Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
281.Pesan Siska dan Kevin.


__ADS_3

Setelah beberapa minggu akhirnya taman bermain permintaan Ana selesei dibuat, kini taman tersebut diberi nama taman Anatasya.


Untuk meresmikan taman bermain tersebut, Rama dan yang lainnya membawa anak-anak mereka ke tampan bermain, lalu mengambil foto-foto mereka.


Sedangkan asik meresmikan taman bermain, tiba-tiba ponsel Rama berdering, ternyata telpon dari Bibi Rani.


"Hallo Nak Rama." kata Bibi Rani yang diiringi dengan isak tangisnya.


"Bibi Kenapa?" tanya Rama kawatir.


"Siska.. Nak Siska mengalami pendarahan hebat dan sekarang sudah dibawa kerumah sakit." kata Bibi Rani dengan isak tangisnya.


"Katakan Bi! dirumah sakit mana? Aku dan Ana akan segera datang kesana." jawab Rama.


"Dirumah sakit xxx Nak." jawab Bibi Rani.


"Baik Bi, Aku akan segera kesana." kata Rama.


Bi Rani langsung matikan saluran teleponnya, lalu kembali duduk disalah satu kursi yang ada dirumah sakit.


"Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada Siska." Doa Bibi Rani.


Bibi Rani langsung menghubungi Kevin yang sedang berada dikantor.


"Hallo Bu." sapa Kevin.


"Kevin, cepat pulang Nak, Siska mengalami pendarahan hebat." kata Bibi Rani pada Kevin yang diiringi dengan isak tangisnya.


"Iya Bu, Aku akan segera pulang, rumah sakitnya mana Bu?" tanya Kevin.


"Rumah sakit xxx." jawab Bibi Rani.


Bibi Rani langsung mematikan saluran teleponnya, lalu kembali duduk sambil menunggu Dokter keluar dari ruangan Siska.


Rama langsung menghampiri Ana, lalu berkata pada Ana.


"Sayang, ayo Kita kerumah sakit! Siska mengalami pendarahan." kata Rama pada Ana.


Ana langsung meneteskan air matanya, lalu langsung memberikan Niah pada Ayu.


"Ayu, Aku titip Niah ya, Aku mau kerumah sakit." kata Ana dengan nada terburu-buru.


Ayu langsung menerima Niah dari tangan Ana, lalu Ayu bertanya pada Ana.


"Siapa yang dirumah sakit Kak?" tanya Ayu.


Karena Ana terburu-buru, Ana tidak mendengar perkataan dari Ayu, kini Rama dan Ana langsung menuju ketempat rumah sakit tempat Siska dirawat.


Sesampainya dirumah sakit, Ana langsung menanyakan dimana ruangan Siska, lalu suster langsung memberitahunya.


Ana dan Rama langsung menghampiri Bibi Rani yang sedang duduk sambil menangis.


"Bibi..." sapa Ana sambil memeluk Bibi Rani.


"Ana, Siska Nak..." kata Bibi yang langsung memecahkan tangisannya dan tidak meneruskan perkataannya.


Ana terus memeluk Bibi Rani sambil menenangkannya.


"Bibi, Kita berdoa ya untuk Siska." kata Ana sambil terus menenangkan Bibi Rani.


"Bibi sudah mengabari Kevin?" tanya Rama.


"Sudah, mungkin Kevin sedang berjalan menuju kesini." jawab Bibi Rani.

__ADS_1


Kevin sedang dalam perjalanan, karena perasaan kawatir dan perasaan takut menyelimuti hatinya, kini Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu kencang.


Namun mobil Kevin menabrak pohon yang begitu besar, dan sekarang mobil Kevin bagian depannya hancur, sedangkan kepala Kevin terbanting ke setir darah yang begitu segar berlumuran disetir mobilnya.


Warga yang melihat Mobil Kevin, langsung berlarian untuk menolong Kevin dan mereka langsung menelpon ambulan. Kevin langsung dibawa kerumah sakit terdekat dari tempat kecelakaan dan yang ternyata rumah sakit tersebut tempat Siska melahirkan.


