Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
207.Nasehat untuk Rehan.


__ADS_3

Keesokan harinya, Alena bangun lebih dulu Bagas. Alena langsung pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.


Setelah beberapa saat Alena selesei mandi dan sekarang sudah berganti dengan daster rumahan.


Alena menghampiri suaminya yang masih tertidur dengan begitu pulas.


"Bagas akhirnya kita sudah menikah, terimakasih sudah mencintaiku selama ini!!" ucap Alena, sambil membelai pipi Bagas dengan lembut.


Alena mencium pipi Bagas dengan lembut lembut, lalu beranjak pergi meninggalkan Bagas yang masih tertidur dengan pulas.


Alena berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan untuk Bagas.


Didapur.


Alena merasakan bagian sensitifnya masih terasa perih.


"Aduh kenapa perih sekali!! Bagas kamu membuatku susah untuk berjalan!!" rintih Alena dengan penuh kekesalan.


Namun Alena tetap harus memasak karena ini adalah hari pertama dirinya menjadi seorang istri.


Dikamar


Bagas baru bangun dari tidurnya, melihat Alena sudah tidak ada disampingnya Bagas langsung beranjak dari tempat tidur untuk mencari Alena.


"Sayang, kamu dimana?" panggil Bagas, sambil melihat Alena dikamar mandi namun tidak ada.


Akhirnya Bagas berjalan untuk menuju lantai bawah, Bagas melihat-lihat keseluruh ruangan dan melihat Alena sedang berada di dapur.


Bagas menghampiri istrinya yang sedang memasak, Bagas memeluk Alena dari belakang.


"Selamat pagi sayang, apa yang kamu masak??" tanya Bagas dengan nada mesra ditelinga Alena.


"Sayang kamu sudah bangun!! aku lagi bikin nasi goreng untuk kita sarapan sayang!! jawab Alena dengan lembut.


Bagas tiba-tiba mematikan kompornya dan sekarang sudah Bagas sudah membalikkan tubuh Alena kehadapannya.


"Kamu mau apa sayang?" tanya Alena dengan nada begitu polos.


"Aku mau mengajakmu membuat adonan lagi, aku belum puas sayang semalam!!" jawab Bagas dengan tatapan mesumnya.


"Sayang!!" ucap Alena dengan manja.


Tanpa banyak bicara lagi akhirnya Bagas mengangkat Alena menuju kedalam kamarnya.


Bagas menaruh Alena diranjang tempat tidurnya, Bagas langsung memulai aksinya dengan begitu semangat pagi ini setiap inchi tubuh istrinya Bagas jelajahi dengan penuh kenikmatan.


"Sayang!!" Alena mendesah kenikmatan.


Bagas terus melanjutkan aksinya hingga akhirnya Bagas dan Alena sama-sama mencapai puncaknya.


Bagas terkulai lemas disamping Alena, Alena langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kenapa ditutup sayang? aku sudah melihat semuanya!!" ledek Bagas, sambil mencium bibir Alena.

__ADS_1


Alena mencubit pipi Bagas.


"Tidurlah sayang, aku sangat lelah!!" pinta Alena dengan nada manja.


Bagas langsung menarik Alena kedalam pelukannya dan akhirnya pagi ini mereka melanjutkan tidurnya.


Dirumah Via dan Rian.


Pagi ini Rian dipusingkan dengan keinginan Via lagi, maklum Via sedang hamil muda jadi lagi banyak maunya gara-gara ngidam.


"Sayang, aku pingin makan berbagi Snack yang ada di minimarket dekat komplek sayang!!" rengkek Via dengan manja.


Rian hanya mengelus dadanya agar lebih sabar menghadapi istrinya yang sedang hamil muda.


"Baiklah sayang!! ayo kita pergi kesana, kita beli semua berbagi snack yang kamu mau!! ajak Rian dengan semangat.


Via merasa begitu senang. akhirnya Via dan Rian langsung pergi menuju ke minimarket.


Sampailah di minimarket, Rian langsung mengambil troli untuk menaruh semua belanjaan istrinya nanti.


"Siap sayang, ayo kita mulai belanja!!" ajak Rian, sambil mendorong troli.


Via langsung mengambil berbagi macam snack yang dia inginkan, sampai akhirnya trolinya hampir terisi penuh.


"Sayang cukup, ini sudah banyak!! hampir semua snack kamu beli!!" suruh Rian.


Akhirnya Via menuruti apa kata suaminya, Rian langsung membawa belanjaannya ke kasir dan langsung membayar semuanya.


