Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
125. Kasih sayang mami


__ADS_3

 


Ana memakan soto yang diberikan oleh Bibi dengan lahap, ntah kenapa tiba\-tiba Ana pingin banget makan soto tadi padahal Ana sedang tidak berselera makan. Setelah selesai makan Ana duduk menonton televisi sendirian. tiba\-tiba Rehan datang.


 


"Kakak ipar, lama sekali kita tidak bertemu" Ucap Rehan tiba-tiba, membuat Ana kaget.


"Rehan kamu mengagetkan kakak" Jawab Rama sambil mencubit pipi Rehan.


"Sakit tahu kakak, kak Rama mana kakak ipar?" Tanya rehan, karena melihat sendirian.


"Kakak kamu kerja Rehan, kamu sendiri tidak bekerja?" Tanya Ana pada Rehan.


"Rehan libur kak, dikampus lagi banyak acara kakak jadi sering libur kerja" Ucap Rehan pada Ana.


"Kamu sudah makan? bagaimana kabar hubunganmu dengan Ayu?" Tanya Ana panjang lebar pada Rehan.


"Aku sudah makan kak, hubungan Aku dengan Ayu makin harmonis kakak sekarang Ayu juga sudah tidak jutek seperti dulu lagi" Jawab Rehan penuh semangat.

__ADS_1


Ana tersenyum bahagia mendengar cerita dari Rehan, biarpun kelak nanti Ayu bersama Rehan Ana pasti akan merestuinya.


"Kakak ipar, Aku ke kamar dulu ya tugas skripsiku belum selesai soalnya" Ucap Rehan pada Ana, sambil bangkit dari tempat duduknya menuju kamar.


Setelah beberapa saat, jam menunjukkan pukul 7 malam namun Rama juga belum pulang Ana sudah menunggu Rama di dalam dikamarnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Ana.


"Masuk pintunya tidak dikunci" Ucap Ana yang mengira itu suaminya.


Mami masuk kedalam kamar Ana membuat ana begitu kaget.


"Mami, maaf Ana kira tadi Rama mami" Ucap Ana merasa bersalah karena bersikap tidak sopan pada mertuanya.


"Tidak apa-apa sayang, kamu istirahatlah mami kesini hanya untuk mengantarkan ini" Ucap pada Ana, sambil menunjukkan benda kecil ditangannya.


"Bukalah sayang" Jawab Mami.


Ana membuka benda kecil tersebut dan ternyata isinya cincin yang begitu imut dan sangat indah sekali.


"Waahhhh indah sekali mami, tapi ini untuk apa Mami?" Tanya Ana pada Mami.

__ADS_1


"Itu untuk kamu sayang, tadi Mami sedang shopping sama teman-teman mami dan melihat cincin ini begitu bagus makanya Mami membelikan untukmu" Jawab mami dengan nada lembut pada Ana.


Ana bahagia sekali mempunyai mertua namun sudah seperti orangtua kandung sendiri, Ana meneteskan air matanya.


"Ana, kamu kenapa nak? apa kamu tidak suka cincin pemberian Mami?" Tanya Mami dengan nada agak kawatir.


"Mami, Ana sangat menyukai cincin ini. Ana menangis karena Ana merasa bahagia Mami, punya mertua seperti Mami yang menyayangi Ana seperti Putri kandung Mami sendiri" Ucap Ana, sambil memeluk erat tubuh Mami.


Mami membalas pelukan Ana dengan erat, mami tahu bagaimana perasaan Ana saat ini mungkin Ana juga pasti merindukan sosok orang tuanya.


"Sayang, kamu adalah putri Mami!! Mami menyayangimu sebagai putri Mami bukan sekedar menantu dikluarga Ardiyansyah" Ucap Mami pada Ana, Ana bahagia mendengarkan ucapan mami.


"Mami, pasangkan cincin ini dijari Ana" Ucap ana sambil melepaskan pelukannya dari Mami.


Mami memasangkan cincin tersebut disalah satu jari Ana, Mami pun tersenyum karena melihat benda kecil itu dijari Ana.


"Mami, ini sangat cantik sekali" Ucap Ana sambil memegangi cincin yang ada di jarinya.


"Iya sayang cantik sekali, sekarang kamu istirahatlah. Mami mau ke kamar dulu" Ucap Mami pada Ana, Mami keluar dari kamar Ana dan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Sedangkan Ana, terus melihat jarinya yang baru saja dipasangkan cincin oleh mami.


Bersambung


__ADS_2