Sesampainya dirumah sakit, Kevin langsung dibawa masuk kedalam ruangan, orang yang menolong Kevin berusaha menghubungi keluarga Kevin, Orang tersebut membuka ponsel Kevin lalu menelpon no yang terakhir menghubungi Kevin yaitu Bibi Rani.


Orang yang menolong Kevin langsung menelpon Bibi Rani.


"Hallo Nak Kevin..." sapa Bi Rani.


"Maaf Bu, saya bukan pemilik ponsel ini! yang punya ponsel ini orangnya kecelakaan Bu, sekerang Dia sudah ada dirumah sakit." kata orang yang menelpon Kevin.


"Apa....? Dirumah sakit mana Pak?" tanya Bibi Rani yang diiringi isak tangis.


"Mudah-mudahan Kevin baik-baik saja." Doa Bibi Rani.


"Dirumah sakit xxx." jawab orang tersebut.


"Diruang apa Pak? kebetulan saya sedang berada dirumah sakit yang sama." kata Bibi Rani.


"Diruang mawar no 2." jawab orang tersebut.


Bibi Rani langsung mematikan saluran teleponnya, lalu bergegas menuju keruangan Kevin dirawat bersama Rama.


"Nak Rama ayo Kita keruang mawar no 2! Kevin kecelakaan, Ana Kamu tetaplah disini menunggu Siska." kata Bibi Rani dengan diiringi isak tangisnya.


Ana menganggukan kepalanya, sedangkan Bibi Rani dan Rama langsung menuju keruang mawar no2, tempat Kevin dirawat.


Sesampainya didepan ruangan Kevin, Dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Keluarga pasien mana?" tanya Dokter tersebut.


"Pak, pasien ingin bertemu dengan keluarga pasien." kata Dokter.


Dokter mengajak Rama dan Bibi Rani masuk kedalam ruangan Kevin, dengan pandangan samar-samar Kevin melihat Rama menghampirinya.


"Kakak Rama, Aku mau ketemu Siska." kata Kevin dengan nada pelan.


"Iya nanti Kita ketemu Siska." jawab Rama.


"Nak Kevin, ini Ibu Nak." kata Bibi Rani.


"Bu, jaga Siska baik-baik ya Bu, Kevin sudah tidak kuat lagi." pinta Kevin sambil menggegam tangan Bibi Rani.


Bibi Rani terus menggegam tangan Kevin dengan begitu erat, lalu Bibi Rani berkata pada Kevin.


"Nak, Kamu harus kuat demi Siska dan Anak Kamu." pinta Bibi Rani yang diiringi dengan isak tangisnya.


"Kakak Rama..." panggil Kevin dengan suara lirih.


"Iya Vin.." sahut Rama, yang langsung mendekat kearah Kevin.


"Kakak Aku titip Anakku, setelah Dia lahir Aku mohon berikan nama Dia Kevin dan Aku minta tolong pada Kakak pakaikan nama belakang Kakak pada Anakku! katakan pada Anakku kalau Kakak Rama itu Ayahnya." kata Kevin yang sudah ngangapan karena nafasnya mulai sesak.


"Vin bertahanlah." kata Rama sambil terus menggegam tangan Kevin.


Namun tiba-tiba Kevin langsung memejamkan matanya, lalu tiba-tiba tangannya langsung terjatuh lemas begitu saja.


"Kevin...Kevin bangunlah Nak!!" pinta Bibi Rani yang tangisnya sudah mulai pecah.


"Kevin... bangunlah!!" teriak Rama.

__ADS_1


Dokter yang baru datang keruangan Kevin, langsung memeriksa Kevin dan ternyata Kevin sudah meninggal.


Diruangan Siska, Dokter baru saja keluar dengan cepat Ana langsung menghampiri Dokter tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan Siska?" tanya Ana dengan nada kawatir.


"Maaf Nona, Kita bisa menyelamatkan Anaknya tapi Ibunya meninggal." jawab Dokter.


Ana langsung menetaskan air matanya gini air mata Ana keluar begitu deras, tiba-tiba Bibi Rani dan Rama datang.


