
Sesampainya dirumah, Kevin dan Kenan langsung buru-buru masuk ke dalam rumahnya.
Ntah apa yang akan terjadi, pada mereka?
Kevin.
Sesampainya dirumah pintu rumahnya, Kevin berdoa dalam hatinya ia berharap istrinya tidak marah pada dirinya.
"Kalau Valin marah, ntah apa yang akan dia lakukan padaku?" Gumam Kevin.
"Ehem...ehem." Kevin berdehem, sambil membenarkan kerah kemejanya.
"Tok...tok..." Kevin mengetuk pintu rumah dengan hati-hati.
Valin yang sedang duduk diruang keluarga, ia beranjak dari tempat duduknya, raut wajahnya sudah terlihat garang, kepalanya seolah-olah sudah mengeluarkan tanduk. Ia sangat geram pada suaminya karena semalam tidak pulang.
"Ceklek..." Valin membuka pintu rumahnya, ia menatap Kevin dengan tatapan sengit.
"Sayang...." Kata-kata Kevin terpotong.
"Masuklah, tidak usah panggil sayang-sayang segala!" Sentak Valin, ia sangat marah pada suaminya.
Siapa yang tidak marah? Suaminya berpamitan pergi ke saung dekat rumahnya tapi malah ntah kemana dan semalaman tidak pulang sama sekali.
Kevin diam, tidak berani bicara, ia hanya mengikuti langkah kaki istrinya.
"Inilah, rasanya punya istri. Tidak pulang semalaman langsung diambekin," Batin Kevin dalam hatinya.
Sesampainya dikamar, Valin duduk ditepi ranjang sambil melipat kedua tangannya ke dada. Sedangkan Kevin masih diam karena takut disentak oleh istrinya lagi.
"Semalaman tidak pulang, kamu kemana saja?" Tanya Valin, ia mulai membuka pembicaraan.
"Aku semalam tidur dirumah Kak Niah, aku semalam berkumpul dengan Kak Vano, Kenan dan Kak David. Aku ketiduran disana sayang." Jelas Kevin, ia hendak mendekati istrinya tapi Valin mencegahnya.
"Jangan mendekat!" Cegah Valin, Kevin menghentikan langkah kakinya.
Kevin menarik nafasnya dengan pelan, ia melihat Valin dengan tatapan penuh makna.
"Sayang, aku semalam sungguh ketiduran di rumah Kak Niah," Kata Kevin dengan jujur.
"Tidur dirumah Kak Niah, tapi apa? Ponselmu aku telpon tidak aktif. Alasan saja kamu bicara seperti itu!" Valin tidak percaya, dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
Kevin mengambil ponselnya di dalam sakunya dan ternyata benar ponselnya mati. Lalu ia menuju nakas dekat tempat tidurnya ia mengecas ponselnya.
"Semalam aku pergi dengan Kak Vano dan juga Ken, kamu telpon Kak Vano saja biar kamu percaya!" Kata Kevin, ia menyalakan ponselnya yang sedang di cas.
Setelah ponselnya menyala, Kevin menggeser layar ponselnya, ia menekan tombol hijau untuk menelpon Vano.
"Jika aku telpon Kenan, pasti Valin tidak akan percaya dan yang bisa Valin percaya paling Kak Vano. Kak Vano bantulah aku menjelaskan semuanya." Batin Kevin dalam hatinya.
Mendengar ponselnya berbunyi, Vano yang sedang tiduran diatas ranjang tempat tidurnya ia meraih ponselnya yang ada di dalam saku celananya.
"Siapa yang menelpon pagi-pagi sekali?" Gumam Vano, ia menggeser tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.
"Hallo..." sapa Vano dengan nada masih mengantuk.
__ADS_1
"Kak, bantu aku menjelaskan pada istriku tentang semalam." Kata Kevin.
Vano membuka matanya, ia senyam-senyum tentunya ia punya ide licik untuk membuat Kevin dalam masalah.
"Sayang, ini kamu tanyalah pada Kak Vano!" Kata Kevin, ia memberikan ponselnya pada istrinya.
"Hallo Kak Vano, apa semalam kakak pergi bersama suamiku? Dan kalian menginap di rumah Kak Niah?" Tanya Valin.
"Tidak Lin, aku semalaman dirumah saja!" Jawab Vano, dalam hatinya ia cecenggesan.
"Emang enak, gantian ya Vin semalam kamu sudah ngerjain aku. Sekerang gantian aku kerjain kamu." Hati Vina tertawa penuh kemenangan.
"Iya kak, terimakasih ya kak." Jawab Valin.
Valin mematikan saluran teleponnya, lalu ia melempar ponselnya ke atas kasur, tatapannya begitu garang pada suaminya.
Vano cecenggesan, ia merasa senang karena ia akhirnya berhasil mengerjai Kevin.
"Aku sudah tanya Kak Vano, dan dia bilang semalam dia tidak bersamamu!" Kata Valin dengan sorot mata kesal.
"Aish, Kak Vano bisa-bisanya dia tidak jujur disaat seperti ini." Batin Kevin dalam hatinya.
"Sayang, Kak Vano pasti bohong." Bantah Kevin.
"Sekarang, kamu buat sarapan sendiri! Dan malam ini kamu jangan tidur dikamar," Valin berlalu pergi keluar dari kamarnya, ia merasa kesal pada suaminya.
"Tapi sayang....."
