan istrinya yang sedang menelpon hanya geleng-geleng kepala tidak percaya kalau istrinya bakal bersikap seperti itu pada Elina, Rama tersenyum melihat kejadian pagi ini.
*ternyata serangga berancun yang ana basmi adalah Elina, Ana-ana ada saja kamu sayang menyebut nama seseorang" Guman Rama dalam hati.
Ana terkejut karena ternyata Rama sudah bangun dan tersenyum penuh kejaillan Padanya.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu bangun sayang" Ucap ana yang merasa terkejut.
Bersambung