
Rian pun datang ke kantor rama hari karena berniat mengajak rama untuk berlibur bersama sesuai permintaan istrinya.
Dikantor rama.
"Selamat pagi rama" ucap rian, yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Rama yang sedang membicarakan pekerjaan bersama dengan Bagas akhirnya menatap Rian dengan begitu kesal secara bersamaan.
"Apa kamu tidak bisa mengentuk pintu dulu" ucap rama kesal pada rian, dan hampir saja melempar pulpen yang ada tangannya kepada rian, namun tidak jadi karena rama merasa tidak tega bukan pada rian tapi pada pulpennya.
"Tuan Rian, kenapa pengantin baru keluar-luar sih?? nanti kalau kena sawan bagaimana?" tanya bagas dengan nada pura-pura bodoh.
"Haha dia tidak mungkin kena sawan Bagas, kalau kecantol wanita yang lebih cantik dari via itu bisa jadi" ucap rama diiringi dengan tertawa penuh kejailan.
"Berhentilah kalian menggodaku atau kedua sepatu akan melayang diwajah tampan kalian itu" kesal rian yang penuh dengan ancaman.
Namun rama dan bagas pun malah tertawa penuh kemenangan.
"Katakan padaku, ada perlu apa kamu kesini?" tanya rama ingin tau.
"Mari kita berlibur bersama, ini kemauan via kata via, dia ingin berlibur bersama ajak juga rehan dan ayu, dan kau Bagas bawah kekasihmu nanti" ucap rian pada Bagas dan Rama.
"Boleh, nanti aku akan bilang pada ana dan rehan pasti mereka akan senang" ucap rama.
Bagas pun hanya tersenyum penuh arti, ntah apa yang dipikirkan oleh Bagas dan yang pasti Bagas sudah menyiapkan kejutan untuk semuanya.
Setelah urusannya dengan rama dan bagas rian pun langsung menuju ke mobil, untuk segera pulang bertemu dengan istrinya.
Dirumah Rama.
"Kak ipar, kira-kira anak kakak laki-laki atau perempuan nanti?" tanya rehan tiba-tiba.
__ADS_1
"Perempuan atau laki-laki yang penting sehat rehan" jawab ana penuh kelembutan.
"Rehan sudah tidak sabar kak, ingin mengendong anak kak rama dan kakak ipar" ucap rehan dengan penuh antusias.
Ana pun tertawa melihat tingkah adik iparnya.
"Bayangkan saja kak ana, jika anak kak ana mirip dengan kak Rama" ucap rehan sambil membayangkan ucapannya tersebut.
"Haha untung tidak ada kakakmu rehan, coba kalau ada pasti dia akan memperdebatkan semua ini" ucap ana dengan tawa lembutnya.
Ketika ana dan rehan sedang asik mengobrol rama pun tiba-tiba pulang.
"Sepertinya kalian asik sekali, apa yang kalian obrolkan?" tanya rama begitu penasaran.
"Kita hanya sedikit menghibah saja kak" jawab rehan, sambil menyunggingkan senyum pada rama.
Rama pun duduk disamping ana.
"Tidak juga, itu tadi hanya karena sedang nonton televisi bareng saja sayang dan rehan juga sedang tidak sibuk" jawab ana.
"Kamu kenapa tidak masuk kantor?" tanya rama pada rehan, karena rehan hari ini tidak masuk namun tidak pada Rama.
"Aku ada tugas kuliah kak tadi pagi, jadi aku lupa bilang sama kak tapi aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku kak" jawab rehan dengan jujur pada rama.
"Oh gitu, ya udah kakak ke kamar dulu" ucap rama pada rehan, rama pun mengandeng istrinya untuk masuk kedalam kamar.
"Jawaban macam apa itu? cuma oh gitu" protes rehan yang merasa jawaban kakak nya itu terlalu menyebalkan.
"Rehan" panggil rama
"Iya kak" saut rehan
__ADS_1
"Ikutlah berlibur bersama ajak juga ayu" ucap rama, rehan yang tidak mengerti maksud ucapan kakaknya pun merasa bingung.
"Maksud kak rama?" tanya rehan
Akhirnya rama kembali duduk disofa untuk menjelaskan semuanya pada rehan.
"Rehan, kak rian dan kak via mengajak kita berlibur bersama dan mereka mengajakmu dan ayu jadi ayo ikutlah kita bersenang-senang, ana kamu juga ikut ya" ucap rama pada ana dan rehan.
"Baiklah kak, nanti aku akan bilang ayu. siapa saja kak yang ikut nanti?" tanya rehan.
"Rian, via, bagas, ana, ayu,kamu dan aku kita pergi rame-rame" Jawab rama, ana dan rehan pun merasa sangat senang karena sudah lama sekali tidak pergi berlibur.
Akhirnya rehan setuju untuk ikut, rama yang setiap harinya sibuk kerja, rian pun sama, via juga tak kalah sibuk namun liburan kali ini semuanya sudah mengaturnya dengan baik, karena jarang sekali mereka menghabiskan waktu bersama apalagi dengan kesibukan mereka selama ini.
Dirumah Rian.
"Sayang bagaimana sudah bicara pada Rama?" tanya via merasa penasaran.
"Sudah sayang, dan rama setuju untuk pergi berlibur bersama rehan, ayu, bagas nanti juga akan ikut" jawab rian penuh semangat.
"Bagus sayang, lebih rame lebih baik nanti kita disana bisa BBQ bareng-bareng dan pokoknya aku ingin kita pergi ke pantai sayang" ucap silvia dengan begitu antusias.
Tapi tidak usah kawatir kakek silvia punya villa di dekat pantai yang begitu indah dan silvia akan mengajak suami dan semua teman-temannya berlibur divilla kakeknya.
"Aku sudah tidak sabar sayang" ucap via, mendengar ucapan istrinya yang begitu antusias itu membuat rian sangat bahagia.
"Ternyata memberikan kebahagiaan untukmu tidaklah susah sayang" ucap rian, sambil mengacak-acak pelan rambut via.
Biarpun silvia mempunyai segalanya namun silvia tetap sederhana dan tidak pernah berlebihan dalam segala hal, termasuk liburan kadang via lebih suka berlibur ke pegunungan daripada ikut berlibur kakeknya keluar negeri.
Bersambung ....
__ADS_1
Terus dukung atau ya melalui like, komen, vote dan rate. terima kasih semuanya 🙏🙏