Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
274.Bau parfum wanita.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Rama, Rehan dan Bagas berangkat ke kantor bersama.


Sesampainya dikantor mereka berjalan menuju keruangan masing-masing. kini semuanya sudah sibuk diruangan masing-masing.


"Tok...tok..." suara ketukan pintu.


"Masuk!" jawab Rama dari dalam ruangan.


"Bagas ada apa?" tanya Rama.


"Tuan Rio, dari klien dari PT Xx mengundang kita untuk makan malam bersama." kata Bagas pada Rama.


"Baiklah, atur saja." jawab Rama.


Bagas kembali keruangannya, sedangkan Rama kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, namun Rama masih dikantor, lalu Bagas datang keruangan Rama.


"Tuan, ayo Kita berangkat sekerang." ajak Bagas.


Tiba-tiba Rehan datang, lalu bertanya pada Bagas.


"Kalian mau kemana?" tanya Rehan.


"Ada acara makan malam, Kamu mau ikut?" tanya Rama.


"Apa boleh Kak?" tanya Rehan.


"Tentu saja boleh, kalau tidak boleh Kamu tunggu saja diluar." jawab Rama.


"Jadi tukang parkir Han." sambung Bagas.


"Mending Aku pulang saja, nemenin istriku." jawab Rehan.


"Iya sudah Aku duluan ya kak." pamit Rehan.


"Iya hati-hati." jawab Rama dan Bagas.


Rehan langsung pergi meninggalkan Bagas dan Rama, lalu Bagas dan Rama langsung menuju ketempat makan malam.


Sesampainya ditempat makan malam, ternyata Tuan Rio mengundang mereka ke tempat karoke yang ternama dan yang datang tentu kebanyakan orang kalangan atas.


"Bagas, Kamu yakin Tuan Rio mengundang Kita makan malam ditempat seperti ini?" Rama bertanya Bagas.


"Iya Tuan, ini benar alamat yang Tuan Rio berikan." jawab Bagas.


Akhirnya Rehan dan Bagas masuk ke tempat tersebut, banyak wanita cantik yang berpakaian sexy bahkan agak terbuka.


"Jika Ana tahu, maka Ana akan menyuruhku tidur diluar." keluh Rama.


"Alena pasti, akan melempar bantal lalu menyuruhku tidur disofa." sambung Bagas.


Dua wanita cantik menghampiri Rama dan Bagas, dengan begitu genitnya mereka menggoda Rama dan Bagas.


"Tuan tampan, ayo saya temanin kalian bernyanyi." kata kedua wanita itu.


"Maaf Nona, permisi." jawab Bagas yang berusaha melindungi Rama dari kedua wanita itu.


"Bagas, Kita pulang saja!" ajak Rama.


Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka berdua.


"Tuan Rama, Tuan Bagas, ayo Kita bersenang-senang disini!" kata Rio tiba-tiba.


"Bukankah Tuan mengundang Kita untuk makan malam?" tanya Rama sambil melihat kearah Rio.


"Aduh Tuan Rama, kerja terus capek Kita juga perlu bersenang-senang disini banyak wanita cantik, lagian dirumah bosen lihat istri mulu setiap hari." kata Rio pada Rama.


"Kita makan malam disini, ditemanin wanita-wanita cantik malam ini." kata Rio.

__ADS_1


Rio adalah salah satu klien dari perusahaan Rama, namun Rio adalah laki-laki mata keranjang padahal Dia sudah punya istri dan dua orang Anak.


Kini mereka bertiga sudah masuk kedalam ruangan karoke, di dalam ruangan sudah ada beberapa pemandu lagu yang begitu cantik-cantik dan seksi-seksi bahkan pakaiannya pun agak terbuka.


"Maaf Tuan Rio, saya tidak pernah bosan melihat istri saya setiap hari, jadi saya rasa tempat ini tidak cocok dengan saya." kata Rama yang hanya duduk sambil melipat kedua tangannya ke dada.


"Tuan Bagas, katakan pada bos mu! istri dirumah itu terlalu membosankan, setiap hari Dia sibuk ngurusin anak sampai lupa merawat dirinya sendiri." kata Rio pada Bagas.


Rama melihat kearah Bagas.


"Bagas, ayo Kita keluar dari tempat ini!" kata Rama pada Bagas.


"Baik Tuan." jawab Bagas.


"Kitakan belum makan malam?" tanya Rio.


"Ini bukan tempat makan malam, tapi ini tempat maksiat dan kalau Tuan Rio bicara bosan dengan istri Tuan Rio, karena istri Tuan sibuk ngurusin Anak dan lupa merawat dirinya, maka Tuan pikirkan sudah cukup belum Tuan memberikan jatah perawatan dan perhatian untuk istri Tuan." kata Rama pada Rio.


"Tuan Rama, apa Tuan sedang memberikan ceramah pada saya?" tanya Rio pada Rama.


"Aku hanya memberikan sedikit nasehat pada Tuan, agar Tuan tidak sewenang-wenang pada istri Tuan, karena seorang istri adalah wanita yang hebat." kata Rama dengan begitu tegas.


Rama tidak suka dengan sikap Rio, yang meremehkan istrinya. karena Rama sendiri juga punya istri yang memang sibuk merawat Anaknya namun tubuh Ana selalu terawat bagus dan wangi setiap hari.


"Sudahlah Tuan, istri saya tidak secantik istri Tuan Rama." jawab Rio.


"Setidaknya untuk kerja sama Kita, mari Kita bernyanyi beberapa lagu dan minum sedikit." Rio berusaha membujuk Rama.