Setelah selesai berbelanja, Rian dan Via langsung menuju kerumahnya.


"Sayang, kamu yakin bakal ngabisin semua ini?" tanya Rian ingin tau.


Via menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tau sayang, aku hanya pingin saja!!" jawab Via dengan jujur.


Rian hanya tersenyum.


Mungkin wanita ngidam memang seperti itu mintanya suka aneh-aneh.


Via mengupas berbagi macam snack namun hanya memakannya sedikit-sedikit saja. akhirnya Rian yang menghabiskan snack yang udah dikupas oleh istrinya.


Dirumah Rama dan Ana.


Rama dan Rehan sudah berangkat ke kantor sedangkan Ana sedang menonton televisi sambil ngemil berbagai makanan karena sekarang Ana sudah mulai doyan makan.


"Sayang, sebentar lagi kita akan berjumpa di dunia ini!!" ucap Ana sambil mengelus perutnya dengan lembut.


Dikantor Rama.


Rama sedang sibuk dengan laptopnya apalagi hari ini Bagas masih cutti karena pernikahannya.


Tiba-tiba Rehan datang keruangan Rama.

__ADS_1


"Tok..tok..!!" Rehan mengetuk pintu.


"Masuk!!" saut Rama.


Rehan membuka pintu ruangan Rama.


"Rehan ada apa?" tanya Rama.


"Kebetulan lewat saja kak tadi, jadi aku mampir!!" jawab Rehan.


Rehan duduk disofa yang ada diruangan kerja Rama sambil menyandarkan kepalanya.


"Kakak, ketika kita sudah punya istri bagaimana sih rasanya?" tanya Rehan tiba-tiba.


Rama hanya menggelengkan kepalanya.


"Rasanya senang pasti, pulang kerja ada yang nungguin, tidur ada yang nemenin, setiap pagi ada yang bangunin, kalau kita sakit ada yang merawat, capek pulang kerja ada yang mijitin, pokoknya nanti kamu juga akan merasakan Rehan!!" jelas Rama pada Rehan.


Rehan tersenyum.


Pasti akan sangat lucu jika aku menikah dengan Ayu.


"Kakak, kalau ada masalah dalam rumah tangga bagaimana cara kita menyelesaikannya?" tanya Rehan ingin tau.


"Saling percaya itu hal yang paling utama Rehan, tapi ada baiknya sebagai suami istri jika menyelesaikan masalah itu diranjang sebelum tidur kalian bicarakan masalah itu baik-baik, jangan biarkan masalah itu berlarut-larut!!" nasehat Rama untuk Rehan.


Rehan mengangguk mengerti.


"Apakah punya anak juga harus direncanakan dulu kak?" tanya Rehan lagi.


"Ada baiknya dibicarakan dulu, jika sudah sama-sama siap barulah kalian bikin anak!!" jawab Rama, sambil tertawa jail.


"Apa yang kakak tertawakan?" tanya Rehan yang merasa kesal.


"Hanya lucu saja, kamu siapkan saja pernikahanmu baik-baik!! masalah anak jangan kamu bicarakan sekarang!!" ucap Rama, yang sudah menghampiri Rehan dan sekarang sudah duduk disamping Rehan.


"Baiklah kak" jawab Rehan tegas.


"Rehan, setelah kamu menikah nanti kamu langsung pindah kerumah baru ya!! kakak mau kamu hidup mandiri dengan istrimu!!" suruh Rama, karena ingin Rehan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.


"Iya kak, lagian kalau tinggal dirumah kakak nanti aku tidak bisa bermesraan dengan Ayu kapan saja!! soalnya banyak nyamuk dimana-mana" ucap Rehan, yang penuh dengan candaan.


"Rehan, kamu pasang obat nyamuk saja nanti disetiap ruangan!!" timpal Rama, sambil tertawa jail pada Rehan.


Rehan tertawa.


"Sudah sana keluar dari ruanganku, aku ingin cepat menyelesaikan pekerjaanku!! karena istri tercintaku sudah menungguku dirumah" ucap Rama dengan nada meledek.


"Sebentar lagi setiap hari akan ada yang menungguku pulang kerja" jawab Rehan tidak mau kalah.


Rama hanya tertawa mendengar ucapan adiknya.


Dasar tidak mau kalah!!!

__ADS_1


Akhirnya Rehan keluar dari ruangan kerja Rama sedangkan Rama kembali melanjutkan pekerjaannya.


Bersambung.


__ADS_2