"Sayang, Kamu kenapa?" tanya Rama, sambil memeluk Ana.


"Ana, ada apa Nak?" tanya Bibi Rani.


"Siska meninggal." jawab Ana yang diiringi dengan isak tangisnya.


Bibi Rani langsung pingsan mendengar kabar tersebut, Rama langsung melepaskan Ana dari pelukannya, lalu langsung mengangkat tubuh Bibi Rani dan meletakkan dikursi tempat tunggu pasien.


Setelah beberapa jam, akhirnya jenazah Siska dan Kevin sudah siap untuk dibawa pulang. sedangkan Anak Siska langsung diserahkan pada Ana dari pihak rumah sakit.


"Nona, ini Anak Nona Siska Dia berjenis kelamin laki-laki, sebelum Nona Siska menghembuskan nafas terakhirnya, Nona Siska menitipkan pesan." kata Dokter sambil memberikan Bayi Siska pada Ana.


Ana menerima Bayi tersebut dengan tangisan air mata yang begitu deras, Ana langsung teringat akan dirinya yang sudah menjadi yatim piatu dari kecil bahkan Ana tidak tahu seperti apa Ayah dan Ibu, Ana hanya melihat mereka dari sebuah foto.


"Bibi Ana janji, Bibi akan menjagamu dan menyayangimu seperti Anak Bibi sendiri." kata Ana dalam hatinya.


"Dok, pesan apa yang diberikan oleh Siska." tanya Ana yang masih menangis.


"Nona Siska meminta Nona Ana mengaja Anaknya dengan baik dan selalu menyayanginya seperti Anak sendiri, oh iya apa Nona Ana itu Anda?" jawab Dokter.


"Iya Dok, saya Ana saya adalah saudaranya Siska." jawab Ana.


Kini Rama, Bibi Rani, Ana dan Bayinya Siska langsung pulang ke kediaman Kevin dan Siska untuk melakukan pemakaman Siska dan Kevin.


Semua keluarga dan sahabatnya juga sudah berada di kediaman Kevin dan Siska, Orangtua Kevin juga langsung pulang dengan jet pribadi agar bisa melihat pemakaman Anaknya dan menantunya.


Setelah semuanya kumpul, orangtua Kevin juga sudah datang, Kevin dan Siska langsung dimakamkan di pemakaman keluarga Prastyo.


Dengan diiringi isak tangis dari semua keluarga dan semua sahabat-sahabat mereka, akhirnya jenazah Kevin dan Siska langsung dikuburkan.


Makam Kevin dan Siska sebelahan, setelah selesai acara pemakaman semuanya kembali pulang ke kediaman Kevin.


Bibi Rani dan Orangtua Kevin sama-sama duduk lemas, sedangkan yang lainnya udah pulang namun Rama dan Ana masih ada disitu.


"Cucu nenek, sekarang Kamu menjadi yatim piatu." kata Mamanya Kevin sambil menangis.


"Bi, Aku tidak akan membiarkan Anak Kevin dan Siska tidak punya Orangtua, Aku akan merawatnya." kata Rama pada semuanya.


"Iya Bi, Ana siap menjadi Ibunya." sambung Ana.


"Terimakasih ya Nak." Orangtua Kevin mengucapkan terimakasih pada Ana dan Rama.


"Jangan mengucapkan terimakasih Bi, ini memang sudah menjadi tugas Kita karena ini juga pesan Dari Siska sebelum Siska meninggal." kata Ana pada Mama Kevin.


"Bi, Anak ini akan Rama beri nama Kevin Putra Ardiyansyah, karena Kevin meminta saya memberikan nama belakang saya dibelakang nama Anaknya." kata Rama pada Orangtua Kevin.


"Tidak apa-apa Nak, pakaikan saja." jawab Orangtua Kevin.


Hari ini ada kabarduka, dihari yang sama Kevin dan Siska sama-sama meninggal dan dimakamkan bersebelahan.


Mereka meninggalkan satu Anak yang baru lahir yang diberi Nama Kevin Putra Ardiyansyah, Kevin dan Siska menitipkan Anak mereka pada Rama dan Ana.


Bersambung 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2