Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
218. Indahnya kebersamaan.


__ADS_3

Acara nonton bareng sudah selesai dan kini mereka semuanya melanjutkan dengan acara BBQ an bareng.


Alena sudah menyiapkan semua peralatan untuk BBQ an Alena juga sudah menyiapkan berbagai macam-macam makanan untuk dibakar malam ini.


"Kita bagi tugas ya!!" ucap Alena.


Akhirnya Alena membagi tugas sesuai keinginan Alena.


"Kita para perempuan cukup duduk manis aja dan semua laki-laki yang bakar-bakar ya!!" ucap Alena.


Rama langsung menghela nafas kesal.


"Aku sudah tau akan seperti ini!!" keluh Rama.


"Ujung-ujungnya kita yang disuruh bakar!!" timpal Rian.


"Itu memang sudah tugas laki-laki jadi kita tidak usah protes atau nanti malam kita tidak akan mendapat jatah olahraga malam!!" ucap Bagas yang merasa dirinya itu benar.


Akhirnya semuanya menatap Bagas dengan tatapan mata yang begitu tajam. Bagas langsung membalas tatapan dari para sahabatnya dengan senyum manisnya.


Setelah berdebatan kecil itu berakhir, sekarang Rama, Rian, Bagas dan Rehan sudah mulai membakar makanan yang sudah disiapkan oleh Alena.


Sedangkan para pasangan mereka sekarang sedang sibuk menghibah, maklum kerjaan para perempuan memang seperti itu apalagi kalau sudah berkumpul.


"Ana, Alena aku iri dengan kalian!!" ucap Via tiba-tiba.


Alena dan Ana menatap Via dengan wajah bingung.


"Via, apa yang membuatmu itu dengan kita?" tanya Ana dan Alena secara bersamaan.


"Lihat saja rumah kalian begitu dekat, hanya berjarak beberapa meter pasti kalian bisa sering bertemu!!" jawab Via.


"Kenapa kamu tidak meminta Rian, untuk membeli saja rumah di komplek ini biar dekat dengan kita!! " suruh Alena dengan begitu antusias.


Via tersenyum penuh kemenangan.


"Benar, aku akan membujuk Rian untuk membeli rumah dikomplek ini!!" guman Via dalam hati.


"Baik-baiklah!! aku akan membujuk suamiku nanti sebelum tidur" jawab Via, yang sudah memikirkan cara untuk membujuk Rian.


Alena tersenyum penuh kejailan.


"Semangat, kasih lebih nanti malam pasti Rian langsung patuh padamu!!" ledek Alena.


"Alena benar, ranjang itu cara paling ampuh untuk meminta sesuatu pada suami kita!!" timpal Ana dengan penuh kejailan.


"Kalian bisa saja!! dasar mesum!!" jawab Via.


Alena dan Ana tertawa secara bersamaan dengan begitu keras, hingga para suami mereka mendengarnya.


"Apa yang mereka obrolkan?" tanya Rian dengan nada Ingin tau.


"Apalagi, paling juga mereka sedang menghibah!!" jawab Rama, yang sedang membolak-balik berbagai sate yang dirinya bakar.


"Aku yakin, mereka sedang menggosipkan ketampanan kita!!" timpal Rehan dengan percaya diri.


"Pingin banget digosipkan sama mereka!!" ledek Bagas.


"Sudah-sudah kita lanjutkan saja bakarnya!!" suruh Rian.


"Aduh, pantesan bakar kita dari tadi terus berkurang!! ternyata Rian adalah kucingnya!!" kesal Rama, yang melihat Rian terus memakan makanan yang sudah dibakar.


Rian tertawa penuh kesalahan sedangkan yang lainnya menatap Rian dengan tatapan begitu tajam.


"Dasar kucing!!" kesal Bagas.

__ADS_1


"Mana ada kucing setampan ini!!" saut Rian.


Kembali ke para perempuan!!


Sekarang Ana dan yang lainnya sedang tertawa begitu riang.


"Aku disini seperti patung!!" keluh Ayu, yang mendengar dari tadi obrolan mereka semuanya obralan wanita yang sudah menikah.


Alena, Ana dan Via tertawa mendengar ucapan Ayu.


"Ayu maafkan kami!!" jawab Via mewakili semuanya.


"Tidak apa-apa, aku hanya bercanda!!" jawab Ayu dengan senyum manisnya.


"Kapan kamu akan menikah?" tanya Alena.


"Secepatnya, hanya saja tanggalnya belum ditentukan!!" jawab Ayu dengan jujur.


"Segeralah menikah!!" timpal Via.


"Benar Ayu, segeralah menikah!!" ucap Ana, dengan nada senang.


Para laki-laki.


"Ini sudah matang!! ayo kita bawa kesana kasian istri-istri kita sudah nungguin!!" ucap Rian dengan penuh semangat.


Akhirnya Rama, Rian, Bagas dan Rehan langsung menuju menghampiri keempat wanita yang sudah menunggunya dikarpet yang Alena gelar dibawah pohon dan dihiasi lampu kelap-kelip, itu membuat suasana malam ini semakin indah angin malam yang begitu hangat itu sangat mendukung acara BBQ an mereka semua malam ini.