Kevin memasang wajah memelas, ia ingin memeluk Valin tapi Valin sudah keluar dari kamarnya bahkan Valin menutup pintu kamarnya dengan kasar.
Sekarang Valin sudah duduk diruang tengah, sedangkan Kevin masih diam di dalam kamar ia sedang meratapi nasibnya.
Kenan.
Dari tadi Kenan pulang, sungguh Ralin tidak mengajak Kenan bicara sama sekali, ia hanya sibuk dengan kesibukannya. Seolah-olah ia tidak perduli dengan keberadaan suaminya.
"Terus saja menginap diluar sana, dan saat kamu pulang. Jangan harap aku akan menyapamu," Batin Ralin dalam hatinya.
Kenan tahu pasti istrinya sedang marah pada dirinya, ia mendekati ke tempat Ralin sedang duduk di sofa. Tapi belum sempat Kenan mendaratkan pantatnya, Ralin beranjak dari tempat duduknya.
Kenan bingung harus bagaimana? Lalu ia menarik tangan Ralin dengan cepat, kini Ralin jatuh tepat dipangkuannya Kenan.
"Sampai kapan, kamu akan diam saja sayangku?" Tanya Kenan, ia memegang dagu Ralin dan menatap manik mata Talun dengan penuh rasa salah.
"Aku marah padamu!" Cetus Ralin, ia bangun dari pangkuan suaminya dengan kasar, tapi dengan cepat Kenan kembali menariknya dan kini posisi Ralin tepat dibawah Kenan, Kenan mengunci tubuh Ralin dengan tubuhnya.
Kini Ralin meronta-ronta, ia memukuli dada bidang suaminya tapi Kenan membiarkannya saja.
"Alin, aku tahu kamu marah. Tapi percayalah padaku, semalam aku ketiduran dirumah Kak Niah bersama Kevin dan Kak Vano." Jelas Kenan, ia berharap Ralin mau mengerti dan tidak marah lagi.
"Telpon, Kak Vano sekarang!" Sentak Ralin dengan tegas.
"Aku telpon Kevin saja," Usul Kenan.
"Aku bilang telpon Kak Vano, karena aku tidak percaya dengan Kak Kevin!" Tegas Ralin tanpa mau dibantah.
__ADS_1
Akhirnya Kenan bangun dari atas Ralin, lalu ia merogoh ponselnya yang ada di dalam saku celananya. Dan langsung menekan nama Vano lalu menelponnya.
"Jika kamu menelpon Kak Kevin, aku yakin kalian pasti sudah bersekongkol." Batin Ralin dalam hatinya.
"Hallo Kak Vano." Sapa Kenan.
"Pasti, Kenan juga mau melakukan hal yang sama seperti Kevin. Baguslah jadi aku bisa mengerjain Kenan juga," Vano tertawa dalam hatinya.
"Iya Ken, ada apa?" Tanya Vano.
"Kak ini, Alin mau bicara!" Jawab Kenan.
Ralin mengambil ponsel yang ada di tangan suaminya, lalu ia menaruh tepat di telinganya.
"Hallo Kak, Kak Vano Alin mau tanya. Apa semalam Kakak menginap dirumahnya Kak Niah?" Tanya Ralin.
"Tidak Alin, aku semalam hanya dirumah saja!" Jawab Vano, ia menahan tawanya.
Mendengar jawaban Vano, Ralin langsung mematikan saluran teleponnya. Ia menatap garang suaminya.
"Bagus ya, kamu sudah pandai berbohong!" Ralin memukul-mukul dada bidang suaminya.
"Berniaga apa?" Tanya Kenan.
"Kata Kak Vano, dia semalam tidak pergi kemana-mana dan hanya dirumah saja." Ralin meronta-ronta, ia terus memukuli dada bidang suaminya.
"Kak Vano, bisa-bisanya dia berbohong di saat seperti ini." Batin Kenan dalam hatinya.
"Nanti malam, kamu tidur diluar! Aku mau tidur sama bantal guling saja." Kata Ralin, ia memayunkan bibirnya.
"Sayang, aku tidak bisa tidur tanpa kamu." Rengkek Kenan dengan manja, ia tidak berani mendekati istrinya.
"Tidak bisa tidur? Semalam juga bisakan tidur tanpa aku." Bantah Ralin, ia pergi berjalan keluar dari kamarnya karena enggan meneruskan perdebatannya dengan suaminya.
Vano..
Vano sedang membayangkan, apa yang akan terjadi pada Kenan dan Kevin saat ini?
"Maafkan aku ya, lagian kalian berdua juga semalam menjailiku." Kata Vano, ia terus tersenyum tanpa henti.
Dasar Vano, ia tidak kalah jail dari Kevin dan Kenan. Dan gara-gara Vano berbohong pada istri-istri mereka sekarang istri-istri mereka marah dan menyuruh Kevin dan Kenan tidur diluar.
Niah dan David.
Mereka masih menonton film dewasa, Niah yang baru pertama kali menonton flim dewasa ia agak kagok. Tapi karena menontonnya dengan sang suami jadi Niah tenang dan merasa nyaman.
"Sayang, pasti Kenan dan Kevin sedang dimarahin istri-istri mereka." Kata Niah.
"Pasti, tapi biarkan saja. Yang penting kamu tidak marah padaku," Jawab David, ia membawa Niah masuk ke dalam pelukannya.
David dan Niah kembali fokus dengan flim yang mereka tonton, dan tentunya tidak mau memikirkan masalah rumah tangga Kevin dan Kenan.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
__ADS_1