Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
143. Perhatian rama


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makannya rama pun menghampiri istrinya yang sedang duduk diruang tengah sendirian.


"Sayang, kamu pingin makan apa biar aku belikan" Tanya Rama penuh perhatian.


"Aku tidak mau makan apa-apa sayang, aku hanya ingin berbaring dipangkuan saja untuk saat ini" Jawab ana dengan nada begitu manja.


Rama bersyukur karena kehamilan istrinya tidak terlalu menyusahkan dirinya dan kadang kalau lagi manja istrinya malah ingin selalu dekat dengan dirinya, pikir rama mungkin itu bawaan bayinya kadang juga ana tidak mau sama sekali disentuh oleh rama. dan itu membuat rama begitu frustasi namun rama selalu sabar menghadapi istri kecilnya.


"Kemari berbaringlah" Ucap rama, ana pun membaringkan kepalanya dipangkuan rama. rama pun mengusap-usap rambut ana dengan begitu lembut.


"Kamu memang suami yang sangat perhatian dan sangat penyayang, terimakasih ya allah telah memberikan satu laki-laki yang mencintaiku, menyayangiku setiap hari" Guman ana penuh rasa syukur.


Tiba-tiba mami, ayu dan rehan datang bersamaan.


"Ana, kamu tidak apa-apa nak" Tanya mami dengan nada khawatir.

__ADS_1


"Mami, ana tidak apa-apa, mungkin karena hamil muda mami jadi ana masih suka mual-mual kalau memcium bau makanan, apalagi bau nasi mami itu ana benar-benar mual banget" Ucap ana dengan jujur pada mami.


"Tidak apa-apa sayang, itu wajar dulu aja waktu hamil rama mami gitu. mami malah tidak mau sama sekali berdekatan dengan papi, papi aja kadang sampe kesal, sampe marah-marah tapi namanya bawaan bayi nak" Ucap mami, yang berbagi pengalamannya saat mami sedang mengandung rama.


"Ana juga suka tiba-tiba seperti itu mami, tidak mau rama peluk, tidak mau rama dekat-dekat dengan dirinya, kadang tidak mau tidur seranjang dengan rama mami. rama kadang harus tidur disofa karena kemauan bayi yang ada perut ana" Ucap rama dengan nada begitu kesal.


Mami pun tersenyum mendengar aduhan dari rama, namun ana tidak mau terima dengan apa yang diucapkan oleh suaminya.


"Sayang, kamu kan tahu ini semua kemauan anak kamu ya kamu harus mengerti" Ucap ana penuh kemenangan.


"Kak, kapan kita akan berbelanja perlengkapan bayi?" Tanya rehan tiba-tiba.


"Ayu juga mau ikut ya kak rama" Timpal ayu.


Rama pun bingung menjawab pertanyaan adiknya dan calon adik iparnya, akhirnya mami pun yang menjawab pertanyaan tersebut.

__ADS_1


"Rehan, ayu, kita akan membeli semua perlengkapan bayi nanti ya setelah kandungan kakak ipar sudah masuk tujuh bulan lebih, karena kalau kata orang jaman dulu pamali kalau membeli perlengkapan bayi sebelum usia kandungan tujuh bulan nak" Jawab mami, untuk pertanyaan rehan dan ayu


Ayu dan pun mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh maminya.


"Oh iya, rehan kamu kalau menikah nanti mau hadiah apa dari kakak" Tanya Rama tiba-tiba.


"Aku mau hadiah rumah yang sebelahan dengan kak rama" Ucap rehan dengan nada santai.


Rama pun bingung, karena rumah yang ada disebelah itu tidak tahu sudah ada penghuninya atau belum.


"Baiklah, biar kakak tanyakan pada pak RT disini tapi kalo tidak ada yang penting satu komplek dengan kakak ya" Ucap rama.


"Iya kak, tapi jangan terlalu jauh ya" Jawab rehan dengan nada lemas.


Rama pun bingung dengan permintaan adiknya ini, karena setau rama komplek yang rama tempati sudah hampir semuanya ada penghuninya.

__ADS_1


Selamat pagi semuanya, nih author pagi-pagi udah up. karena memang sedang tidak sibuk ya🙏🙏😘😘


__ADS_2