"Aku akan tetap disini untuk menghormati kerja sama kita, tapi Aku tidak akan minum atau bernyanyi dengan wanita-wanita diruangan ini." kata Rama dengan tegas.


Tiba-tiba ada satu wanita pemandu lagu, yang duduk dipangkuan Rama bahkan mengalungkan tangannya dileher Rama.


"Maaf Nona, jaga sikapmu!" kata Rama dengan tegas.


Wanita tersebut pun langsung, beranjak dari pangkuan Rama.


Dirumah Ana.


Ana menggendong Niah sambil mondar-mandir karena merasa kawatir, soalnya sudah jam 11 malam suaminya belum juga.


"Tidak biasanya Rama pulang selarut ini, bhakan Rama juga tidak mengabariku sama sekali." kata Ana dengan perasaan begitu kawatir.


Jam menunjukkan pukul 12 malam, suara mobil suaminya terdengar lalu Ana langsung menuju kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek..." Ana membuka pintu.


Melihat Ana Rama langsung memeluknya.


"Kok Rama bau rokok, bahkan Dia bau parfum wanita?" gumam Ana yang mencium baju suaminya ada bau yang tidak biasa.


Ana menutup pintu rumahnya, lalu mereka langsung menuju ke kamar mereka. Ana Membiarkan Rama untuk pergi mandi dulu.


Ana menaruh Niah BOK bayi, lalu Ana duduk ditepi ranjang sambil menunggu Rama mandi.


Ana terdiam.


"Kemana sebenarnya Rama pergi? tidak biasanya Rama pulang selarut ini?" Ana terus memikirkan suaminya.


Setelah beberapa lama, Rama keluar dari kamar mandi dengan setelan pakaian tidur.


Rama duduk disamping Ana, lalu Rama bertanya pada Ana.


"Kenapa belum tidur?" tanya Rama pada Ana.


"Bagaimana bisa tidur, mikirin suami pulang selarut ini, bahkan tidak memberikan kabar sama sekali." kata Ana dengan nada sedikit kesal.


"Apa Kamu sedang kesal Istriku?" tanya Rama sambil membelai pipi Ana.


Namun tiba-tiba Ana menepis tangan Rama, Rama kaget karena tidak biasanya Ana bersikap seperti ini padanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Rama.


"Katakan padaku Kamu darimana?" tanya Ana pada Rama.


"Eemmhh tadi ada acara makan malam dengan klien." jawab Rama.


"Klien? tapi bajumu bau rokok, bahkan bau parfum wanita." kata Ana penuh curiga.


"Jika Kamu tidak percaya, Kamu boleh tanyakan pada Bagas! tadi Aku pergi bersama Dia." jawab Rama sambil melihat mata Ana.


"Aku curiga, jangan Kamu...." kata-kata Ana terpotong.


"Jangan-jangan apa? Aku punya wanita lain? singkirkan pikiran kotormu itu, Aku tidak seperti itu." sambung Rama yang langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.


Ana hanya terdiam sambil melihat Rama yang sudah memejamkan matanya.


"Sebenarnya Dia makan malam dengan klien dimana?" gumam Ana.


Dirumah Bagas dan Alena.


Alena sudah memasang kuda-kuda, kini Alena mondar-mandir sambil menunggu Bagas sedang berganti pakaian.


"Berhentilah mondar-mandir Aku pusing melihatnya." kata Bagas pada Alena.


"Katakan padaku, Kenapa jam selarut ini Kamu baru pulang dari kantor?" tanya Alena dengan tatapan tajam.


Bagas berjalan menuju ke ranjang tempat tidurnya, lalu duduk ditepi ranjang.


"Tadi nganterin Tuan Rama makan malam dengan klien." jawab Bagas.


"Makan malam dimana?" tanya Alena.


Bagas terdiam.


"Aku tidak mungkin jujur kalau tadi acara makan malamnya ditempat karoke, bisa-bisa Alena ngamuk." gumam Bagas.


"Iya makan malam sayang." kata Bagas.


"Aku tanya dimana? jas mu bau parfum wanita, tidak biasanya seperti itu." kata Alena dengan nada kesal.


"Sayang sudahlah jangan berpikir macam-macam." jawab Bagas.


"Apa Kamu menyembunyikan wanita lain dibelakangku? katakan padaku!" kata Alena yang matanya sudah berkaca-kaca.


Melihat istrinya hampir menangis, Bagas langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Alena.


"Sayang jangan berpikiran macam-macam, sungguh Aku tidak punya wanita lain bahkan tidak berniat mencari wanita lain." kata Bagas sambil memeluk Alena dari belakang.


"Katakan padaku, dimana kalian pergi makan malam?" tanya Alena untuk kesekian kalinya.


"Kita pergi ke tempat karoke." akhirnya Bagas jujur pada Alena.


Alena langsung melepaskan dirinya dari pelukan Bagas, lalu Alena mengambil satu bantal terus memberikannya pada Bagas.


"Tidur diluar.....!!!!" kata Alena dengan begitu kesal pada Bagas.


Akhirnya Bagas langsung keluar dari kamarnya.


"Itukan apa Aku bilang, pasti Aku disuruh tidur diluar, terus bagaimana dengan Tuan Rama?" gumam Bagas.


Alena tidur diatas ranjang sendirian.


"Pulang larut malam dan Dia bilang dari tempat karoke, bikin orang naik darah saja tengah malam." gumam Alena.


Bagas tidur diatas sofa ditemenin dengan nyamuk-nyamuk yang menggigit dirinya.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2