Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
364.Sifat asli Riko S2.


__ADS_3

Akhirnya David kembali melanjutkan aksinya di dalam kamar mandi, ntah apa yang David sedang lakukan bersama adik kecilnya.


Hanya David yang tahu.


Setelah selesai dengan kegiatannya di dalam kamar mandi, David langsung keluar dari dalam kamar mandi.


"Istriku..." David melihat istrinya sudah tertidur nyenyak.


"Pasti dia sangat lelah sekali," David tersenyum sambil berjalan menuju ranjang tempat tidurnya.


David kembali membaringkan tubuhnya disamping Niah.


"Aku mencintaimu istriku," David memeluk Niah yang sedang tertidur.


.


.


Pagi yang cerah, David bangun lebih dulu ia melihat Niah masih tertidur sangat pulas.


"Sayang bangun!" David menggoyangkan tubuh Niah dengan pelan.


Niah bergulat lalu pelan-pelan membuka matanya, ia langsung tersenyum melihat sang suami sudah bangun lebih dulu.


"Aku masih lelah, badanku sakit semua." Keluh Niah dengan manja.


"Bagaimana badanku tidak sakit semua, suamiku sungguh seperti singa yang sedang memakan mangsanya semalam." Batin Niah dalam hatinya.


"Itukan perjuangan kita biar cepat punya dede kecil." David mengusap-usap pipi Niah dengan penuh cinta.


"Em, emang kamu sudah siap buat jadi seorang papa?" Tanya Niah.


"Tentu saja aku siap, aku ingin keluarga kecil itu lengkap." Jawab David.


"Aku mandi dulu." Pamit Niah yang langsung pergi ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Niah menanggalkan pakaiannya lalu segera mandi. Niah mandi sambil bernyanyi.


David yang mendengar Niah bernyanyi hanya senyam-senyum tidak jelas.


"Dasar, bisa-bisanya dia mandi sambil bernyanyi." Gumam David.


20 menit telah berlalu Niah keluar dari kamar dan langsung pergi menuju ruang ganti baju.


"Suamiku kamu mandilah! Hari ini sebelum berangkat ke kantor antar aku ke perpustakaan ya," teriak Niah dari ruang ganti baju.


"Iya sayang!" Sahut David sambil berjalan menuju ke kamar mandi.


"Hari ini dia akan mengajar, mudah-mudahan dia tidak bertemu dengan mantan kekasihnya." Gumam David.


Setelah beberapa lama Niah sudah rapi, David juga sudah selesai mandi dan sedang berganti baju.

__ADS_1


Kini keduanya sudah siap, mereka langsung pergi menuju ke tempat kerja mereka tanpa sarapan lebih dulu.


"Aku nanti sarapan dikantor, kamu juga jangan lupa nanti sarapan, terus nanti aku jemput dan kita pergi kerumah mama dan papa." kata David dengan begitu bawel.


"Siapp komandan!!" Niah mengangkat tangannya dan melakukan hormat pada sang suami.


David terus lalu mengacak-acak rambut Niah dengan tatapan bahagia.


Sesampainya di perpustakaan David menghentikan mobilnya, David turun dari mobilnya untuk membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Turunlah hati-hati." Pinta David.


"Kamu hati-hati ya dijalan, aku masuk dulu." Pamit Niah pada sang suami. Niah mencium tangan suaminya lalu David mencium kening Niah.


David kembali masuk ke dalam mobil dan Niah langsung masuk ke dalam perpustakaan anak-anak sudah menunggu Niah dengan tenang.


"Kak Niah....." sapa semua anak-anak yang melihat kedatangan Niah.


"Hay anak-anak." Niah kembali menyapa mereka dengan senyum bahagianya.


Hari ini Niah mengajar semua anak-anak dengan begitu senang, seperti hari-hari biasanya mereka belajar sambil bercanda.


"Kakak, pacar kakak kemana?" Tanya Intan anak kecil yang berusia 6 tahun dengan begitu polos, sungguh pertanyaan Intan membuat Niah tersenyum simpul.


Niah menghampiri Intan, lalu memegang kedua pipi Intan dengan lembut.


"Intan sayang, kakak sudah punya suami jadi kakak sudah tidak punya pacar lagi." Jawab Niah dengan nada lembut.


"Kak Riko, sudah bukan pacar Kak Niah lagi." Jelas Niah dengan nada lembut.


Anak-anak disitu tahunya Niah adalah pacarnya Riko, jadi mungkin karena Riko sudah lama tidak datang ke perpustakaan anak-anak itu bertanya pada Niah.