"Sudah-sudah berhentilah menghibah, ayo kita makan dulu!!" pinta Rian dengan penuh semangat.


"Wahh enak sekali!!" puji Via, sambil makan salah satu sate yang dibakar oleh suaminya dan para sahabatnya.


"Suami kita memang sangat hebat!!" puji Alena, Ana dan Via dengan kompak.


"Tumben kalian kompak!!" ucap Rama.


Rehan dan Ayu sedang sibuk berduaan dengan Ayu, mereka sedang makan suap-suapan.


Bagas yang melihat Rehan dan Ayu sedang suap-suapan, seperti biasanya langsung menggodanya.


"Cie.. suap-suapan yang belum halal!!" Ledek Bagas dengan jail.


"Kita yang sudah halal kalah!!" timpal Rian.


"Ana, aku juga mau disuapin sayang!!" goda Rama.


Rehan menatap kesal pada para seniornya.


"Dasar sirik!!" kesal Rehan, sambil memeletkan lidahnya.


Bagas mendekat ke istrinya dan sekarang kecupan manis dari Bagas mendarat dibibir istrinya.


"Cup!!" satu kecupan manis diibibir Alena.


"Sayang ih!!" kesal Alena.


"Haha aku tidak sirik, yang sudah halal begitu nikmat!!" ucap Bagas penuh kemenangan.


"Bagas, kasian yang belum halal!! nanti mereka ngiler lagi!!" ledek Rian, sambil tertawa.


"Sayang kayanya besok kita menikah saja deh!!" kesal Rehan, dengan wajah yang sudah mulai frustasi mendengar berbagai olokan dari para seniornya.


"Iya kalau tidak kesiangan!!" jawab Ayu.


"Masih ada bantal guling yang setia!!" timpal Rama dengan jail.

__ADS_1


"Dasar obat nyamuk!!" kesal Rehan pada Rama.


"Dasar lalat pengganggu!!" balas Rama, yang tidak mau kalah.


Dengan berbagai candaan, perdebatan, menghibah bersama itu melengkapi malam mereka semuanya.


Malam sudah semakin larut akhirnya Rian dan Via pamit pulang lebih dulu.


"Sudah malam, kita pulang dulu ya!!" pamit Rian dan Via.


"Baiklah hati-hati dijalan!!" jawab Bagas dan Alena.


"Ram, jangan mempraktekkan flim yang kita tonton tadi ya!! kasian istrimu sedang hamil besar!!" ucap Rian penuh dengan nada ledekan.


"Dasar kucing, sudah sana pulang!!" jawab Rama dengan nada kesal.


Akhirnya Rian dan Via pulang kerumahnya.


Rehan dan Ayu masih asik makan, Rama yang melihat mereka tersenyum biarpun Rama dan Rehan sering memperdebatkan hal kecil. namun tetap sebagai seorang kakak Rama harus menjadi kakak yang baik.


"Rehan sudah malam, ajak Ayu pulang!!" suruh Rama dengan nada lembut.


Rehan langsung bangun dari tempat duduknya.


"Iya kak, aku antar Ayu pulang sekarang!!" jawab Rehan dengan nada senang.


"Kita pulang dulu ya!!" pamit Rehan pada semua yang disitu.


"Iya hati-hati dijalan!!" jawab Alena mewakili semuanya.


Akhirnya Rehan malam ini mengantarkan Ayu pulang kerumahnya.


Rama kembali duduk disamping Ana.


"Apa tuan Rama dan nona Ana tidak pulang juga?" tanya Bagas dengan jail.


"Apa kamu sedang mengusirku secara halus!!" kesal Rama, dengan tatapan yang tajam.


Bagas tersenyum penuh arti pada Rama.


Rama yang mengerti maksud Bagas, akhirnya mengalah dan segera pulang kerumahnya.


"Ana sayang, ayo kita pulang!! sebelum diusir" ajak Rama dengan nada jail.


Alena bingung.


"Diusir??" tanya Alena bingung.


"Suamimu yang mengusirku secara halus!!" aduh Rama pada Alena.


"Bagas!!!" teriak Alena kesal.


"Sudah tidak apa-apa!! kalian praktekanlah adegan di film tadi dengan baik ya!!" ledek Rama dengan nada jail.


"Ana!! suamimu itu!!" aduh Alena.


"Suamiku benar, kalian semangatlah!!" ucap Ana yang membenarkan ucapan suaminya.


"Dasar kalian!!" kesal Alena.


"Tuan Rama dan nona Ana benar sayang, ayo biar adonan kita cepat jadi!!" goda Bagas.


Alena menatap Bagas dengan tatapan tajam namun Bagas langsung mengangkat tubuh Alena untuk membawanya ke kamar.


Sedangkan Ana dan Rama sudah pulang, karena Bagas mengusirnya secara halus.

__ADS_1


indahnya kebersamaan mereka malam ini diawali nonton bareng dan di akhiri dengan bakar-bakaran yang penuh kebahagiaan.


Bersambung


__ADS_2