Jam menunjukkan pukul 2 siang, Niah sudah selesai mengajar kini dirinya sedang menunggu David menjemputnya. Perpustakaan yang mulai sepi membuat Niah agak takut.


"David lama banget, mana sudah sepi lagi." Gumam Niah.


"Niah..." panggilnya.


Niah menoleh ke sumber suara, betapa terkejutnya ternyata Riko yang datang.


"Riko...." sapa Niah terkejut.


"Kamu masih ingat denganku?" Tanya Riko.


"Masih, tumben datang kesini?" Tanya Niah baik-baik.


"Aku merindukanmu jadi aku datang kesini." Jawab Riko dengan sorot mata tajam.


Riko terus menatap Niah dengan tatapan penuh tanda tanya? Kini sorot matanya fokus ke gunung kembar milik Niah.


"Aku yakin laki-laki itu sudah sering menikmati milik Niah, bahkan sekarang tubuh Niah lebih berisi dan gunung kembarnya semakin besar." Batin Riko dalam hatinya.

__ADS_1


"Kamu bagaimana kabarnya?" Tanya Riko dengan tatapan semakin intens, membuat Niah risih.


"Kenapa Riko menatapku dengan tatapan seperti itu sih?" Batin Niah dalam hatinya.


"Aku baik-baik saja." Jawab Niah singkat.


"Aku tahu pasti kamu baik-baik saja, apa suamimu merawatmu dengan baik?" Tanya Riko yang kini berjalan mengitari Niah.


"Tentu saja!"Jawab Niah dengan singkat.


"Wajahmu semakin bersinar, tubuhmu semakin berisi, bahkan gunung kembarmu semakin terbentuk sempurna, aku yakin laki-laki itu sudah menikmati tubuh mulus ini," bisik Riko ditelinga Niah, Niah langsung menjauhkan telinganya dari mulut Riko.


Sungguh Niah merasa jijik dengan apa yang dikatakan oleh Riko. Riko yang selama ini selalu menghargai Niah sebagai kekasihnya dulu hari ini menunjukkan sifatnya yang sesungguhnya.


"Jaga matamu, aku ini istri dari laki-laki lain!!" Sentak Niah dengan tatapan galak.


"Iya kamu istri laki-laki lain kalau dirumah, tapi kalau diluar dan kamu sedang sendirian aku boleh dong mencicipi sedikit tubuh mulusmu." Riko hendak memegang dagu Niah, tapi dengan cepat Niah menepis tangan Riko dengan kasar.


"Jaga tanganmu!!" Niah kembali menyentak Riko dengan nada kasar.


Riko tersenyum mesum pada Niah, membuat Niah menatapnya dengan tatapan begitu jijik.


"Niah dulu waktu kita pacaran kamu selalu melarangku menyentuhmu, dan hanya boleh memegang tanganmu saja. Maka biarkan hari ini aku memilikimu." Hati Riko berbicara.


"Tangan, bukankah kamu suka dengan sentuhan tanganku." Riko terus menggoda Niah dengan tatapan mesum.


Niah tidak mendengarkan apa kata Riko dan langsung berlalu pergi meninggalkan Riko, tapi dengan cepat Riko menarik tangan Niah.


"Kamu mau kemana sayangku?" Tanya Riko dengan senyuman jahatnya.


"Lepaskan aku!!" Niah terus meronta-ronta, Niah berusaha melepaskan tangan Riko tapi tenaga Riko jauh lebih kuat daripada Niah.


"Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, karena aku ingin mencicipi sedikit tubuh sexymu ini." Riko hendak mengelus pipi mulus Niah, tapi dengan cepat Niah menepis tangan Riko dengan kasar.


Niah terus meronta-ronta dan meminta tolong, tapi tidak ada orang datang mungkin karena sedang sepi orang.


"Jangan bersikap kurang ajar kamu!!" Niah terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Riko.


"Kamu tidak akan semudah itu untuk lepas dariku." Riko memegang kedua tangan Niah, lalu memepetkan tubuh Niah ke tembok dan mengunci tubuh Niah dengan tubuh kekarnya.


"Kamu mau apa?" Niah meneteskan air matanya.


Niah sangat takut karena tatapan Riko begitu mesum, dalam hatinya Niah berharap ada orang datang untuk menyelamatkan dirinya.


"Aku hanya ingin mencicipi tubuh mulusmu, kamu tahu dari dulu aku sangat ingin memiliki tubuhmu ini." Riko hendak membelai pipi Niah dengan tangan kekarnya.


"Lepaskan dia!!!!" suara yang begitu menggema menghentikan niat Riko.


Niah tersenyum melihat siapa yang datang.


BERSAMBUNG 🙏

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2